Semarang – SMK Negeri 10 Semarang kembali menunjukkan perannya sebagai pelopor inovasi pendidikan vokasi. Setelah pada tahun 2024 membuka jurusan baru Manajemen Logistik, sekolah ini kini menjadi rujukan bagi SMK lain yang ingin mengembangkan kompetensi serupa. Terobosan ini mendapat sambutan positif, bahkan menginspirasi sekolah lain untuk membuka jurusan yang sama.
Hari ini, Rabu 13 Agustus 2025, SMK Negeri 10 Semarang menerima kunjungan studi tiru dari SMK LPI Semarang. Rombongan terdiri dari dua guru, yaitu Etti Asfiyani, S.Pd, dan Anang Wibianto, yang datang khusus untuk mempelajari pengelolaan jurusan Manajemen Logistik. Mereka disambut langsung oleh Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, bersama Ketua Jurusan Manajemen Logistik, Febtyningtyas, serta guru Manajemen Logistik, Mulyo Subagyo.
Kunjungan ini bertujuan untuk menggali informasi mendalam terkait pengelolaan kurikulum, fasilitas praktik, hingga strategi menjalin kemitraan dengan dunia usaha dan industri. Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif SMK LPI Semarang. “Kami menyambut baik keinginan SMK LPI untuk membuka jurusan Manajemen Logistik. SMK Negeri 10 Semarang siap membantu dalam proses persiapan, mulai dari penyusunan kurikulum, perencanaan sarana, hingga strategi implementasi pembelajaran,” ujarnya.
Sebagai bagian dari agenda studi tiru, tamu dari SMK LPI Semarang diajak berkeliling untuk melihat langsung fasilitas praktik siswa jurusan Manajemen Logistik. Rombongan didampingi oleh tim pengelola jurusan yang memaparkan bagaimana proses pembelajaran dilakukan, termasuk penggunaan perangkat teknologi, sistem manajemen gudang, dan simulasi rantai pasok yang menjadi inti keahlian program ini.
Ketua Jurusan Manajemen Logistik, Febtyningtyas, menjelaskan bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga oleh pendekatan yang relevan dengan kebutuhan industri. “Kami membekali siswa dengan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Selain teori, mereka terlibat dalam praktik langsung, termasuk kunjungan industri dan proyek kolaborasi dengan mitra logistik,” jelasnya.
Kepala SMK LPI Semarang, Catur Budi, melalui pesan yang disampaikan timnya, memberikan apresiasi atas keterbukaan SMK Negeri 10 Semarang dalam berbagi pengetahuan. “Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan dan kesediaan SMK Negeri 10 Semarang untuk berbagi pengalaman. Harapan kami, jurusan Manajemen Logistik dapat dibuka di SMK LPI pada tahun pelajaran 2026/2027,” ungkapnya.
Guru SMK LPI Semarang, Etti Asfiyani, juga menambahkan bahwa studi tiru ini sangat bermanfaat untuk memahami langkah teknis pembukaan jurusan baru. “Melihat langsung proses pembelajaran di sini membuat kami lebih paham apa saja yang perlu dipersiapkan, mulai dari SDM pengajar hingga sarana praktik,” tuturnya.
Jurusan Manajemen Logistik di SMK Negeri 10 Semarang sendiri merupakan respon terhadap meningkatnya kebutuhan tenaga terampil di sektor logistik, seiring pesatnya perkembangan industri dan perdagangan. Dengan bekal keahlian yang tepat, lulusan diharapkan mampu mengisi peluang kerja di bidang pergudangan, distribusi, manajemen rantai pasok, hingga e-commerce logistics.
Kunjungan studi banding ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana kedua belah pihak saling bertukar ide dan pengalaman. Hubungan kerja sama yang terjalin diharapkan dapat terus berlanjut, sehingga mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi, khususnya di bidang logistik.
Dengan semangat kolaborasi, SMK Negeri 10 Semarang tidak hanya membangun keunggulan internal, tetapi juga berkontribusi menginspirasi sekolah lain untuk berinovasi. “Kalau banyak SMK membuka jurusan ini, artinya kita bersama-sama mencetak tenaga kerja terampil yang dibutuhkan bangsa,” tutup Ardan Sirodjuddin.
Penulis : Mulyo Subagyo, Guru Matematika SMK Negeri 10 Semarang

Beri Komentar