JAKARTA – Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menggelar kegiatan Penelaahan Instrumen Uji Kompetensi Keahlian (UKK) SMK di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk Jakarta pada 27–29 November 2025. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya sinkronisasi sarana pembelajaran sebagai rangkaian program revitalisasi SMK di seluruh Indonesia.
Acara dibuka dengan sambutan Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikdasmen, Dr. Ari Wibowo Kurniawan, yang menekankan pentingnya penguatan instrumen Uji Kompetensi Keahlian sebagai standar mutu lulusan vokasi. “Instrumen UKK adalah pintu utama yang menentukan kualitas kompetensi siswa SMK. Karena itu penelaahan ini harus dilakukan secara cermat, objektif, dan mengikuti kebutuhan dunia kerja,” ujarnya dalam sesi pembukaan.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan teknis mengenai proses penelaahan soal UKK yang disampaikan oleh tim Direktorat SMK bersama Pusdatin. Materi teknis tersebut menjabarkan alur kerja, kriteria kelayakan soal, serta keterkaitan instrumen dengan skema sertifikasi okupasi dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Tim teknis menyebut bahwa penyelarasan instrumen menjadi kunci dalam memastikan UKK mampu mengukur kompetensi siswa secara valid dan terstandar. “Kami ingin memastikan bahwa instrumen yang disusun benar-benar merefleksikan kebutuhan industri,” kata salah satu anggota tim Direktorat dalam pemaparannya.
Memasuki sesi inti kegiatan, para peserta dibagi ke dalam kelompok kerja sesuai dengan bidang keahlian, program keahlian, dan konsentrasi keahlian. Mereka melakukan penelaahan soal bersama tim Direktorat dan fasilitator yang ditunjuk. Proses ini berlangsung intensif, mulai dari verifikasi substansi soal, kesesuaian indikator, ketepatan level kompetensi, hingga penguatan aspek teknis dan bentuk instrumen. Para fasilitator turut memberikan pendampingan dalam memastikan penyusunan instrumen sesuai standar yang telah ditetapkan.
Kegiatan kemudian berlanjut dengan penyusunan hasil penelaahan instrumen UKK berdasarkan skema sertifikasi okupasi/SKKNI. Setiap kelompok menyempurnakan soal-soal UKK sesuai hasil diskusi dan masukan fasilitator. “Penyusunan ini harus benar-benar memperhatikan standar industri agar lulusan SMK siap masuk ke dunia kerja,” ujar salah satu fasilitator yang mendampingi bidang teknologi.
Tahap terakhir adalah evaluasi instrumen penelaahan, mencakup empat paket soal pada masing-masing konsentrasi keahlian. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bahwa setiap instrumen memenuhi kriteria kualitas, kelayakan, dan konsistensi. Proses evaluasi dilakukan bersama fasilitator untuk menghindari bias sekaligus meningkatkan akurasi instrumen yang disusun.
SMK Negeri 10 Semarang turut mengirimkan tiga guru sebagai peserta resmi dalam kegiatan ini. Mereka adalah Hesti Sulistiyowati, S.Pd., M.Si., Dian Primayanto, S.Pd., dan Septiyo Ariyanto, S.Pd. Ketiganya terlibat dalam penelaahan instrumen untuk bidang keahlian yang relevan dengan program keahlian di sekolah. “Kami belajar banyak mengenai standar industri dan bagaimana instrumen UKK harus dirancang. Ini sangat bermanfaat untuk memastikan pembelajaran di sekolah sesuai kebutuhan dunia kerja,” ujar Hesti usai mengikuti salah satu sesi kelompok kerja.
Para peserta berharap kegiatan ini dapat memperkuat kualitas pelaksanaan UKK di seluruh SMK. Selain itu, hasil penelaahan diharapkan mampu meningkatkan relevansi pembelajaran vokasi terhadap perkembangan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Dengan penyusunan instrumen yang lebih terukur, terstandar, dan selaras dengan kebutuhan industri, kegiatan Penelaahan Instrumen UKK SMK ini menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi di Indonesia. “Kami berkomitmen untuk terus melakukan penyempurnaan agar lulusan SMK benar-benar siap bersaing,” tegas Dr. Ari di akhir acara.
Penulis : Dian Primayanto, S.Pd, Guru Produktif Konstruksi Kapal Baja SMK Negeri 10 Semarang

Dengan penelaahan soal UKK, diharapkan mampu meningkatkan relevansi pembelajaran vokasi terhadap perkembangan dunia usaha dan dunia industri. Berharap dalam penyusunan UKK instrumennya lebih terukur, terstandar, dan selaras dengan kebutuhan industri sehingga bisa menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi. SMK HEBAT, VOKASI KUAT.
Maju terus bersama SMK 10…
Mantap semoga membawa manfaat
Mantaaabb’s . . .
Peran serta 3 guru SMK N 10 SMG dalam pemikiran wacana perpaduan kompetensi adalah langkah awal menuju pola penyiapan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan Industri.
Beri Komentar