Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Berbagi Praktik Baik di Hari Pertama IN 2 Sesi Pertama Melalui Kolaborasi dan Refleksi untuk Pembelajaran Mendalam

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang — Setelah upacara pembukaan yang penuh semangat, kegiatan hari pertama In Service Learning 2 (IN 2) Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) yang diselenggarakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah langsung dimulai dengan sesi berbagi praktik baik antar peserta. Sesi ini menjadi wadah penting bagi para guru dari berbagai sekolah untuk bertukar pengalaman, memberikan umpan balik, dan merefleksikan strategi yang telah mereka gunakan dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam di kelas.

Kesempatan pertama untuk berbagi diberikan kepada SMA Negeri 7 Semarang. Tim dari sekolah ini mengawali presentasi dengan paparan jujur mengenai tantangan dan hambatan yang mereka hadapi. “Kami masih mengalami kesulitan dalam menerapkan Pola Pikir Bertumbuh (PPB) dan belum sepenuhnya meneliti aspek assessment yang sesuai dengan prinsip Pembelajaran Mendalam,” ungkap Adit, salah satu perwakilan guru SMA Negeri 7 Semarang. Mereka juga menyebutkan beberapa kendala internal, seperti respon guru senior yang belum sepenuhnya terbuka terhadap perubahan, serta masih adanya guru yang menggunakan RPP lama, bukan perencanaan berbasis pembelajaran mendalam.

Selain itu, tantangan lain muncul pada aspek lintas disiplin ilmu yang masih sulit dijalankan. Meski demikian, SMA Negeri 7 Semarang menunjukkan semangat perbaikan berkelanjutan dengan praktik baik seperti pelaksanaan supervisi untuk memastikan perbaikan implementasi di kelas. “Kami sudah mulai menggunakan perangkat digital dalam penyusunan RPP, dan kini formatnya sudah mengikuti prinsip Pembelajaran Mendalam,” jelas Adit.

Dalam sesi diskusi, berbagai pandangan muncul menanggapi pengalaman SMA Negeri 7 Semarang. Magdalena dari SMA Masehi 2 Semarang, misalnya, menuturkan bahwa respon guru senior di sekolahnya justru sangat positif. “Di Masehi, guru-guru senior malah jadi contoh bagi yang muda. Mereka justru antusias belajar dan mencoba pendekatan baru,” katanya dengan bangga.

Namun, berbeda dengan pengalaman Sri Wahyuni dari SMAN 1 Semarang. Ia menuturkan bahwa beberapa guru senior di tempatnya meminta agar proses adaptasi terhadap pendekatan baru ini dipermudah. “Guru senior sering merasa terbebani dengan perubahan cepat, jadi kami mencoba mendampingi mereka dengan cara yang lebih lembut,” ujarnya.

Hardiko dari SMAN 8 Semarang, menambahkan bahwa penting bagi sekolah untuk memberikan fleksibilitas waktu bagi guru senior agar dapat menyesuaikan diri. “Guru senior punya ritme kerja dan pengalaman panjang. Yang kita perlukan adalah ruang fleksibel agar mereka bisa menyesuaikan diri tanpa tekanan,” jelasnya. Sementara itu, Supriyadi menekankan pentingnya pembenahan pola pikir bertumbuh atau growth mindset. “Kuncinya adalah perubahan pola pikir. Jika guru memiliki growth mindset, mereka akan lebih mudah menerima perubahan dan belajar hal baru,” tegasnya.

Berlanjut ke sekolah berikutnya, SMA IT Bina Amal membagikan pengalaman berharga dalam mengimplementasikan PM di lingkungan mereka. “Setelah pelatihan dan pengimbasan materi Pembelajaran Mendalam, guru-guru kami mulai mendapatkan gambaran baru tentang model pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik,” jelas Arif Afridi. Guru-guru di sekolah tersebut merasa tertantang untuk mengeksplorasi konsep growth mindset, yang mengajarkan bahwa kemampuan dapat terus berkembang melalui usaha dan refleksi.

Dalam penerapan di kelas, mereka harus meluangkan waktu untuk menelisik dan mengecek ulang RPP agar sesuai dengan prinsip pembelajaran mendalam. Strategi yang dilakukan antara lain melalui diseminasi dan penyamaan persepsi kepada seluruh guru, serta evaluasi berkala lewat supervisi yang dilakukan baik oleh lembaga maupun unit sekolah. “Kami sempat menghadapi tantangan karena masih ada guru yang kukuh dengan format lama dan padatnya kegiatan di awal semester seperti TKA, akreditasi, dan PPDB,” ujar salah satu guru.

Sebagai solusi, sekolah tersebut membuat komitmen bersama seluruh guru dan berkoordinasi dengan bagian Litbang untuk menetapkan standar RPP yang sesuai. Langkah kolaboratif ini terbukti memperkuat konsistensi implementasi PM di SMA IT Bina Amal.

Sementara itu, SMA IT Harapan Bunda menghadirkan praktik inspiratif dengan menjalin kerja sama erat bersama LPIT untuk peningkatan kualitas guru. Melalui program Sekolah Guru Harapan Bunda #Batch 1, sekolah ini menyelenggarakan pelatihan rutin yang mencakup pembelajaran mendalam, pengayaan model dan strategi pembelajaran, hingga pendampingan personal melalui peer-teaching dan coaching.

“Pendampingan personal menjadi kunci agar guru bisa menginternalisasi nilai-nilai Pembelajaran Mendalam, bukan hanya memahami teorinya,” jelas Asma Hanifah. Program supervisi pun dilakukan secara terjadwal, dan kepala sekolah turut berdialog dengan pengawas SMA untuk menyampaikan serta menerima masukan terkait proses pembelajaran.

Menariknya, sekolah ini juga melaksanakan kolaborasi lintas mata pelajaran dalam kegiatan pembelajaran luar sekolah. Pada Kamis, 23 Oktober 2025, mereka mengadakan kegiatan di Herborist dengan melibatkan mata pelajaran Fisika, Kimia, Bahasa Indonesia, dan Ekonomi. Kolaborasi ini tidak hanya menghidupkan suasana belajar yang nyata dan kontekstual, tetapi juga menumbuhkan semangat kerja sama lintas bidang ilmu.

Hari pertama IN 2 menjadi bukti bahwa setiap sekolah memiliki tantangan dan keunikan masing-masing dalam menerapkan pembelajaran mendalam. Namun, dari berbagai pengalaman yang dibagikan, tampak jelas bahwa semangat kolaborasi, refleksi, dan komitmen untuk tumbuh bersama menjadi fondasi utama dalam memperkuat ekosistem belajar di lingkungan pendidikan. Seperti yang disampaikan salah satu fasilitator, “Pembelajaran mendalam bukan hanya tentang metode baru, tetapi tentang cara berpikir baru — baik bagi guru maupun peserta didik.”

Penulis : Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Fasilitator Pembelajaran Mendalam BBGTK Jawa Tengah

Artikel ini memiliki

3 Komentar

arimurti asmoro
Rabu, 15 Okt 2025

Pelatihan Pembelajaran Mendalam, meningkatkan kompetensi guru yang kreatif dan inovatif dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin maju, sehingga dapat mencapai pendidikan yang lebih bermutu.

Balas
Joko Suwignyo
Rabu, 15 Okt 2025

Perlunya mindset pola pikir bertumbuh dalam proses pembelajaran pada prinsip pembelajaran mendalam, dari tantangan, hambatan dan harapan, ayo SEMANGAT 💪💪💪👍

Balas
Helmi Yuhdana H., S.Pd., M.M.
Rabu, 15 Okt 2025

Mantaaabb’s….

Balas

Beri Komentar