Semarang — Suasana khidmat menyelimuti Aula SMK Negeri 10 Semarang pada Jumat (6/2/2026). Warga sekolah, mulai dari guru, karyawan hingga siswa, berkumpul dalam kegiatan Khotmil Qur’an dan doa arwah jama’ keluarga besar SMKN 10 Semarang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Takmir Masjid Baitul Iman sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus pelestarian tradisi keagamaan di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya mendoakan keluarga dan saudara bapak ibu guru serta karyawan SMKN 10 Semarang yang telah meninggal dunia agar mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah SWT. Selain itu, acara ini juga menjadi sarana nguri-nguri tradisi Ruwahan, tradisi yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Jawa menjelang bulan suci Ramadan.
Ketua panitia menyampaikan bahwa pelaksanaan Khotmil Qur’an ini melibatkan seluruh unsur warga sekolah. Bacaan Al-Qur’an 30 juz dikhatamkan secara bersama-sama, dilanjutkan dengan doa arwah jama’ yang dipanjatkan secara khusyuk.
Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd, menyambut baik dan memberikan apresiasi penuh atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki makna mendalam bagi kehidupan spiritual dan kebersamaan warga sekolah.
“Kegiatan ini berniat baik, maka saya dukung sepenuhnya. Terima kasih kepada Takmir Masjid Baitul Iman atas kerja hebatnya dalam menyelenggarakan acara ini. Semoga menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat,” ujar Ardan Sirodjuddin dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai religius.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita diingatkan bahwa pada akhirnya semua akan kembali kepada Allah SWT. Saat itulah doa dan bacaan Al-Qur’an dari keluarga dan ahli waris sangat dibutuhkan,” lanjutnya.
Peserta kegiatan yang terdiri dari bapak ibu guru, karyawan, serta siswa SMKN 10 Semarang tampak mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan. Kehadiran siswa dalam kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi spiritual, agar generasi muda memahami pentingnya doa, Al-Qur’an, dan tradisi mendoakan orang tua serta leluhur.
Salah satu peserta, Muslim Anwar, mengungkapkan bahwa kegiatan Khotmil Qur’an dan doa arwah jama’ ini memberikan manfaat besar bagi dirinya dan peserta lain.
“Kegiatan ini sangat berarti bagi kami. Di tengah-tengah kesibukan kami dalam melaksanakan pekerjaan, sangat jarang bisa mengirimkan bacaan Al-Qur’an 30 juz untuk ahli kubur kami. Dengan diadakannya kegiatan ini, kami sangat terbantu untuk mengirimkan pahala bacaan Al-Qur’an bagi keluarga kami yang sudah meninggal dunia,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin, karena selain bernilai ibadah, juga mempererat rasa kekeluargaan antarwarga sekolah.
Melalui kegiatan Khotmil Qur’an dan doa arwah jama’ ini, SMKN 10 Semarang menegaskan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara pendidikan vokasi dan pembinaan karakter religius. Tradisi Ruwahan yang terus dilestarikan menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar sekolah bahwa kehidupan bersifat sementara, sementara doa dan amal kebaikan akan terus mengalir sebagai bekal di akhirat kelak.
Penulis : Beni Legowo, Guru PAI SMK Negeri 10 Semarang.

Berkah barokah untuk SMKN 10 Semarang
Budaya yg baik membaca Al Qur’an bisa dilanjutkan di waktu mendatang .
Semoga bisa menjadi penerang kubur bagi ahli kubur keluarga besar SMK N10 SEMARANG .AAMIIN
Alhamdulillah
Subhanallah, mantap dan luar biasa semoga istiqomah.
Alhamdulillah berkah untuk semua. Saya pribadi sangat seneng akan kegiatan ini dan semoga menjadi kegiatan rutin di SMKN 10 Semarang….aamiin2….
Beri Komentar