Info Sekolah
Minggu, 01 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Setiap Kita Adalah Pemimpin

Diterbitkan :

“Kepemimpinan bukan hanya milik mereka yang duduk di kursi kekuasaan. Setiap kita adalah pemimpin—di rumah, sekolah, organisasi, dan masyarakat.” Pernyataan ini sering terdengar sederhana, namun maknanya begitu dalam karena menantang anggapan umum bahwa kepemimpinan hanyalah urusan jabatan. Banyak orang masih mengira bahwa menjadi pemimpin berarti memegang posisi formal, mengenakan seragam khusus, atau memiliki kewenangan besar untuk mengatur orang lain. Padahal, kepemimpinan jauh lebih luas daripada itu. Kepemimpinan adalah aksi nyata, mindset, dan karakter yang dibangun melalui kebiasaan sehari-hari. Artikel ini mengajak kita memahami esensi kepemimpinan yang sesungguhnya, bahwa siapa pun bisa memimpin, bahkan sebelum diberi jabatan apa pun.

Pada hakikatnya, kepemimpinan adalah perpaduan antara pengaruh dan tanggung jawab. Kita memengaruhi orang lain lewat sikap, tutur kata, dan pilihan yang kita ambil. Saat seseorang memilih untuk membantu rekan kerja tanpa diminta, ia sedang memimpin. Ketika orang tua mendidik anaknya dengan empati, kesabaran, dan keteladanan, mereka sedang memimpin. Ketika seorang siswa mengambil peran untuk menenangkan teman yang sedang cemas, itu pun adalah kepemimpinan. Tindakan-tindakan kecil ini membentuk leadership footprint yang berdampak jauh lebih besar daripada sekadar gelar. Dari tindakan sederhana, terbentuklah budaya, kepercayaan, dan rasa saling mendukung—hal-hal yang menjadi inti dari organisasi atau komunitas yang sehat.

Kepemimpinan tidak lahir dari kebetulan. Ia tumbuh dari pilihan sadar yang diambil setiap hari. Mindset seorang pemimpin terbentuk ketika seseorang memutuskan untuk tidak pasif, tidak hanya menjadi penonton kehidupan, tetapi menjadikan dirinya bagian aktif dari perubahan. Tidak perlu menunggu jabatan resmi untuk berperilaku layaknya pemimpin. Seseorang yang menjaga integritas meski tak ada yang melihat, seseorang yang memberi ide tanpa takut ditolak, atau seseorang yang menguatkan tim ketika semua orang merasa lelah—mereka semua sedang menunjukkan leader mindset. Memimpin berarti memikul tanggung jawab bahkan ketika itu tidak tertulis di deskripsi pekerjaan, memilih untuk berdampak bahkan ketika tidak diberi mandat formal.

Namun banyak orang takut menjadi pemimpin karena terjebak pada mitos bahwa pemimpin harus karismatik, pandai bicara, atau lahir dengan bakat istimewa. Faktanya, kepemimpinan dapat dilatih. Sama seperti kemampuan lain, kepemimpinan berkembang melalui pengalaman, keberanian mengambil langkah kecil, dan kesediaan menghadapi kegagalan. Rasa tidak percaya diri itu wajar, tetapi tidak boleh menjadi penghalang. Mengatasi ketakutan ini bisa dimulai dengan mematahkan ekspektasi berlebihan terhadap diri sendiri. Tidak perlu sempurna untuk memimpin—cukup hadir, peduli, dan bersedia bertumbuh. Pemimpin yang baik justru terbentuk dari proses panjang belajar, bukan dari citra sempurna yang dibangun dari luar.

