SEMARANG-SMA Daniel Creative Semarang menggelar In House Training (IHT) Pembelajaran Mendalam pada Selasa, 9 Desember 2025, sebagai upaya memperkuat kompetensi pedagogis seluruh guru. Kegiatan yang berlangsung di kompleks sekolah, Jalan Madukoro Raya, Komplek Semarang Indah Blok F 3–4, Tawangmas, Kecamatan Semarang Barat, itu diikuti penuh antusias oleh seluruh tenaga pendidik. Pelaksanaan IHT ini menjadi langkah strategis sekolah dalam menghadirkan proses pembelajaran yang lebih bermakna, relevan, dan berpusat pada peserta didik.
Kepala SMA Daniel Creative Semarang, Rina Candrawati, M.Pd., dalam sambutan pembukaannya menyampaikan apresiasi atas kesediaan narasumber hadir dan berbagi wawasan di tengah jadwal yang padat. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Ardan Sirodjuddin yang berkenan hadir di SMA DCS di sela kesibukannya. Saya berharap seluruh guru menyerap sebanyak mungkin ilmu yang dibagikan hari ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas,” ujarnya. Rina menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan semangat para guru dalam menghadirkan pembelajaran mendalam yang efektif dan menginspirasi.
IHT menghadirkan narasumber Ardan Sirodjuddin, M.Pd., fasilitator pembelajaran mendalam dari BBGTK Jawa Tengah sekaligus Kepala SMK Negeri 10 Semarang. Dalam paparannya, Ardan menekankan bahwa perubahan pembelajaran harus dimulai dari perubahan pola pikir. Ia menyebut bahwa pola pikir merupakan fondasi utama yang memengaruhi cara seseorang merespons tantangan, menghadapi kegagalan, dan mengambil keputusan. “Pola pikir adalah segalanya. Cara kita berpikir menentukan tindakan yang kita ambil, dan tindakan itu pada akhirnya membentuk hasil hidup kita,” tegasnya.
Ardan menjelaskan bahwa hubungan antara pola pikir, tindakan, dan hasil bersifat kausal. Pola pikir berkembang (growth mindset) mendorong seseorang untuk terus belajar, mencoba hal baru, dan tidak takut gagal. Sementara pola pikir tetap (fixed mindset) justru membuat seseorang menghindari tantangan dan mudah menyerah. “Ketika seseorang percaya dirinya bisa berkembang, ia akan terus bergerak, belajar dari kesalahan, dan berusaha mencari solusi. Sebaliknya, jika merasa kemampuan itu bawaan dan tidak bisa diubah, maka ia akan berhenti mencoba,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa tindakan yang konsisten akan menghasilkan perubahan nyata, sedangkan hasil yang diperoleh—baik keberhasilan maupun kegagalan—akan kembali membentuk pola pikir seseorang di kemudian hari.
Selain membahas konsep pola pikir, Ardan juga memaparkan tentang kerangka pembelajaran mendalam yang mencakup tiga tahapan utama: memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Pada tahap memahami, peserta didik membangun pengetahuan esensial, aplikatif, serta nilai dan karakter melalui pendekatan aktif dan konstruktif. Tahap mengaplikasi mendorong peserta didik menerapkan pengetahuan secara kontekstual untuk memecahkan masalah nyata, menganalisis situasi, dan menghasilkan karya atau solusi kreatif. Sementara tahap merefleksi menjadi ruang bagi peserta didik mengevaluasi proses dan hasil pembelajarannya melalui regulasi diri yang matang. “Refleksi bukan hanya melihat ke belakang, tetapi memperluas cara berpikir untuk menciptakan ide baru,” jelas Ardan dalam pemaparannya.
Lebih jauh, Ardan menekankan tiga prinsip utama dalam pembelajaran mendalam, yakni berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Prinsip berkesadaran menekankan kenyamanan, fokus, dan kesadaran berpikir peserta didik. Pembelajaran juga harus bermakna, relevan dengan kehidupan nyata, dan memungkinkan peserta didik menjadi pemecah masalah di lingkungannya. Sementara itu prinsip menggembirakan menekankan pentingnya pembelajaran yang interaktif, menantang, dan memberi ruang kreativitas. “Ketika peserta didik mengalami momen ‘Aha!’, di situlah pembelajaran sesungguhnya terjadi,” ujar Ardan.
Guru Biologi SMA Daniel Creative, Erin Priskilla, mengungkapkan bahwa IHT berjalan lancar dan memberikan banyak inspirasi untuk praktik pembelajaran konstruktif di kelas. “Kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain memahami kerangka pembelajaran mendalam, kami diajak merefleksikan kembali pentingnya bahagia dalam bekerja. Bapak Ardan begitu antusias dalam memberikan motivasi, dan pengalaman beliau sangat menginspirasi,” katanya. Erin.
Senada dengan itu, guru lainnya, Vincent, menyebut materi yang disampaikan narasumber sangat membuka wawasan para guru mengenai manajemen pembelajaran yang efektif. “Banyak hal yang dapat diambil dari sesi Pak Ardan. Sungguh menginspirasi. Beliau memberikan gambaran menyeluruh tentang pentingnya bergerak bersama, memiliki passion, berbagi ilmu, serta mengembangkan dan mempertahankan growth mindset,” ujarnya.
Gelaran IHT ini menjadi penanda komitmen SMA Daniel Creative Semarang untuk terus berkembang dan memperkuat kapasitas gurunya dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan tuntutan zaman. Melalui pemahaman mendalam mengenai pola pikir, strategi pembelajaran, dan refleksi berkelanjutan, sekolah berharap seluruh guru mampu menciptakan suasana belajar yang tidak hanya informatif tetapi juga bermakna, menyenangkan, dan berdampak bagi peserta didik. Dengan semangat kolaborasi dan keinginan kuat untuk berubah, SMA Daniel Creative Semarang optimistis mampu melahirkan generasi pembelajar yang adaptif, kritis, dan memiliki karakter kuat menghadapi masa depan.
Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, S.Pd, Waka Humas SMK Negeri 10 Semarang

Sukses selalu Pak Ardan
Mantaaabb’s
Semangat berbagi ilmu dan pengalaman. Sukses selalu Pak Ardan.👍🏻
Sukses selalu untuk Daniel Creative Semarang
Terima kasih sudah memberikan penguatan kepada kami, Pak.
Beri Komentar