SEMARANG-SMK Negeri 10 Semarang kembali menorehkan terobosan di bidang literasi dengan meluncurkan sebuah buku kolaboratif yang melibatkan orang tua atau wali murid sebagai penulis. Buku berjudul SMK Negeri 10 Semarang di Mata Orang Tua Murid tersebut resmi diluncurkan pada Jumat, 9 Januari 2026, dalam sebuah acara sederhana namun sarat makna yang digelar di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd.
Buku ini memuat kumpulan pandangan, pengalaman, dan refleksi orang tua terhadap kinerja SMK Negeri 10 Semarang dalam mendidik putra-putri mereka. Mulai dari proses pembelajaran, pembinaan karakter, hingga prestasi yang diraih siswa, seluruhnya disampaikan dari sudut pandang orang tua sebagai konsumen layanan pendidikan. Gagasan penerbitan buku ini berangkat dari upaya sekolah untuk memperkuat komunikasi dua arah sekaligus membangun ekosistem literasi yang inklusif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Proses penerbitan buku tidak dilakukan secara instan. Setelah pengumpulan artikel dari para orang tua murid, naskah melalui tahapan penyuntingan dan penataan layout hingga akhirnya siap diterbitkan dalam bentuk buku. Keterlibatan aktif orang tua dalam setiap tahap menjadi nilai lebih yang menegaskan semangat kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
Dalam sambutannya saat peluncuran buku, Kepala SMK Negeri 10 Semarang Ardan Sirodjuddin, M.Pd. menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas karya kolaboratif tersebut. Menurutnya, buku ini bukan sekadar dokumentasi tulisan, melainkan cerminan hubungan komunikasi yang sehat dan produktif antara sekolah dan orang tua murid. “Saya merasa sangat bangga. Buku ini menjadi bukti bahwa SMK Negeri 10 Semarang tidak berjalan sendiri. Ada kepercayaan, ada keterbukaan, dan ada kolaborasi yang luar biasa dari orang tua. Ini adalah bentuk komunikasi hebat antara sekolah dan konsumennya, dalam hal ini orang tua murid,” ujar Ardan.
Ardan menambahkan, keterlibatan orang tua dalam kegiatan literasi seperti ini memberikan pesan kuat kepada siswa tentang pentingnya kerja sama, kreativitas, dan budaya menulis. Ia berharap buku tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi orang tua dalam dunia pendidikan.
Antusiasme juga datang dari para orang tua murid yang terlibat langsung dalam penulisan buku. Salah satu orang tua murid, Dwi Rahayu, mengaku bangga dengan inisiatif sekolah yang melibatkan orang tua dalam kegiatan literasi. “Selamat pagi Bapak Ardan, kami sangat bangga dengan inisiatif sekolah untuk menerbitkan buku karya kolaborasi dengan orang tua. Ini adalah ide yang luar biasa untuk melibatkan orang tua dalam kegiatan sekolah dan mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua,” tuturnya.
Dwi Rahayu menilai buku tersebut tidak hanya menjadi kenangan berharga bagi siswa dan orang tua, tetapi juga contoh nyata bagi siswa tentang pentingnya kerja sama dan kreativitas. “Kami yakin buku ini akan menjadi kenangan yang berharga bagi siswa dan orang tua. Selain itu, juga dapat menjadi contoh bagi siswa tentang pentingnya kerja sama dan kreativitas. Kami berharap buku ini dapat menjadi inspirasi bagi orang tua lain untuk terlibat dalam kegiatan sekolah,” lanjutnya.
Dukungan serupa disampaikan Rohimah, salah satu wali murid, yang menilai program ini sebagai langkah positif. “Mendukung program yang sangat bagus, semoga ke depannya semakin lebih baik,” ujarnya singkat namun penuh makna. Sementara itu, Indah, orang tua murid lainnya, mengungkapkan kekagumannya dengan ungkapan sederhana, “Masya Allah, keren.”
Apresiasi mendalam juga disampaikan oleh Sri Widji. Menurutnya, penerbitan buku ini membuat orang tua merasa benar-benar dilibatkan dalam proses pendidikan dan kesuksesan anak-anak mereka. “Bagus dengan terbitnya buku ini, orang tua merasa dilibatkan juga. Kesuksesan anak didik dan prestasi mereka juga karena kerja sama orang tua dan guru. Sekolah yang kami pilih ternyata sangat tepat membantu kesuksesan anak didik. Terima kasih guru-guru SMKN 10, kami bangga memilih bersekolah di SMKN 10 untuk mendidik putra kami,” ungkap Sri Widji.
Melalui peluncuran buku SMK Negeri 10 Semarang di Mata Orang Tua Murid, sekolah ini tidak hanya menunjukkan komitmennya terhadap penguatan budaya literasi, tetapi juga menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim pendidikan yang lebih terbuka, partisipatif, dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.
Penulis : Sofiatul Nadziyah, Staf Kesiswaan SMK Negeri 10 Semarang

Kiprah orang tua murid dalam menulis buku di SMK N 10 SMG adalah bentuk kepedulian perkembangan pendidikan yang berproses untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan kedepanya
Mantaaabb’s….
Beri Komentar