Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Open Class di SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang Hadirkan Pembelajaran Matematika yang Penuh Sensasi dan Bermakna

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang – Suasana antusias dan penuh inspirasi menyelimuti pelaksanaan kegiatan Open Class di SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang, Rabu (13/11/2025). Acara yang dihadiri oleh guru-guru dari berbagai sekolah ini dibuka langsung oleh Kepala SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang dengan sambutan penuh semangat dan motivasi. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan menegaskan bahwa kegiatan Open Class bukan sekadar kegiatan rutin atau seremonial, tetapi merupakan ajang pembelajaran yang penuh makna.

“Selamat datang kepada seluruh peserta Open Class di SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. Kegiatan ini tidak hanya penuh sensasi, tetapi juga konstruktif dan reflektif. Kami berharap pelaksanaannya berjalan lancar dan memberikan manfaat yang nyata, baik bagi guru maupun peserta didik,” ujar Kepala Sekolah dalam sambutan pembukaannya.

Kegiatan Open Class kali ini menampilkan Ahmad Dul Rohim, guru Matematika, sebagai guru model yang mempraktikkan pembelajaran dengan tema Rotasi (Perputaran) untuk siswa kelas XI semester ganjil pada mata pelajaran Matematika Tingkat Lanjut. Dengan alokasi waktu 2 × 45 menit, pembelajaran ini menerapkan pendekatan Problem-Based Learning (PBL) dan strategi inquiry learning yang menekankan keaktifan siswa dalam menemukan konsep.

Ahmad Dul Rohim menjelaskan bahwa siswa telah memiliki prasyarat pemahaman tentang translasi dan refleksi, sehingga kegiatan kali ini menjadi kelanjutan logis dalam memahami transformasi geometri. Ia mengajak siswa untuk berpikir kritis dan berkolaborasi dengan memanfaatkan berbagai media digital seperti GeoGebra, Wayground, dan MaxHub.

“Sebelum pelaksanaan, saya mempersiapkan segala hal seoptimal mungkin, mulai dari perangkat pembelajaran, media, hingga model yang tepat. Saat pelaksanaan sempat gugup di lima menit pertama, tapi setelah itu suasana kelas terasa mengalir dan menyenangkan. Setelah selesai, rasanya plong karena semua berjalan sesuai rencana,” tutur Ahmad Dul Rohim dengan senyum lega.

Ia menambahkan bahwa Open Class semacam ini memberikan pengalaman berharga bagi guru, bukan hanya dalam tataran teori tetapi juga praktik nyata bagaimana pembelajaran mendalam diterapkan di ruang kelas.

“Saya berharap pelaksanaan yang sederhana ini dapat menjadi bentuk kontribusi kecil untuk anak-anak bangsa. Open Class memberi pengalaman luar biasa, karena di sini guru bisa saling belajar secara langsung dan melihat contoh konkret pembelajaran bermakna,” imbuhnya.

Dalam kegiatan pembelajaran, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan diberikan Lembar Kerja Murid (LKM) berisi permasalahan kontekstual terkait rotasi titik dan bangun datar. Dengan bantuan aplikasi GeoGebra, mereka menganalisis dan menampilkan hasil rotasi titik A(2,1), B(5,4), dan C(3,6) pada sudut 90°, 180°, dan 270° terhadap pusat O(0,0). Aktivitas ini mendorong siswa untuk mengaitkan teori dengan praktik, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif.

Tak hanya matematika, pembelajaran ini juga melibatkan kemitraan interdisipliner dengan guru fisika untuk mengintegrasikan konsep gaya sentripetal dan sentrifugal sebagai bentuk penerapan nyata rotasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar konsep, tetapi juga memahami relevansinya di dunia nyata.

Penilaian dilakukan melalui observasi selama diskusi, analisis LKM, serta asesmen sumatif berbasis platform digital Wayground. Aspek yang dinilai mencakup pemahaman konseptual, penyelesaian masalah, kolaborasi, dan refleksi diri siswa.

Salah satu peserta Open Class, Sunarno, guru dari SMAN 16 Semarang, mengaku terkesan dengan pelaksanaan kegiatan yang berlangsung dinamis dan bermakna.

Open Class di SMA Islam Sultan Agung 1 luar biasa. Pembelajarannya berjalan dengan kesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Profil pelajar Pancasila sudah tergambar jelas dalam prosesnya. Peralatan digital juga sangat lengkap, setiap siswa membawa tablet dan ruang kelas dilengkapi papan panel digital. Guru model sangat baik dalam menerapkan pembelajaran mendalam. Saya pribadi mendapatkan banyak inspirasi untuk diterapkan di sekolah kami,” ujar Sunarno.

Hal senada disampaikan oleh Asri Fauziah, guru dari SMAN 13 Semarang, yang turut hadir sebagai peserta.

“Sebagai guru dari sekolah negeri, saya merasa senang bisa mengikuti Open Class di sekolah lain. Pembelajaran yang dilakukan oleh guru matematika di sini sangat aktif, interaktif, dan menyenangkan. Guru memanfaatkan smart board dan setiap siswa menggunakan iPad. Ini pengalaman berharga bagi saya untuk belajar mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran,” ungkap Asri.

Pelaksanaan Open Class ini menjadi bukti nyata komitmen SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang dalam mengimplementasikan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan pada berpikir kritis, kolaborasi, kemandirian, serta integrasi teknologi digital. Dengan pendekatan kontekstual dan berbasis masalah, siswa tidak hanya memahami konsep matematika secara abstrak, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan fenomena nyata di sekitar mereka.

Acara ditutup dengan doa dan refleksi bersama. Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi atas kerja keras guru model dan antusiasme seluruh peserta.

“Semoga kegiatan Open Class ini menjadi inspirasi dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah lain. Inovasi tidak harus megah, yang terpenting adalah kebermanfaatannya bagi peserta didik,” pungkas Kepala Sekolah.

Kegiatan Open Class di SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang menjadi bukti bahwa pembelajaran matematika dapat dikemas dengan cara yang menyenangkan, interaktif, dan bermakna. Melalui integrasi teknologi dan pendekatan kolaboratif, sekolah ini terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya “penuh sensasi”, tetapi juga benar-benar konstruktif dan memerdekakan siswa untuk berpikir dan berinovasi.

Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, S.Pd, Waka Humas SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar