SEMARANG – Jurusan Teknik Pengelasan SMK Negeri 10 Semarang kembali menunjukkan inovasi pembelajaran melalui pelaksanaan inkuiri kolaboratif berbasis projek. Kegiatan ini diwujudkan dalam pembuatan karya produk Gunungan Wayang Wesi yang dikerjakan oleh siswa kelas XI sebagai bagian dari implementasi pembelajaran kontekstual dan penguatan kompetensi kewirausahaan di SMK.
Pada Senin pagi, hasil karya siswa mendapat perhatian langsung dari Kepala Sekolah, Albasori, S.Pd. Dalam kesempatan tersebut, beliau melakukan review dan dialog interaktif dengan siswa terkait berbagai aspek penting produk, mulai dari detail desain, fungsi produk, proses pembuatan, potensi nilai jual, hingga perencanaan anggaran biaya produksi. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi profesional, serta kesiapan siswa menghadapi tantangan dunia kerja maupun dunia usaha.
Pelaksanaan inkuiri kolaboratif ini diprakarsai oleh Anton Gunawan, S.Pd selaku guru mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan. Dalam prosesnya, pembelajaran melibatkan kolaborasi lintas mata pelajaran sehingga menghasilkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa. Peran drafter dalam kegiatan ini didampingi oleh guru produktif Teknik Pengelasan, Nasiin Samsul Huda, yang memastikan desain teknis produk dapat diwujudkan secara tepat sesuai standar bengkel.
Selain itu, guru Seni Budaya, Aris Guntoro, S.Sn turut memberikan pendampingan pada aspek estetika dan nilai filosofi karya sehingga produk memiliki daya tarik visual dan nilai seni yang kuat. Dukungan juga diberikan oleh guru Matematika, Nyaminah, S.Pd yang membimbing siswa dalam melakukan perhitungan kebutuhan bahan serta estimasi biaya produksi. Sementara itu, guru Bahasa Indonesia, Dini Riyani, S.Pd berperan dalam meningkatkan kemampuan siswa menyusun laporan projek dan mempresentasikan produk secara komunikatif dan sistematis.
Tahapan akhir dalam proses produksi melibatkan peran Quality Control yang dijalankan oleh Mohammad Yunan, S.Pd. Pada tahap ini dilakukan pengecekan kualitas hasil pengelasan, kerapian finishing, keamanan konstruksi, serta kesesuaian produk dengan standar kerja dan kebutuhan pasar.
Kegiatan inkuiri kolaboratif ini merupakan implementasi nyata pembelajaran Project Based Learning (PjBL) di SMK yang menekankan pada integrasi antara kompetensi teknis (hard skills) dan keterampilan nonteknis (soft skills). Siswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami proses perencanaan, kerja tim, komunikasi, serta pengendalian mutu seperti yang diterapkan di dunia industri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa semakin siap menjadi lulusan SMK yang kompeten, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta peluang kewirausahaan di masa depan.
Penulis : Staf Humas SMKN 10 Semarang

Keren .
TOP banget 👍
Beri Komentar