Info Sekolah
Minggu, 01 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Guru SMK Negeri 10 Semarang Mengikuti Training of Teachers JA Skills Build

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Swasta

Semarang – Dalam upaya memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi yang kian pesat, Prestasi Junior Indonesia menggelar kegiatan Training of Teachers (ToT) melalui program JA Skills Build. Kegiatan ini digelar pada Rabu, 25 Juni 2025, bertempat di Aula Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, dan diikuti oleh 100 guru dari berbagai sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri di wilayah Semarang dan Pekalongan.

Program pelatihan ini merupakan bentuk nyata kontribusi Prestasi Junior Indonesia terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya di Provinsi Jawa Tengah. Sebanyak 76 guru berasal dari Kota Semarang, sementara 12 guru dari Kabupaten Pekalongan dan 12 lainnya dari Kota Pekalongan turut berpartisipasi. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat kapasitas guru dalam penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan dalam memperkuat pembelajaran berbasis teknologi di satuan pendidikan.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I, Andang Fitriadi, SE, M.Si, didampingi Senior Program Manager – West Region Prestasi Junior Indonesia, Utami A. Herawati. Dalam sambutannya, Andang menegaskan pentingnya peran guru dalam menyikapi perkembangan teknologi, terutama AI, yang kini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Para guru perlu menjadi pelopor dalam penguasaan dan pemanfaatan teknologi. AI bukan lagi hal yang asing, melainkan sudah hadir di sekitar kita. Maka dari itu, pelatihan seperti ini penting agar para pendidik dapat menyesuaikan diri dan mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan,” ujar Andang.

Pelatihan ini menggunakan platform Learning Management System (LMS) yang menyediakan berbagai modul interaktif. Materi yang disampaikan mencakup topik-topik yang aplikatif, seperti membuat pitch elevator dengan AI generatif, pemanfaatan teknologi dalam konser musik, hingga penerapan AI untuk konservasi berkelanjutan dan menciptakan dampak sosial positif melalui solusi digital. Para peserta juga mengikuti quiz di akhir sesi untuk mengevaluasi pemahaman mereka.

Salah satu peserta pelatihan, Sofiatul Nadziyah dari SMK Negeri 10 Semarang, menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan ini. Ia menilai bahwa pelatihan JA Skills Build bukan hanya menambah wawasan, tapi juga membangkitkan semangat baru dalam menjalankan peran sebagai pendidik di era digital.

“Kegiatan ini benar-benar memperkaya sudut pandang saya sebagai seorang pendidik. Saya merasa seperti mendapatkan suntikan semangat dan ide-ide segar yang sebelumnya belum pernah terpikirkan. Materi yang diberikan sangat relevan dengan tantangan pembelajaran saat ini, dan disampaikan dengan pendekatan yang membuat kita sebagai guru tidak hanya belajar secara pasif, tetapi juga diajak berpikir kreatif dan solutif. Saya yakin, wawasan baru ini akan sangat bermanfaat tidak hanya untuk saya pribadi, tetapi juga untuk siswa-siswa saya di kelas,” ungkap Sofiatul dengan antusias.

Selain memberikan pelatihan teknis, program ini juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dan keberanian berinovasi dalam pembelajaran. Guru tidak lagi diposisikan sebagai satu-satunya sumber informasi, tetapi sebagai fasilitator dan pembimbing yang terus berkembang bersama peserta didik.

Senior Program Manager Prestasi Junior Indonesia, Utami A. Herawati, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk mendampingi guru dalam menghadapi transformasi pendidikan berbasis teknologi. “Kami percaya bahwa perubahan besar dalam dunia pendidikan hanya bisa terjadi jika dimulai dari para gurunya. Melalui program JA Skills Build ini, kami ingin memperkuat kompetensi guru agar mampu mentransformasikan kelas menjadi ruang belajar yang dinamis, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” jelas Utami.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing. Mereka tidak hanya membawa pengetahuan baru, tetapi juga semangat pembaruan dalam proses pembelajaran. Guru yang melek teknologi akan mampu menularkan semangat yang sama kepada siswanya, membentuk generasi yang siap bersaing di era digital.

Kegiatan Training of Teachers JA Skills Build ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan kolaboratif antara sektor pendidikan dan organisasi non-pemerintah dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif dan berdaya saing tinggi. Ke depan, Prestasi Junior Indonesia berencana memperluas jangkauan pelatihan serupa ke daerah lain di Indonesia, demi menciptakan lebih banyak guru yang tangguh dan inspiratif di era kecerdasan buatan.

Penulis : Hikma Nurul Izza, Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengembangan SDM

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar