SEMARANG – Dalam upaya memperkuat sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat, Kapolrestabes Semarang menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Ngopi Kamtibmas”. Acara yang berlangsung santai namun sarat makna ini digelar di Aula Kecamatan Semarang Utara pada Rabu (22/4/2026) mulai pukul 19.30 WIB.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Heri Wahyudi, yang mewakili Kapolrestabes Semarang. Dalam sambutannya, Heri menjelaskan bahwa “Ngopi Kamtibmas” merupakan wadah komunikasi dua arah yang strategis antara kepolisian dan warga. Ia menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang nyata untuk menyerap aspirasi serta masukan terkait kondisi keamanan di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendengarkan langsung apa yang dirasakan masyarakat, termasuk dari kalangan pelajar, sehingga langkah-langkah yang diambil kepolisian bisa lebih tepat sasaran,” ujar Heri dalam sambutannya.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat teras di Kota Semarang, di antaranya Walikota Semarang, Komandan Kodim 0733/BS Semarang, Kepala Kesbangpol, Kepala BPBD, hingga Kepala Satpol PP Kota Semarang. Turut hadir pula Camat dan Kapolsek dari wilayah Semarang Utara serta Semarang Tengah, serta para pimpinan institusi pendidikan seperti Kepala SMKN 10 Semarang dan Kepala SMK Jateng.
SMK Negeri 10 Semarang turut berpartisipasi aktif dengan mengirimkan tujuh delegasi siswanya, yakni Muhammad Haykal Akhirin (XI RPL 3), Ramona (X TKR 1), Devta Febri Mardiyansyah (XI RPL 1), Sabian Fardha Jayahutama (XI TP 2), Nisa Fitri Kamila (X ML 1), Ganendra Bagaskara (XI TP 2), dan Putri Ayu Shifa R (XI TP 2).
Keterlibatan pelajar dalam forum ini mendapat sambutan positif. Salah satu delegasi SMKN 10 Semarang menilai acara ini sebagai sarana efektif bagi generasi muda untuk bersuara langsung di depan pimpinan daerah, termasuk Walikota Semarang. Menurutnya, forum ini menjadi ajang untuk mengevaluasi perkembangan serta kekurangan fasilitas penunjang keamanan di lingkungan masyarakat.
Selain itu, para siswa juga menyoroti kemudahan teknologi dalam menjaga Kamtibmas. Adanya aplikasi “Libas” dinilai mempermudah masyarakat dalam melaporkan gangguan keamanan tanpa rasa ragu, sehingga warga merasa lebih aman dan terlayani dengan fasilitas yang tersedia.
Kegiatan “Ngopi Kamtibmas” diharapkan dapat terus menjadi jembatan dialog untuk menciptakan situasi Kota Semarang yang kondusif, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Penulis : Nur Kholifah, S.S., Staff Humas SMKN 10 Semarang

Beri Komentar