Kesalahan umum dalam kepemimpinan adalah anggapan bahwa pemimpin harus selalu benar dan tidak boleh melakukan kesalahan. Akibatnya, banyak pemimpin takut mengambil risiko atau menolak kritik. Padahal keterbukaan dan kerendahan hati adalah inti dari kepemimpinan yang sehat. Pemimpin yang tulus tidak terobsesi terlihat hebat, tetapi fokus untuk memperbaiki diri dan menciptakan lingkungan yang aman untuk pertumbuhan orang lain. Ketika seseorang membiarkan dirinya belajar dari kesalahan, ia sebenarnya sedang menunjukkan kekuatan yang jauh lebih besar dibanding mereka yang berpura-pura sempurna. Memimpin berarti bersedia mendengar, menerima masukan, dan berubah ketika diperlukan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kepemimpinan justru tampak paling nyata lewat tindakan kecil yang sering disebut sebagai micro leadership, yang berbeda sepenuhnya dari micro-managing. Jika micro-managing mengekang kreativitas orang lain dengan kontrol berlebihan, micro leadership justru memberi ruang bagi orang di sekitar untuk berkembang. Ini adalah seni memimpin dalam skala kecil yang berdampak besar. Misalnya, memberi kesempatan berbicara kepada rekan yang biasanya pendiam dapat membuatnya merasa dihargai dan terdorong untuk lebih percaya diri. Berani berkata “tidak” pada arus yang salah—entah itu budaya kerja tidak sehat atau perundungan—adalah bentuk kepemimpinan moral yang penting. Atau ketika seseorang turun tangan langsung membantu tim di saat sibuk, ia bukan hanya meringankan beban, tetapi juga membangun solidaritas yang memperkuat hubungan kerja. Micro leadership adalah fondasi dari kepemimpinan besar, karena ia membentuk karakter, pola pikir, dan konsistensi seseorang sebelum memikul tanggung jawab yang lebih luas.

Untuk melatih kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari, ada tiga cara praktis yang bisa diterapkan siapa pun, di mana pun. Pertama, ambil inisiatif. Memulai dari hal kecil jauh lebih penting daripada menunggu kesempatan besar. Jika lingkungan kerja membutuhkan perbaikan, mulailah dari meja sendiri, dari tindakan kecil yang meningkatkan efisiensi atau kenyamanan. Kedua, buatlah keputusan bijak dengan memimpin diri sendiri terlebih dahulu. Pemimpin yang tidak bisa mengatur dirinya sulit mengatur orang lain. Mulailah dari disiplin sederhana: mengelola waktu, bertanggung jawab terhadap komitmen, dan konsisten pada nilai yang diyakini. Ketiga, dengarkan dan komunikasikan dengan empati. Active listening adalah keterampilan kepemimpinan terbaik yang sering diremehkan. Mendengar secara utuh menunjukkan penghargaan, dan ketika perlu memberi kritik, sampaikan secara membangun agar orang tetap merasa didukung, bukan dijatuhkan.

Kepemimpinan sejati tumbuh dari bawah ke atas (bottom-up). Itu sebabnya pemimpin yang besar adalah mereka yang melayani lebih dulu, bukan mereka yang hanya memerintah. Pemimpin yang baik turun ke lapangan, melihat langsung situasi, dan memahami realitas yang dihadapi tim. Mereka tidak bersembunyi di balik meja atau berlindung di balik jabatan. Dengan keterlibatan langsung, seorang pemimpin dapat membangun hubungan emosional yang kuat, menumbuhkan kepercayaan, dan memastikan bahwa keputusan dibuat berdasarkan pemahaman nyata, bukan asumsi.

Prinsip-prinsip Aristoteles semakin menegaskan pentingnya karakter dalam kepemimpinan. Dalam virtue ethics, Aristoteles menekankan bahwa kebajikan adalah kebiasaan, bukan tindakan sesekali. Pemimpin harus mengenali dirinya, memahami kecenderungan yang perlu diperbaiki, dan secara konsisten membentuk habit yang baik. Disiplin dan kemandirian menjadi pondasi, karena dari disiplin lahirlah kebebasan untuk berpikir jernih dan bertindak bijaksana. Keberanian dan integritas menuntut pemimpin untuk tidak takut kritik dan tidak pernah berbohong, sebab kepercayaan adalah modal paling berharga. Aristoteles juga menekankan pentingnya visi dan optimisme, yang ia sebut sebagai “harapan dalam keadaan terjaga”—penerang ketika keadaan sulit dan pendorong langkah menuju masa depan. Empati dan keterbukaan lahir dari pengalaman menjadi pengikut: memahami tanpa harus selalu setuju, mendengarkan tanpa menghakimi. Pada akhirnya, pengorbanan untuk kebaikan bersama menjadi prinsip tertinggi. Terkadang diperlukan “perang” dalam arti perjuangan batin, pengorbanan kenyamanan, atau keberanian mengambil keputusan sulit untuk mencapai “damai” yang lebih besar bagi semua.

Semua gagasan ini membawa kita pada satu pemahaman penting: kepemimpinan bukan soal posisi, tetapi karakter dan aksi. Micro leadership menjadi pondasi yang menumbuhkan kebiasaan, keberanian, dan integritas sebelum seseorang memimpin dalam skala besar. Setiap orang dapat memimpin dari tempatnya masing-masing, dimulai dari cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak.

