CIMAHI — BBPPMPV BMTI Cimahi resmi membuka Program Upskilling dan Reskilling bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Tahun 2026 Angkatan 2 GMAW Level 1 pada Senin, 2 Maret 2026. Program yang ditujukan bagi guru-guru produktif pengelasan dari berbagai daerah di Indonesia ini dibuka langsung oleh Kepala BBPPMPV BMTI, Dr. Anwar Sidarta. Kegiatan ini berlangsung dalam beberapa tahapan mulai 25 Februari hingga 10 April 2026, mencakup pembelajaran daring, luring, uji kompetensi, hingga magang industri.
Dalam sambutan pembukaan, Anwar Sidarta menegaskan bahwa para peserta merupakan individu terpilih yang mendapat kepercayaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di daerah masing-masing. Ia mengajak seluruh peserta untuk meluruskan niat dan memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal. “Bapak dan Ibu yang hadir di sini adalah peserta pilihan dari setiap daerah. Perbaiki niat, karena tugas yang diemban bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kemajuan siswa dan sekolah,” ujarnya.
Program ini diselenggarakan dengan skema bertahap. Pelatihan daring telah dilaksanakan pada 25 hingga 27 Februari 2026 sebagai pengantar materi dasar. Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan luring di kampus BBPPMPV BMTI Cimahi pada 2 hingga 12 Maret 2026 untuk praktik intensif pengelasan GMAW Level 1 dengan fasilitas yang disesuaikan standar industri. Setelah itu, peserta akan menjalani Uji Kompetensi Keahlian (UKK) pada 13 sampai 14 Maret 2026 sebagai tolok ukur capaian pembelajaran. Tahap akhir berupa program magang di industri direncanakan berlangsung pada 6 hingga 10 April 2026 guna memperkuat pengalaman kerja nyata.
Anwar juga menekankan pentingnya pembaruan pengetahuan secara berkelanjutan di tengah perkembangan teknologi manufaktur yang sangat cepat. Menurutnya, guru vokasi harus selalu selangkah lebih maju agar mampu menyiapkan lulusan yang siap kerja. “Update pengetahuan adalah keharusan. Dunia industri berubah cepat, dan guru harus menjadi jembatan antara teknologi terbaru dengan siswa di sekolah,” katanya.
Selain peningkatan kompetensi teknis, peserta juga dibekali strategi pengembangan growth mindset. Kepala BBPPMPV BMTI menjelaskan bahwa perubahan pola pikir dari negatif menjadi positif menjadi kunci keberhasilan dalam pembelajaran maupun karier. Ia mengajak peserta untuk berani keluar dari zona nyaman, terbuka terhadap kritik, serta menjadikan tantangan sebagai peluang untuk berkembang.
Para peserta menyambut program ini dengan antusias. Salah satunya Agung Nuril Hijaz, guru dari SMK Negeri 10 Semarang, yang mengaku bersyukur kembali mendapat kesempatan mengikuti pelatihan di BBPPMPV BMTI Cimahi. Menurutnya, program ini sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi saat ini.
“Alhamdulillah, ini kedua kalinya saya terpanggil mengikuti program di BBPPMPV BMTI Cimahi. Program Upskilling ini luar biasa karena diisi oleh pengajar yang kompeten di bidangnya serta fasilitas pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan industri terkini,” ujar Agung saat ditemui di sela kegiatan.
Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan di sekolahnya. “Semoga setelah selesai nanti bisa diimplementasikan kepada siswa-siswi di SMK Negeri 10 Semarang, sehingga mereka memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja,” tambahnya.
Program Upskilling dan Reskilling ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi nasional, khususnya pada bidang manufaktur dan pengelasan yang menjadi sektor strategis industri. Dengan meningkatkan kapasitas guru sebagai ujung tombak pembelajaran, diharapkan kualitas lulusan SMK semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar kerja global.
Melalui kombinasi pembelajaran teori, praktik intensif, sertifikasi kompetensi, dan pengalaman magang industri, BBPPMPV BMTI menargetkan peserta tidak hanya memahami teknologi pengelasan modern, tetapi juga mampu mentransfer keahlian tersebut secara efektif kepada siswa di sekolah masing-masing. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Waka Humas SMK Negeri 10 Semarang

Beri Komentar