Info Sekolah
Sabtu, 31 Jan 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Open Class Pelatihan Pembelajaran Mendalam Guru SMA Kota Semarang, Fisika Jadi Menyenangkan di SMA Masehi 2

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Narasumber

Semarang, 3 Oktober 2025 – Suasana berbeda tampak di SMA Masehi 2 Semarang pada Jumat pagi. Puluhan guru dari berbagai SMA di Kota Semarang berkumpul untuk mengikuti Open Class 2 Kelas G Pelatihan Pembelajaran Mendalam, sebuah program pengembangan kompetensi guru yang digagas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.45 hingga 10.10 WIB ini menghadirkan Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., sebagai fasilitator.

Kepala SMA Masehi 2 Semarang, Netty Anthonetha Suatan, S.Si., mengaku bangga sekolahnya dipilih sebagai tuan rumah kegiatan penting tersebut. “Ini adalah kebanggaan bagi kami karena SMA Masehi 2 bisa menjadi tempat pelaksanaan Open Class. Kami merasa terhormat kedatangan guru-guru dari berbagai sekolah untuk belajar bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ardan Sirodjuddin yang juga mewakili Balai Besar Guru Penggerak (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah, memberikan apresiasi atas keramahan tuan rumah. “Saya mengucapkan terima kasih kepada SMA Masehi 2 Semarang yang telah memberikan pelayanan luar biasa kepada peserta Open Class. Semoga semangat kolaborasi ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain,” tuturnya.

Kegiatan inti Open Class menghadirkan Magdalena, guru fisika SMA Masehi 2, sebagai guru model. Ia mengajar materi Pengukuran untuk kelas X dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Magdalena berusaha merancang kegiatan yang tidak hanya menekankan pemahaman konsep, tetapi juga membangun kesadaran, makna, dan keceriaan belajar.

“Saya ingin menghadirkan pembelajaran fisika yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Misalnya, saya memberi tugas kepada siswa untuk melakukan wawancara dengan orang yang menggunakan alat ukur dalam pekerjaan mereka, seperti tukang kayu, tukang pengganda kunci, atau tukang timbang emas. Dengan cara ini, siswa bisa mengetahui manfaat penggunaan alat ukur dalam kehidupan nyata sekaligus melatih keterampilan komunikasi,” jelas Magdalena.

Ia menambahkan bahwa proses belajar dilakukan tidak hanya di kelas, tetapi juga di laboratorium IPA serta lingkungan sekitar tempat siswa melakukan wawancara. “Yang menantang bagi saya adalah bagaimana memanajemen waktu agar semua unsur pembelajaran mendalam terpenuhi, namun tetap membuat siswa belajar dengan gembira. Saya juga menerima masukan dari siswa agar pembelajaran berikutnya lebih mudah dipahami dan menyenangkan,” lanjutnya.

Keseriusan Magdalena membuahkan respon positif dari para peserta didik. Chelsea Kainna Forendra, salah satu siswa SMA Masehi 2, menuturkan pengalamannya. “Belajar fisika kali ini menyenangkan. Kami bisa bekerjasama dengan teman-teman dalam kelompok, jadi terasa lebih hidup,” ucap Chelsea dalam sesi refleksi.

Sebagai observer, Dyah Retno, guru dari SMA Negeri 10 Semarang, memberikan umpan balik yang membangun. Ia menilai pembelajaran sudah berjalan sesuai rencana, meski ada sedikit catatan. “Manajemen waktu sudah baik, meskipun terkesan agak tergesa. Kemitraan belajar sangat bagus karena menghadirkan mitra langsung ke kelas, sehingga pembelajaran lebih menarik. Namun, penggunaan AI juga perlu dipertimbangkan agar kegiatan belajar bisa lebih efektif,” ungkapnya.

Observer lainnya, Asma Hanifah dari SMA IT Harapan Bunda, menilai guru model Magdalena berhasil menghadirkan pembelajaran kontekstual pada materi Alat Ukur. “Bu Magda mampu membuat siswa antusias dan aktif. Praktik penggunaan alat ukur meningkatkan pemahaman konsep sekaligus keterampilan secara nyata dan menyenangkan, sehingga pembelajaran lebih bermakna,” ujarnya.

Fasilitator Ardan Sirodjuddin turut memberikan evaluasi atas jalannya pembelajaran. Ia menggarisbawahi penerapan prinsip pembelajaran mendalam yang cukup baik dalam kegiatan tersebut. “Berkesadaran sudah tampak dari penggunaan ice breaking. Bermakna karena menghadirkan konteks nyata dalam kehidupan. Menggembirakan dengan adanya quiz. Kolaborasi antar guru juga sudah terlihat. Pemahaman dibangun melalui tayangan video, aplikasi lewat praktik dengan LKPD, dan refleksi melalui diskusi makna wawancara siswa,” jelasnya.

Kegiatan Open Class ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran fisika bisa dikemas secara menarik dan menyenangkan, tanpa kehilangan substansi akademis. Kehadiran para fasilitator, guru model, hingga observer dari berbagai sekolah membuat proses belajar semakin kaya perspektif.