Kini saatnya mengambil peran. “Mulailah memimpin dari diri sendiri hari ini—dengan integritas, keberanian, dan kepedulian.” Dengan langkah-langkah kecil namun konsisten, kepemimpinan bukan lagi sesuatu yang kita tunggu, tetapi sesuatu yang kita bangun setiap hari sebagai kontribusi nyata bagi keluarga, organisasi, dan masyarakat.

Penulis : Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Kepala SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

61 Komentar

Nasi'in Samsul Huda
Minggu, 23 Nov 2025

Dasar kepemimpinan adalah integritas, sedangkan kredibilitas dapat dilatih dengan kebiasaan perilaku bersikap, bertindak dan keberanian dalam mengambil keputusan.

Balas
Aprilia Dwi Asriani
Minggu, 23 Nov 2025

Pemimpin sejati dibentuk dari kebiasaan sederhana untuk bertanggung jawab, jujur, dan terus belajar, menginspirasi orang lain tanpa kita sadari.

Balas
SYAYAROH
Minggu, 23 Nov 2025

Setiap orang dapat memimpin dari tempatnya masing-masing, dimulai dari cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak.

Balas
SYAYAROH
Minggu, 23 Nov 2025

Setiap orang dapat memimpin dari tempatnya masing-masing, dimulai dari cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak

Balas
Dwi Palupi Widyasari, S.Pd, M.Si
Minggu, 23 Nov 2025

memimpin dari diri sendiri mulai hari ini—dengan integritas,kepedulian.” Dengan langkah-langkah kecil namun konsisten, kepemimpinan bukan lagi sesuatu yang kita tunggu, tetapi sesuatu yang kita bangun setiap hari sebagai kontribusi nyata bagi keluarga, organisasi, dan masyarakat.

Balas
Elmina Ita K, M.Si
Minggu, 23 Nov 2025

Pemimpin yg bisa memberikan sauritauladan …sangat keren bsnget

Balas
Siwarni
Minggu, 23 Nov 2025

Keteladanan kunci sukses dari kepemimpinan 👍

Balas
Suwarni
Minggu, 23 Nov 2025

Keteladanan kunci sukses dari kepemimpinan 👍

Balas
Ferdi
Minggu, 23 Nov 2025

Bare minimum adalah memimpin diri sendiri

Balas
Nindar
Minggu, 23 Nov 2025

Menginspirasi menjadi keteladanan

Balas
Joko Suwignyo
Minggu, 23 Nov 2025

Pemimpin adalah orang yang di nomer satukan didepan untuk memberi bimbingan, arahan demi tujuan suatu organisasi
Sabar, iklas dan tawakal dalam bersikap serta memberi contoh dalam hal kebaikan akan menujukan suatu prestasi
HEBAT dan SEMANGAT TERUS PEMIMPINKU …………….. 💪💪💪

Balas
Argun
Minggu, 23 Nov 2025

Pak Ardan, pemimpin yg keren banget 😱

Balas
Septiyo Ariyanto
Minggu, 23 Nov 2025

Setiap orang akan menjadi pemimpin dalam bidangnya masing masing…

Balas
Yusuf Trisnawan
Minggu, 23 Nov 2025

Kepemimpinan sejati tumbuh dari bawah ke atas (bottom-up). Itu sebabnya pemimpin yang besar adalah mereka yang melayani lebih dulu, bukan mereka yang hanya memerintah.

Balas
Verry Wijaya
Minggu, 23 Nov 2025

Kita jangan merasa cuek dengan keadaan dan lingkungan kita maka disitulah awal dari seorang pemimpin ” Jadilah orang yg bisa membawa kebaikan untuk orang lain ” …. Sukses selalu

Balas
Selamet Pujianto
Minggu, 23 Nov 2025

Sangat menginspirasi

Balas
Djoko saputro
Minggu, 23 Nov 2025

Menginspirasi dan inovatif

Balas
SUPARMAN, S.Pd
Minggu, 23 Nov 2025

Mulai dengan memiimpin diri sendiri dengan tidak berada di zona nyaman

Balas
Susanti
Minggu, 23 Nov 2025

Pemimpin yang besar adalah mereka yang melayani lebih dulu, bukan mereka yang hanya memerintah. Pemimpin yang baik turun ke lapangan, melihat langsung situasi, dan memahami realitas yang dihadapi tim. 👍

Balas
Janto
Minggu, 23 Nov 2025

Kepemimpinan bukanlah soal jabatan, melainkan sikap, karakter, dan tindakan sehari-hari yang lahir dari keberanian, integritas, dan kepedulian. Setiap orang dapat menjadi pemimpin melalui langkah kecil seperti mengambil inisiatif, melatih disiplin, mendengarkan dengan empati, serta memberi ruang bagi orang lain untuk bertumbuh. Dengan menekankan konsep micro leadership dan kebajikan Aristoteles, tulisan ini mengingatkan bahwa kepemimpinan sejati dimulai dari memimpin diri sendiri, lalu meluas ke keluarga, sekolah, organisasi, hingga masyarakat, sehingga setiap individu mampu menebarkan pengaruh positif dan harapan bagi lingkungannya.

Balas
Helmi Yuhdana H., S.Pd., M.M.
Minggu, 23 Nov 2025

Mantaaabb’s . . . . .

Balas
Agus
Minggu, 23 Nov 2025

Menginspirasi dan inovatif

Balas
Digna Palupi
Minggu, 23 Nov 2025

Mulailah memimpin dari diri sendiri hari ini—dengan integritas, keberanian, dan kepedulian. Mantap… semangat.👍🏻

Balas
Dwi W
Minggu, 23 Nov 2025

Alhamdulillah

Balas
Lulus Wisnuadi Mulyawan
Minggu, 23 Nov 2025

Pemimpin yang efektif : amanah, cerdas, jujur, berkomunikasi, memberikan keteladan, melayani. Luar biasa..

Balas
Kuslimanto
Minggu, 23 Nov 2025

Setiap orang dapat memimpin dari tempatnya masing-masing, dimulai dari cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak

Balas
Miftakhurrofi'i
Minggu, 23 Nov 2025

Setiap insan adalah pemimpin…
Paling tidak pemimpin bagi dirinya sendiri…

Balas
Af'idatin
Minggu, 23 Nov 2025

Alhamdulillah luar biasa

Balas
Anton Gunawan
Minggu, 23 Nov 2025

Sip

Balas
renia desti
Minggu, 23 Nov 2025

luar biasa

Balas
Hikma Nurul Izza
Minggu, 23 Nov 2025

Setiap orang adalah pemimpin. Setuju 🙌🏻

Balas
Rodhatin
Minggu, 23 Nov 2025

Menginspiirasi keteladanànnya

Balas
Gesit
Minggu, 23 Nov 2025

Aristoteles ” kebijakan adalah kebiasaan, bukan tindakan sesekali “

Balas
Andi Tri Cahyono
Minggu, 23 Nov 2025

Sangat menginspirasi dan memberikan semangat, Alhamdulillah

Balas
Muslim Anwar
Minggu, 23 Nov 2025

Setiap orang adalah pemimpin dirinya sendiri, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban.

Balas
Beny Legowo, S.Sos.I, S.Pd
Minggu, 23 Nov 2025

Sangat menginspirasi sekali semoga kita bisa menjadi pemimpin yang amanah serta adil. Amin amin amin

Balas
ERWIN SETIAWAN
Minggu, 23 Nov 2025

Mantab, setiap manusia adalah pemimpin

Balas
Dian Primayanto
Minggu, 23 Nov 2025

Maju terus SMK 10…

Balas
Dra.Warni
Minggu, 23 Nov 2025

Seorang pemimpin diharapkan dpt melaksanakan tugasnya dengan seadil2 nya tdk akan pernah menganaktirikan utk semua anak buahnya.Bersikap bijak dan profesional..Pemimpin yg baik akan memberi teladan yg baik utk anak buahnys.

Balas
RIZKY TEGUH PRASTYA
Minggu, 23 Nov 2025

Kepemimpinan sejati tumbuh dari bawah ke atas (bottom-up). Itu sebabnya pemimpin yang besar adalah mereka yang melayani lebih dulu, bukan mereka yang hanya memerintah

Balas
Mohammad Yunan
Minggu, 23 Nov 2025

Mindset seorang pemimpin terbentuk ketika seseorang memutuskan untuk tidak pasif, tidak hanya menjadi penonton kehidupan, tetapi menjadikan dirinya bagian aktif dari perubahan.

