Info Sekolah
Kamis, 16 Apr 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Sholat Dhuha Berjamaah di SMK Negeri 10 Semarang, Upaya Tingkatkan Kualitas Puasa Melalui Penghayatan Al-Fatihah

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang – Suasana khusyuk menyelimuti Aula SMK Negeri 10 Semarang pada Selasa, 24 Pebruari 2026 pagi. Sejak pukul 07.30 WIB, ratusan siswa, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul untuk mengikuti kegiatan Sholat Dhuha Berjamaah yang digelar sebagai bagian dari pembinaan spiritual warga sekolah. Kegiatan ini dipimpin oleh Imam Beni Legowo, sementara tausiyah atau kultum disampaikan oleh Johan Hanifah. Agenda tersebut bertujuan meningkatkan kualitas puasa melalui pembiasaan sholat sunnah dhuha serta penguatan pemahaman keagamaan.

Kegiatan dimulai dengan pelaksanaan sholat dhuha secara berjamaah yang berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Lantunan bacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan Imam Beni Legowo menggema di dalam aula, menghadirkan suasana religius yang menenangkan. Para siswa tampak mengikuti setiap gerakan dengan tertib, mencerminkan keseriusan dalam menjalankan ibadah sunnah tersebut.

Usai Sholat dilantunkan doa bersama yang dipimpin Beni Legowo :

“Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha ini adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, kekuasaan ini adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan ini adalah perlindungan-Mu. 
Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, maka turunkanlah; jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah; jika masih sukar, maka mudahkanlah; jika (ternyata) haram, maka sucikanlah; jika masih jauh, maka dekatkanlah.
Demi kebenaran Dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Usai berdoa, Johan Hanifah menyampaikan kultum yang berisi ajakan untuk merenungi makna Surat Al-Fatihah sebagai inti dari setiap rakaat sholat. Dalam pembukaannya, ia mengucapkan salam serta mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan berkumpul dalam majelis yang penuh keberkahan.

“Puji syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang dengan limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul dalam majelis yang penuh keberkahan ini,” ujar Johan Hanifah di hadapan para jamaah.

Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar agenda rutin sekolah, melainkan ruang untuk membersihkan hati dan menenangkan jiwa di tengah kesibukan aktivitas belajar. Menurutnya, di era modern yang serba cepat, majelis ilmu dan dzikir menjadi oase yang menyegarkan serta sarana untuk mengarahkan kembali kehidupan kepada Al-Qur’an sebagai pedoman utama.

Dalam inti ceramahnya, Johan Hanifah mengajak siswa untuk lebih menghayati Surat Al-Fatihah yang setiap hari dibaca dalam sholat. Ia menyampaikan bahwa meskipun surat tersebut paling sering dilafalkan, tidak sedikit yang belum benar-benar memahami kedalaman maknanya.

“Setiap rakaat shalat, kita mengulanginya; setiap hari, kita melafalkannya berkali-kali. Namun kedekatan dalam pelafalan belum tentu sebanding dengan kedalaman penghayatan,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa Al-Fatihah dikenal sebagai Ummul Qur’an atau induk Al-Qur’an karena merangkum pokok-pokok ajaran Islam, mulai dari pujian kepada Allah, pengakuan atas kekuasaan-Nya, hingga permohonan petunjuk menuju jalan yang lurus. Dengan memahami maknanya, lanjut dia, kualitas sholat akan meningkat dan berdampak langsung pada kualitas puasa yang dijalankan.

Menurut Johan, sholat yang khusyuk akan membentuk karakter yang lebih sabar, jujur, dan disiplin, sehingga ibadah puasa tidak hanya menjadi ritual menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sarana pembentukan akhlak. Ia juga mengingatkan bahwa dalam sebuah hadis qudsi disebutkan Allah menjawab setiap ayat Al-Fatihah yang dibaca hamba-Nya dalam sholat.

“Bayangkan betapa agungnya momen itu. Setiap rakaat adalah dialog dua arah antara kita dengan Allah. Jika kesadaran ini hadir, mustahil kita membaca Al-Fatihah dengan tergesa-gesa,” katanya.

Selain sebagai inti ibadah, ia menambahkan bahwa Al-Fatihah juga dikenal sebagai syifa atau penyembuh, baik bagi penyakit fisik maupun penyakit hati seperti iri, sombong, dan putus asa. Dengan penghayatan yang mendalam, surat tersebut diyakini mampu menenangkan jiwa di tengah tekanan kehidupan.

Kepala sekolah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme siswa. Ia menilai kegiatan Sholat Dhuha Berjamaah menjadi langkah konkret sekolah dalam membangun budaya religius dan karakter positif di lingkungan pendidikan.

“Kami berharap pembiasaan sholat dhuha ini tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan di rumah. Dengan demikian, kualitas puasa anak-anak kita semakin baik karena ditopang oleh ibadah sunnah yang konsisten,” ujarnya.

Melalui Sholat Dhuha Berjamaah yang digelar pada Selasa pagi itu, SMK Negeri 10 Semarang menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam spiritualitas. Dengan penghayatan mendalam terhadap Al-Fatihah sebagai inti sholat, diharapkan para siswa mampu meningkatkan kualitas puasa dan menjadikan ibadah sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan.

Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Waka Humas SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

1 Komentar

Ana
Selasa, 24 Feb 2026

Aamiin … Ya Robbal Alamin

Balas

Beri Komentar