Jakarta — Upaya memperkuat peran strategis Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam menyiapkan lulusan siap kerja global terus digencarkan pemerintah. Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyelenggarakan Seri Webinar SMK Berani Mendunia 2026 #2 bertema “Peluang Kerja Luar Negeri Sektor Hospitality” pada Kamis, 19 Februari 2026 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti secara daring oleh berbagai satuan pendidikan kejuruan di Indonesia, termasuk Tim Humas SMK Negeri 10 Semarang.
Webinar ini bertujuan meningkatkan pemahaman sekolah mengenai peluang kerja internasional sekaligus mempersiapkan murid SMK menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kompeten, terlindungi, dan profesional. Sektor hospitality dipilih karena dinilai memiliki kebutuhan tenaga kerja tinggi di berbagai negara, terutama pada industri hotel, restoran, resort, hingga spa.
Direktur SMK Kemendikdasmen, Dr. Arie Wibowo Khurniawan, menegaskan pentingnya orientasi hasil dalam pendidikan vokasi serta peluang kerja global bagi lulusan SMK.
“Transformasi pendidikan vokasi saat ini menuntut Sekolah Menengah Kejuruan untuk tidak lagi hanya berorientasi pada proses pembelajaran semata, tetapi juga pada outcome atau hasil nyata setelah peserta didik lulus. SMK mulai mempersiapkan outcome atas lulusannya untuk bisa menembus pasar tenaga kerja dalam dan bahkan luar negeri.”
Ia juga menyoroti besarnya peluang sektor hospitality di pasar internasional yang membutuhkan tenaga kerja terampil dari SMK.
“Sektor hospitality merupakan salah satu bidang yang memiliki peluang besar di pasar internasional. Industri perhotelan, restoran, resort, hingga spa terus berkembang di berbagai negara dan membutuhkan tenaga kerja terampil, disiplin, serta memiliki standar layanan profesional.”
Dalam pemaparannya, narasumber dari PT All Qurrny Bagas Pratama, Ni Made Utariani, menjelaskan bahwa peluang kerja di luar negeri bagi lulusan SMK sangat terbuka, khususnya bagi mereka yang memiliki keterampilan vokasi dan kemampuan bahasa asing. “Industri hospitality global membutuhkan tenaga kerja yang siap pakai. Lulusan SMK sebenarnya memiliki keunggulan karena sudah dibekali kompetensi praktik sejak di bangku sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, program penempatan pekerja migran yang disosialisasikan mencakup berbagai negara tujuan, antara lain Turki, Bulgaria, Rumania, Polandia, Kuwait, Yordania, hingga Maldives dan Malaysia. Posisi kerja yang tersedia meliputi hotel, restoran, dan luxury day spa dengan status pekerjaan penuh waktu dan penempatan langsung di lokasi kerja.
Menurutnya, calon pekerja migran dari lulusan SMA atau SMK berusia 18 hingga 35 tahun memiliki peluang besar selama memenuhi persyaratan administratif dan kesehatan. “Minimal pendidikan SMA atau SMK, memiliki pengalaman atau keterampilan di bidang hospitality, serta kemampuan bahasa Inggris dasar sudah cukup untuk mengikuti proses seleksi,” jelasnya.
Dari sisi kesejahteraan, pekerjaan di sektor hospitality luar negeri menawarkan penghasilan yang kompetitif. Berdasarkan materi yang disampaikan, pekerja dapat memperoleh gaji sekitar Rp10 juta hingga Rp20 juta per bulan, disertai fasilitas makan tiga kali sehari, tempat tinggal, transportasi kerja, asuransi, hingga tiket pulang-pergi sesuai kebijakan perusahaan. “Selain gaji, fasilitas yang diberikan perusahaan cukup lengkap sehingga pekerja dapat fokus bekerja dan menabung,” kata Ni Made Utariani.
Ia juga memaparkan alur penempatan pekerja migran yang meliputi seleksi administrasi, wawancara, pemeriksaan kesehatan, pengurusan dokumen, pengajuan visa, pembekalan, hingga keberangkatan serta monitoring selama masa kerja. Total biaya penempatan sekitar Rp15 juta dengan skema pembayaran bertahap dan pembiayaan resmi.
Tim Humas SMK Negeri 10 Semarang yang mengikuti kegiatan tersebut menilai webinar ini sangat bermanfaat sebagai referensi pengembangan program sekolah, khususnya dalam mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja internasional. Salah satu perwakilan tim menyampaikan bahwa informasi yang diperoleh akan disosialisasikan kepada siswa dan orang tua.
“Kegiatan ini membuka wawasan bahwa lulusan SMK memiliki peluang besar untuk bekerja di luar negeri secara legal dan profesional. Sekolah tentu perlu menyiapkan kompetensi, karakter, serta kemampuan bahasa agar siswa benar-benar siap,” ungkapnya.
Webinar SMK Berani Mendunia sendiri merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong lulusan pendidikan vokasi agar tidak hanya terserap di pasar kerja domestik, tetapi juga mampu menembus pasar global. Dengan pembekalan yang tepat, lulusan SMK diharapkan dapat menjadi pekerja migran yang terampil sekaligus duta bangsa di mancanegara.
Melalui kegiatan ini, pemerintah menegaskan bahwa penempatan PMI harus dilakukan secara prosedural dan aman, sehingga perlindungan terhadap pekerja tetap menjadi prioritas. Sekolah juga didorong menjalin kerja sama dengan lembaga resmi penempatan tenaga kerja guna memastikan lulusan mendapatkan kesempatan kerja yang layak.
Dengan semakin terbukanya peluang kerja internasional di sektor hospitality, SMK diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mencetak tenaga kerja muda yang siap mendunia. Partisipasi SMK Negeri 10 Semarang dalam webinar ini menjadi bukti komitmen sekolah untuk terus meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing secara global sekaligus membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.
Penulis : Mulyo Subagyo, Ketua BKK SMK Negeri 10 Semarang

Beri Komentar