Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Ruang Tamu Jadi Etalase Literasi, Kepala SMK Negeri 10 Semarang Resmikan Pojok Baca Karya Guru

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang — Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd, menginisiasi kehadiran Pojok Baca di Ruang Tamu SMK Negeri 10 Semarang sebagai bagian dari penguatan budaya literasi sekolah. Pojok Baca tersebut secara resmi dilaunching pada Rabu, 07 Januari 2026, langsung oleh Kepala SMK Negeri 10 Semarang, dan menjadi langkah strategis sekolah dalam menghadirkan wajah pendidikan yang inspiratif sejak langkah pertama tamu memasuki lingkungan sekolah.

Launching Pojok Baca dilaksanakan di ruang tamu utama SMK Negeri 10 Semarang. Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh pandangan bahwa ruang tamu sekolah bukan sekadar area tunggu atau lobi administratif, melainkan etalase yang mencerminkan nilai, karakter, dan semangat belajar warga sekolah. Dalam dunia arsitektur rumah, ruang tamu sering disebut sebagai wajah penghuni. Filosofi yang sama diterapkan di dunia pendidikan, di mana ruang tamu sekolah menjadi wajah institusi pendidikan itu sendiri.

“Kami ingin setiap orang yang datang ke SMK Negeri 10 Semarang langsung merasakan atmosfer belajar dan semangat intelektual sekolah ini, bahkan sebelum mereka berbincang dengan siapa pun,” ujar Ardan Sirodjuddin. Menurutnya, ruang tamu harus berbicara dengan caranya sendiri, menyampaikan pesan bahwa sekolah adalah ruang hidup bagi gagasan, kreativitas, dan inspirasi.

Berangkat dari filosofi tersebut, ruang tamu SMK Negeri 10 Semarang tidak dibiarkan menjadi ruang yang kaku dan dingin. Sekolah berupaya menghidupkan ruang tersebut dengan menghadirkan Pojok Baca yang nyaman, menarik secara visual, dan sarat makna. Pojok baca ini dirancang agar tamu yang menunggu—baik orang tua siswa, mitra industri, alumni, maupun tamu kehormatan—dapat memanfaatkan waktu mereka dengan aktivitas membaca yang bermutu.

Keunikan Pojok Baca SMK Negeri 10 Semarang terletak pada koleksi bukunya. Buku-buku yang dipajang bukan sekadar bacaan umum, melainkan karya asli para guru SMK Negeri 10 Semarang. Setiap buku merepresentasikan pemikiran, pengalaman, dan dedikasi guru dalam dunia pendidikan. Koleksi tersebut meliputi buku pengembangan karakter, panduan teknis kejuruan sesuai kompetensi keahlian, refleksi pedagogi, hingga karya sastra ringan yang menyentuh sisi kemanusiaan pembacanya.

“Kami sengaja menampilkan karya guru sendiri agar para tamu bisa melihat bahwa guru-guru di sini tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga berkarya dan berpikir secara mendalam,” kata Ardan. Ia menambahkan bahwa karya tulis guru adalah bukti nyata budaya literasi yang hidup dan terus tumbuh di lingkungan sekolah.

Dengan kehadiran Pojok Baca ini, ruang tamu sekolah tidak hanya menyambut tamu secara fisik, tetapi juga mengajak mereka berdialog secara intelektual. Setiap buku menjadi jendela gagasan yang memperkenalkan nilai-nilai sekolah, semangat belajar, serta komitmen para pendidik dalam membentuk masa depan peserta didik. Tamu yang membaca tidak hanya mengenal SMK Negeri 10 Semarang sebagai lembaga pendidikan kejuruan, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya ide dan inspirasi.

Salah satu guru penulis yang karyanya dipajang, Arimurti Asmoro, M.Pd  mengungkapkan rasa bangganya. “Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menulis dan berbagi gagasan. Karya kami tidak hanya dibaca siswa, tetapi juga tamu yang datang ke sekolah,” ujarnya. Menurutnya, Pojok Baca ini menjadi penghargaan moral bagi guru untuk terus mengembangkan diri.

Melalui inisiatif ini, SMK Negeri 10 Semarang menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang inspirasi yang hidup. Sejak detik pertama seseorang melangkah masuk, sekolah ingin menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya literasi, pemikiran kritis, dan keteladanan intelektual. Karena di SMK Negeri 10 Semarang, setiap tamu tidak hanya disambut dengan senyum, tetapi juga dengan buku—sebab buku adalah jendela pengetahuan, dan ruang tamu adalah etalase jiwa sekolah.

Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Waka Humas SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

16 Komentar

Joko Suwignyo
Kamis, 8 Jan 2026

Literasi semakin mantab di SMK N 10 SEMARANG

Balas
Ferdi
Kamis, 8 Jan 2026

Melestarikan literasi di lingkup pendidikan

Balas
Eni Supriyati
Kamis, 8 Jan 2026

SMK N10 Semarang , semakin keren dan berwarna .

Balas
Dra.Warni
Kamis, 8 Jan 2026

Alhamdulillah.Semoga bermanfaat sebagai media utk berliterasi dan menambah pengetahuan utk semua warga sekolah.

Balas
Verry Wijaya
Kamis, 8 Jan 2026

Semakin keren K.10 semoga bisa bermanfaat untuk semua

Balas
risanti
Kamis, 8 Jan 2026

SMK Negeri 10 Semarang berhasil menghadirkan ruang sambut yang komunikatif, inspiratif, dan bermakna.

Balas
Susanti
Kamis, 8 Jan 2026

Ruang Literasi untuk semua. 👍🏻

Balas
Helmi Yuhdana H.,
Kamis, 8 Jan 2026

Mantaaabb’s

Balas
SUPARMAN, S.Pd
Kamis, 8 Jan 2026

Semoga dengan semangat literasi di SMK N 10 semakin maju dan menambah wawasan guru

Balas
Mungki Satya
Kamis, 8 Jan 2026

Luar biasa! Apresiasi setinggi-tingginya untuk Kepala SMKN 10 Semarang yang telah mewadahi karya para guru. Menampilkan karya guru di ruang tamu sekolah bukan sekadar hiasan, melainkan bentuk pengakuan atas profesionalisme dan intelektualitas pendidik. Ini adalah cara terbaik membangun budaya literasi: dimulai dari gurunya lebih dulu

Balas
Af'idatin
Kamis, 8 Jan 2026

Luar biasa🔥🔥🔥

Balas
Sona
Kamis, 8 Jan 2026

sudah bagus tapi lemarinya kaku kurang estetik

Balas
Rodhatin
Kamis, 8 Jan 2026

Alhamdulillah smoga bermanfaat

Balas
Landung Jati Ismoyo
Kamis, 8 Jan 2026

Alhamdulillah,..
Semoga sangat bermanfaat & berguna

Balas
Landung Jati Ismoyo
Kamis, 8 Jan 2026

Alhamdulillah,..
Semoga sangat bermanfaat & berguna

Balas
Gesit
Jumat, 9 Jan 2026

Mantab…👌👌

Balas

Beri Komentar