Balas
noor achmat
Minggu, 23 Nov 2025

Setiap orang diciptakan sebagai pemimpin sesuai kodrat dan tanggung jawab ditempatnya masing-masing.

Balas
Yati
Minggu, 23 Nov 2025

MasyaAlloh 🙏

Balas
WILER UPIK
Minggu, 23 Nov 2025

Kepemimpinan dapat dimulai dari disiplin sederhana: mengelola waktu, bertanggung jawab terhadap komitmen, dan konsisten pada nilai yang diyakini.

Balas
Imam
Minggu, 23 Nov 2025

setiap manusia adalah pemimpin

Balas
Irastuti
Minggu, 23 Nov 2025

Be a good leader, at least for ourselves and our own family…
Thank you pak Ardan utk pencerahannya ttg A good leadership 👍🙏🏻

Balas
Suginah
Minggu, 23 Nov 2025

Mantap dan luar biasa 👍👍

Balas
Tutik
Minggu, 23 Nov 2025

Keteladanan kunci sukses dari kepemimpinan 👍

Balas
Sofiatul Nadziyah
Minggu, 23 Nov 2025

Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan tindakan, pengaruh, dan tanggung jawab yang muncul dari kebiasaan sehari-hari. Siapa pun dapat memimpin melalui sikap dan keputusan kecil yang memberi dampak positif bagi orang di sekitarnya.

Balas
Mulyo S
Minggu, 23 Nov 2025

Kepemimpinan bukan soal jabatan, tetapi pengaruh, tindakan kecil, dan karakter. Siapa pun bisa memimpin melalui inisiatif, integritas, empati, dan kebiasaan baik yang dibangun setiap hari.
Terima kasih Pak Ardan telah menjadi pemimpin yang menginspirasi..semoga sehat selalu..

Balas
Suhermawan, S.Pd.
Minggu, 23 Nov 2025

Jadi teringat ajaran hadits yang artinya : “Setiap dari kalian adalah pemimpin dan tiap tiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban.” (HR Imam Bukhar) .
Jadilah pemimpin dan bertanggung jawab.

Balas
Febtiyaningsih
Minggu, 23 Nov 2025

setiap orang punya peran kepemimpinan. Memimpin dimulai dari diri sendiri, lewat tindakan positif dan tanggung jawab yang konsisten.

Balas
Slamet Adi
Minggu, 23 Nov 2025

Kepemimpinan bukan hanya untuk orang yang punya kedudukan formal (“kursi kekuasaan”), tetapi bisa dimiliki semua orang.

Balas
Soedjatmiko
Minggu, 23 Nov 2025

Luar biasa

Balas
Eni Supriyati
Minggu, 23 Nov 2025

Setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya.
Tidak perlu menunggu jabatan resmi untuk berperilaku layaknya pemimpin..Terus berbuat baik dan ikhlas meskipun tidak terlihat .

Balas
Mohammad Suparjo
Minggu, 23 Nov 2025

Mantap …!!!!
hidup mesti terus berbenah….
Hari ini harus lebihbaik dari kemarin
Dan esuk harus lebih baik daripada hari ini
Semoga semua yg jadi pemimpin di SMKN10 Semarang amanah, mengayomi, dan bisa menambah kesejahteraan bagi yg dipimpinnya
Amiin ya Allah…. 🤲💪👍❤️

Balas
Kholifah Martha
Senin, 24 Nov 2025

Kepemimpinan adalah aksi nyata, mindset, dan karakter yang dibangun melalui kebiasaan sehari-hari.
Terimakasih pak Ardan sudah menginspirasi

Balas
Andhen Priyono
Senin, 24 Nov 2025

Mantab

Balas
Ribka Tri Muryani
Senin, 24 Nov 2025

Saat siap menjadi pemimpin, maka siap menjadi teladan. Trimakasih pak Ardan sudah banyak menjadi teladan di kepada kami.

Balas
Harry
Senin, 24 Nov 2025

Kita memimpin diri sendiri melalui disiplin dan keputusan yang kita buat setiap hari; kita memimpin orang lain melalui sikap, perkataan, dan tindakan yang menginspirasi. Ketika setiap individu menyadari peran kepemimpinan ini, maka perubahan positif dapat dimulai dari hal-hal kecil dan memberi dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat.

Balas
Yati
Kamis, 27 Nov 2025

MasyaAlloh 👍👍👍🙏

Balas

Beri Komentar