Dengan semangat kolaborasi dan refleksi yang terus dipupuk, pelatihan pembelajaran mendalam diharapkan mampu mencetak guru-guru yang lebih adaptif, kreatif, dan inspiratif. Harapannya, siswa tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga merasakan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, S.Pd, Waka Humas SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

32 Komentar

Elmina
Jumat, 3 Okt 2025

Keren…

Balas
Joko Suwignyo
Jumat, 3 Okt 2025

Istimewa pak Yunan, menginspirasi bapak dan ibu guru lebih adaptif, kreatif dan inspiratif ……..

Balas
SUPARMAN, S.Pd
Jumat, 3 Okt 2025

Istimewa👍💯

Balas
Dwi Palupi Widyasari, S.Pd, M.Si
Sabtu, 4 Okt 2025

Luar biasa….

Balas
Dwi Palupi Widyasari, S.Pd, M.Si
Sabtu, 4 Okt 2025

Luar biasa

Balas
Af'idatin
Sabtu, 4 Okt 2025

Keren🔥🔥🔥

Balas
Helmi Yuhdana H., S.Pd., M.M.
Sabtu, 4 Okt 2025

Mantaaabb’s
…..

Balas
Andhen Priyono
Sabtu, 4 Okt 2025

Istimewa

Balas
Susanti
Sabtu, 4 Okt 2025

Semoga kami dapat juga meningkatkan kompetensi dalam pembelajaran.

Balas
Nasi'in Samsul Huda
Sabtu, 4 Okt 2025

Tingkatkan kualitas pendidik

Balas
Septiyo Ariyanto
Sabtu, 4 Okt 2025

Mantap pembelajaran mendalam

Balas
Aprilia Dwi Asriani
Sabtu, 4 Okt 2025

Pembelajaran mendalam menjadikan Fisika bukan sekadar rumus, tetapi untuk memahami kehidupan dengan cara yang menyenangkan

Balas
Dra.Warni
Sabtu, 4 Okt 2025

Semoga pembelajaran mendalam sukses utk meningkatkan mutu pendidikan

Balas
arimurti asmoro
Sabtu, 4 Okt 2025

Kolaborasi seluruh elemen pendidikan untuk membangun pendidikan yang bermutu dan terstandarisasi

Balas
Imamul Huda
Sabtu, 4 Okt 2025

Terbaik

Balas
SYAYAROH
Sabtu, 4 Okt 2025

Luar biasa …

Balas
Yusuf Trisnawan, S.Pd.
Sabtu, 4 Okt 2025

Hebat👍💥

Balas
Dian Primayanto
Sabtu, 4 Okt 2025

Sukses selalu…

Balas
SUPARMAN, S.Pd
Sabtu, 4 Okt 2025

Luar biasa keren👍👍👍

Balas
Janto
Sabtu, 4 Okt 2025

Menyala🔥

Balas
ERWIN SETIAWAN
Sabtu, 4 Okt 2025

Luar biasa

Balas
Yati
Sabtu, 4 Okt 2025

MasyaAlloh

Balas
Digna Palupi, S.Pd., M.
Sabtu, 4 Okt 2025

Mantap pembelajaran mendalam terpenuhi, membuat siswa belajar dengan gembira sehingga mudah dipahami dan menyenangkan.🙏

Balas
Digna Palupi, S.Pd., M.
Sabtu, 4 Okt 2025

Mantap dan luar biasa pembelajaran mendalam terpenuhi, membuat siswa belajar dengan gembira sehingga mudah dipahami dan menyenangkan.🙏

Balas
Digna Palupi
Sabtu, 4 Okt 2025

Mantap dan luar biasa pembelajaran mendalam terpenuhi, membuat siswa belajar dengan gembira sehingga mudah dipahami dan menyenangkan.🙏

Balas
Digna Palupi
Sabtu, 4 Okt 2025

Mantap dan luar biasa.👍🏻

Balas
Digna Palupi
Sabtu, 4 Okt 2025

Mantap dan luar biasa.👍🏻
Pembelajaran mendalam terpenuhi, namun tetap membuat siswa belajar dengan gembira. Saya juga menerima masukan dari siswa agar pembelajaran berikutnya lebih mudah dipahami dan menyenangkan

Balas
Digna Palupi
Sabtu, 4 Okt 2025

Mantap dan luar biasa.👍🏻
Pembelajaran mendalam terpenuhi, namun tetap membuat siswa belajar dengan gembira sehingga materi pembelajaran mudah dipahami dan menyenangkan.🙏🏻

Balas
Suwarni
Minggu, 5 Okt 2025

Luar biasa 👍👍

Balas
WILER UPIK
Senin, 6 Okt 2025

Membangun kesadaran, makna, dan keceriaan belajar. Luar biasa.

Balas
DJOKO SAPUTRO
Senin, 6 Okt 2025

Luar biasa …

Balas
noor achmat
Senin, 6 Okt 2025

Bagus

Balas

Beri Komentar