Pemalang – SMAN 1 Belik menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertema “Peningkatan Kompetensi Guru untuk Memahami Kematangan Moral, Emosi, dan Spiritual untuk Berperilaku Sesuai dengan Kode Etik”, Kamis (15/5/2025). Kegiatan yang berlangsung di laboratorium kimia ini menghadirkan narasumber Ardan Sirodjuddin, seorang pendidik sekaligus praktisi pendidikan, untuk memperkuat peran guru sebagai agen perubahan yang tak hanya cakap secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.
Dalam sambutan pembuka, Kepala SMAN 1 Belik, Wikanti Nur Amaliyah, S.Si., M.Eng., menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas kesediaan Ardan hadir dan berbagi dalam kegiatan ini. Tujuan utama IHT ini adalah meningkatkan kapasitas guru dalam mengelola aspek sosial-emosi siswa, apalagi di tengah maraknya pengaruh media sosial. Guru harus menjadi role model yang utuh, baik secara moral maupun spiritual. Harapan kami, IHT ini membawa kebaikan dan memperkuat kualitas pendidikan di SMAN 1 Belik,” ujarnya.
Sebagai narasumber, Ardan Sirodjuddin memaparkan pentingnya ASN, termasuk guru, untuk senantiasa menginternalisasi nilai-nilai integritas melalui program ASN BerAKHLAK. Ia menjelaskan bahwa ASN BerAKHLAK adalah bagian dari reformasi birokrasi yang diluncurkan oleh KemenPAN-RB untuk membentuk sumber daya manusia yang profesional, jujur, dan bertanggung jawab.
“ASN BerAKHLAK merupakan singkatan dari nilai-nilai utama: Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Ini adalah pedoman sikap bagi ASN dalam menjalankan tugas. Seorang guru yang memahami ini, bukan hanya mampu mengajar, tapi juga menginspirasi dan menumbuhkan karakter peserta didik secara utuh,” jelas Ardan.
Ia menambahkan bahwa guru yang matang secara moral dan emosional akan lebih mampu menghadapi dinamika dunia pendidikan. “Kematangan spiritual dan emosional adalah fondasi. Ketika guru memiliki itu, maka interaksi dengan siswa akan lebih hangat, humanis, dan berdampak positif dalam jangka panjang,” tambahnya.
Peserta IHT pun memberikan respon positif. Salah satunya, Muslih Udin, guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Ia mengungkapkan bahwa materi yang dibawakan Ardan membuka wawasannya. “Saya merasa termotivasi untuk meningkatkan kompetensi dalam memahami kematangan moral, emosi, dan spiritual. Ini bukan hanya soal cara mengajar, tapi bagaimana menjadi pribadi yang bisa menjadi teladan bagi siswa. Pelatihan ini menyadarkan bahwa pendidikan sejati adalah pembentukan karakter,” ujar Muslih.
Kesan serupa disampaikan Naila Rozanah, guru Bahasa Indonesia. “IHT bersama Pak Ardan menghadirkan energi positif. Rasanya ada semangat baru untuk terus menebar kebaikan dan ilmu. Materinya sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi guru saat ini,” tuturnya.
Lili Afida, guru lainnya dari SMAN 1 Belik, juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran Ardan membawa inspirasi baru. “Materi yang beliau sampaikan bukan hanya kaya ilmu, tapi juga sarat inspirasi. Banyak refleksi yang saya dapatkan, terutama dari pengalaman-pengalaman beliau yang sangat membumi. Terima kasih Pak Ardan, semoga kami bisa meneladani semangat Bapak dalam menginspirasi,” ucapnya.
IHT ini menjadi momen penting untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa pendidikan tidak semata-mata soal pengetahuan kognitif. Di balik papan tulis dan materi ajar, ada peran guru sebagai pembentuk nilai dan karakter generasi muda. SMAN 1 Belik berkomitmen menjadikan pelatihan seperti ini sebagai agenda rutin untuk terus mengembangkan kualitas pendidik secara holistik.
Dengan kegiatan ini, SMAN 1 Belik menunjukkan langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat, berintegritas, dan berorientasi pada pembentukan insan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bijak secara moral dan spiritual.

Beri Komentar