SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang kembali menggencarkan sosialisasi pelayanan publik melalui kegiatan Lapor Semarang Goes to School Vol.4 yang digelar pada Selasa, 24 Februari 2026, di Aula SMAN 2 Semarang. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus informasi kepada pelajar mengenai berbagai layanan yang disediakan oleh Pemerintah Kota Semarang, khususnya program pengaduan masyarakat “Lapor Semarang”.
Program ini dirancang sebagai sarana partisipasi warga dalam pembangunan kota melalui penyampaian aspirasi, kritik, maupun laporan terkait pelayanan umum dan sarana prasarana. Pengaduan dapat dilakukan secara langsung melalui situs web maupun aplikasi resmi yang telah disediakan pemerintah kota.
Kegiatan diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Semarang melalui program Lapor Semar Solusi AWP (Agustina Wilujeng Pramesti), PPID Kota Semarang, serta layanan darurat 112. Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan PPID Kota Semarang, Dian Wulandari, selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi.
Dalam sambutannya, Dian Wulandari menekankan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan kota. Ia mengajak para pelajar untuk memanfaatkan berbagai layanan publik secara maksimal sekaligus berani menyampaikan masukan.
“Adik-adik pelajar adalah bagian penting dari masyarakat Kota Semarang. Manfaatkan layanan yang sudah disediakan pemerintah dengan baik, dan jangan ragu untuk berkontribusi melalui program Lapor Semarang. Suara kalian sangat berarti bagi kemajuan kota,” ujarnya di hadapan ratusan siswa yang hadir.
Ia juga menambahkan bahwa pelajar dapat melaporkan berbagai persoalan, mulai dari kerusakan fasilitas umum, pelayanan publik, hingga kondisi lingkungan sekitar sekolah dan tempat tinggal.
“Kami ingin pelajar tidak hanya menjadi pengguna fasilitas, tetapi juga pengawas dan penggerak perubahan. Jika ada masalah, laporkan melalui kanal resmi agar dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti paparan materi, menyimak simulasi penggunaan aplikasi, hingga mengajukan pertanyaan seputar prosedur pelaporan. Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi mengenai layanan darurat 112 yang dapat diakses selama 24 jam tanpa biaya.
Salah satu peserta, Ramona, siswi kelas X TKR 1 SMK Negeri 10 Semarang, menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi pelajar.
“Kegiatan seperti ini harus lebih sering dilakukan agar program pemerintah yang luar biasa ini semakin dikenal oleh banyak pelajar. Jadi kami bisa memanfaatkan fasilitas pelayanan yang sudah disediakan Pemkot Semarang dengan baik,” ungkapnya.
Menurut Ramona, selama ini tidak semua siswa mengetahui adanya kanal resmi pengaduan yang mudah diakses. Ia berharap sosialisasi serupa dapat menjangkau lebih banyak sekolah sehingga partisipasi pelajar dalam pembangunan kota semakin meningkat.
Pendapat serupa disampaikan Beny Legowo, guru pendamping dari SMK Negeri 10 Semarang. Ia mengaku baru mengetahui secara detail berbagai program layanan publik yang disiapkan pemerintah kota.
“Saya sebagai warga Kota Semarang secara pribadi baru mengetahui bahwa ada program-program yang sangat baik dan luar biasa dari Pemkot untuk warganya. Harapan saya, sosialisasi seperti ini bisa dilakukan lebih masif dan lebih sering lagi agar semakin banyak warga yang terbantu dan terlayani,” tuturnya.
Beny menambahkan bahwa bagi pelajar, kegiatan ini sangat membantu karena mereka menjadi lebih mudah mengakses layanan pemerintah secara mandiri.
“Bagi siswa, ini sangat penting karena mereka jadi tahu ke mana harus melapor jika menemukan masalah di lingkungan sekitar. Dengan begitu, mereka bisa ikut berperan dalam pembangunan kota. Semarang akan semakin maju dan semakin hebat,” katanya.
Melalui kegiatan Lapor Semarang Goes to School, pemerintah kota berharap tercipta budaya partisipatif di kalangan generasi muda. Pelajar tidak hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi juga mitra pemerintah dalam mewujudkan kota yang responsif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Program ini sekaligus menjadi upaya memperluas jangkauan informasi agar seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar, mengetahui hak dan akses mereka terhadap layanan pemerintah. Dengan keterlibatan aktif warga sejak usia sekolah, Pemkot Semarang optimistis pembangunan kota dapat berjalan lebih efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta ajakan kepada seluruh peserta untuk segera mengunduh aplikasi Lapor Semarang dan memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan transparan demi terwujudnya kota yang semakin maju dan berdaya saing.
Penulis : Sofiatul Nadziyah, Staf Kesiswaan SMK Negeri 10 Semarang

Beri Komentar