Semarang-SMK Negeri 10 Semarang kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah pendidikan nasional. Dalam pengumuman hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025 yang dirilis baru-baru ini, sekolah kejuruan yang berlokasi di kawasan Semarang Barat itu berhasil mengantarkan puluhan siswanya lolos ke perguruan tinggi negeri (PTN) favorit di Indonesia. Jumlah siswa yang diterima melalui jalur SNBT tahun ini melonjak hingga 320 persen dibanding tahun sebelumnya.
Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan kejuruan, sekaligus membuktikan bahwa siswa SMK juga memiliki peluang besar untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Dibandingkan tahun 2024, lonjakan ini menjadi pencapaian luar biasa yang tidak terjadi begitu saja, melainkan berkat strategi dan kerja keras bersama di lingkungan sekolah.
Ketua Tim Kawal Kuliah SMK Negeri 10 Semarang, Wildan Sugiharto, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia mengapresiasi seluruh guru yang telah terlibat aktif dalam proses pembimbingan siswa, mulai dari persiapan materi hingga latihan soal dan motivasi belajar. “Kami sangat bersyukur atas hasil luar biasa ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak dan Ibu Guru yang telah memberikan tenaga dan waktunya untuk membimbing anak-anak menghadapi SNBT. Tanpa dukungan mereka, pencapaian ini tentu sulit diraih,” ujarnya saat ditemui di ruang bimbingan belajar sekolah.
Wildan menambahkan, program Kawal Kuliah yang selama ini dijalankan secara intensif menjadi kunci keberhasilan siswa. Program tersebut mencakup kelas tambahan, simulasi UTBK, pembimbingan minat dan bakat, serta koordinasi intensif dengan orang tua siswa. Menurutnya, semangat kolaboratif inilah yang menghidupkan atmosfer belajar yang positif di tengah kesibukan siswa SMK yang padat dengan praktik kejuruan.
Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, turut menyambut baik hasil menggembirakan ini. Ia menyatakan bahwa pencapaian ini adalah buah dari perencanaan matang dan kolaborasi kuat antara guru, Tim Kawal Kuliah, serta orang tua siswa. “Kami bangga sekali dengan perjuangan anak-anak. Program Kawal Kuliah yang kami canangkan terbukti mampu membantu mereka menembus PTN. Ini bukan semata-mata kerja tim sekolah, tetapi juga hasil sinergi dengan orang tua yang aktif mendampingi anak-anaknya,” ungkap Ardan dengan wajah semringah.
Ardan menekankan bahwa pihak sekolah tidak hanya fokus pada penyiapan siswa untuk dunia kerja, tetapi juga membuka jalur alternatif melalui pendidikan tinggi. “Kami ingin siswa kami punya pilihan. Tidak semua harus langsung bekerja setelah lulus. Mereka bisa melanjutkan studi dan kembali membangun daerah dengan keahlian yang lebih matang,” tegasnya.
Data internal sekolah mencatat bahwa tahun 2024 lalu, hanya lima siswa yang berhasil lolos ke PTN melalui jalur SNBT. Namun berkat pendekatan terstruktur dan peningkatan kualitas layanan belajar, jumlah tersebut melonjak drastis pada tahun 2025 menjadi 16 orang. Beberapa siswa bahkan diterima di kampus bergengsi seperti Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, hingga Politeknik Negeri Maritim Indonesia.
Ke depan, SMK Negeri 10 Semarang berkomitmen untuk terus memperkuat program Kawal Kuliah sebagai bagian dari layanan pendidikan menyeluruh. Sekolah juga berencana menambah fasilitas pendukung seperti ruang belajar intensif, kelas UTBK berbasis komputer, serta pelatihan motivasi dan soft skill untuk menunjang kesiapan siswa menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa dengan strategi yang tepat dan semangat kolaborasi yang tinggi, SMK bukan lagi sekadar terminal menuju dunia kerja. Kini, SMK juga bisa menjadi gerbang menuju perguruan tinggi negeri dan masa depan yang lebih luas.
Penulis : Nur Kholifah, Guru Bahasa Jepang SMK Negeri 10 Semarang

Beri Komentar