SURAKARTA-Pembicara kedua dalam Kegiatan Talkshow Pendidikan Apresiasi GTK Tahun 2025 yang digelar pada Rabu, 19 November 2025 pukul 08.00 WIB di Hotel Lorin Solo, Jl. Adi Sucipto No. 47, Kenaiban, Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, adalah Kepala SDN Cemara 2 Surakarta, Eni Idayati. Talkshow yang diselenggarakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah itu menghadirkan berbagai narasumber untuk memaparkan praktik baik pendidikan global, salah satunya melalui Program Indonesia–Korea Teacher Exchange yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.
Dalam paparannya, Eni Idayati menjelaskan bahwa program pertukaran guru tersebut merupakan bentuk kerja sama bilateral antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan yang berfokus pada peningkatan profesionalisme pendidik serta pengayaan pengalaman lintas budaya. Ia menjelaskan bahwa guru dari masing-masing negara berkesempatan berbagi praktik mengajar dan memperkenalkan budaya mereka selama masa penugasan di sekolah tuan rumah. “Program ini bukan hanya pertukaran guru, tetapi juga pertukaran cara pandang, nilai, dan inovasi yang memperkaya proses belajar mengajar,” ujar Eni.
Program tersebut memiliki tujuan utama meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah melalui metode pengajaran yang inovatif dan terstruktur. Selain itu, program ini juga bertujuan memperluas wawasan multikultural baik bagi guru maupun siswa, serta memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Selatan melalui jalur pendidikan. Eni menyebutkan bahwa kegiatan pertukaran ini memberikan kesempatan kepada guru Korea untuk mengajar langsung di sekolah-sekolah Indonesia, khususnya mata pelajaran yang terkait dengan bahasa dan budaya Korea. Sebaliknya, guru Indonesia diberangkatkan ke Korea Selatan untuk mempelajari sistem pendidikan, mengobservasi praktik kelas, dan mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi. “Pertukaran ini membuka cakrawala baru bagi guru kami tentang bagaimana pendidikan dapat dikelola secara disiplin, tapi tetap kreatif dan menyenangkan,” kata Eni.
Di SDN Cemara 2 Surakarta, pelaksanaan program ini terbukti memberikan banyak dampak positif. Eni memaparkan bahwa kehadiran guru Korea membawa energi baru dalam suasana pembelajaran. Metode pengajaran yang inovatif dan disiplin sangat terasa efeknya, terutama dalam mengelola kelas secara efektif. Siswa menjadi lebih antusias dan mulai menunjukkan minat yang lebih besar terhadap bahasa dan budaya Korea. “Ketika guru Korea masuk kelas, anak-anak begitu semangat. Mereka tertarik bukan hanya pada pelajaran, tetapi juga pada cara guru tersebut berinteraksi,” tutur Eni.
Eni juga menyoroti peningkatan motivasi guru internal sekolah setelah berkolaborasi dengan guru Korea. Menurutnya, etos kerja, profesionalisme, dan kedisiplinan guru Korea sangat menginspirasi. Mereka datang tepat waktu, menguasai materi dengan sangat baik, dan fokus pada tugas pokok mengajar tanpa terbebani urusan administratif yang tidak relevan. “Guru Korea itu luar biasa fokus. Mereka tidak gampang terdistraksi. Bagi kami, itu menjadi contoh teladan,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa sikap peduli dan perhatian terhadap siswa membuat guru Korea menjadi sosok panutan, baik dari segi akhlak maupun etika komunikasi.
Lebih jauh, Eni menjelaskan bahwa program ini juga memperkaya wawasan multikultural di sekolah. Interaksi antara siswa dengan guru Korea membantu mereka memahami keragaman budaya, cara komunikasi, dan tata nilai dari negara lain. Hal ini turut memperkuat rasa percaya diri siswa dalam berinteraksi dengan budaya global, sekaligus menumbuhkan sikap toleran. “Anak-anak jadi lebih terbuka dan percaya diri. Mereka belajar bahwa ada banyak cara hidup dan cara belajar di luar sana,” jelasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan pertukaran guru ini difasilitasi oleh berbagai lembaga, seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, Kementerian Pendidikan Korea Selatan melalui National Institute for International Education (NIIED), Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta, serta Korean Cultural Center (KCC). Sekolah-sekolah terpilih yang menjadi lokasi penugasan pun mendapatkan dukungan penuh agar program dapat berjalan optimal.
Pada akhir paparannya, Eni Idayati menyampaikan harapannya agar program ini terus berlanjut karena terbukti memberikan dampak nyata bagi sekolahnya. “Kami melihat perubahan yang signifikan, baik pada guru maupun siswa. Program ini membuat sekolah kami lebih hidup, lebih disiplin, dan lebih kreatif,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi internasional seperti ini sangat penting untuk menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan global.
Presentasi Eni dalam Talkshow Pendidikan Apresiasi GTK 2025 tersebut disambut antusias oleh peserta yang hadir. Mereka menilai pengalaman SDN Cemara 2 Surakarta dapat menjadi contoh penerapan program internasional yang berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di sekolah. Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran lintas negara, kegiatan ini memberi pesan kuat bahwa pendidikan yang maju lahir dari kemauan untuk belajar dan berbagi tanpa batas.
Penulis : Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Peserta Talkshow Pendidikan dari SMK Negeri 10 Semarang

Beri Komentar