Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Penilaian Kinerja Guru SMK Negeri 10 Semarang Tuntas, Kepala Sekolah Tekankan Peningkatan Kapabilitas dan Layanan Pembelajaran

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang — Proses Penilaian Kinerja Guru  SMK Negeri 10 Semarang di akhir tahun 2025 resmi dinyatakan selesai. Penilaian ini menjadi salah satu agenda strategis sekolah dalam memastikan mutu pembelajaran dan kinerja organisasi berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Seluruh rangkaian penilaian telah dilaksanakan secara sistematis, objektif, dan berkelanjutan.

Penilaian kinerja yang dilaksanakan pada akhir tahun ini meliputi SKP Triwulan IV, SKP Tahunan, PKSP, serta Penilaian Kinerja di Ruang GTK. Seluruh guru terlibat aktif dalam proses tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab profesional sekaligus komitmen peningkatan kualitas layanan pendidikan di SMK Negeri 10 Semarang.

Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh guru atas kerja sama, kedisiplinan, serta kesungguhan dalam menyelesaikan seluruh tahapan penilaian kinerja tepat waktu.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru SMK Negeri 10 Semarang. Penyelesaian Penilaian Kinerja ini menunjukkan komitmen kita bersama dalam menjaga profesionalisme dan mutu layanan pendidikan,” ujar Ardan.

Lebih lanjut, Ardan menegaskan bahwa penilaian kinerja bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen refleksi dan perbaikan berkelanjutan. Ia meminta seluruh Guru untuk terus meningkatkan kapabilitas diri, baik dari sisi kompetensi pedagogik, profesional, maupun sikap kerja, demi peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan kinerja organisasi sekolah.

“Penilaian Kinerja ini bukan untuk mencari kesalahan. Justru sebaliknya, ini menjadi cermin bagi kita semua untuk terus belajar, bertumbuh, dan meningkatkan kualitas layanan pembelajaran serta kinerja organisasi sekolah,” tegasnya.

Secara konseptual, Penilaian Kinerja Guru (PKG) merupakan proses penilaian yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan terhadap pelaksanaan tugas guru, mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, hingga evaluasi dan tindak lanjut hasil belajar peserta didik. Penilaian ini juga mencakup pelaksanaan tugas profesional guru lainnya sesuai standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Tujuan utama Penilaian Kinerja tidak berhenti pada aspek penilaian semata. PKG dirancang untuk mengetahui tingkat profesionalisme guru, meningkatkan mutu pembelajaran, serta menjadi dasar pembinaan dan pengembangan karier. Selain itu, hasil penilaian kinerja juga digunakan untuk penentuan angka kredit dan kenaikan pangkat atau jabatan, sekaligus mendorong guru melakukan refleksi dan perbaikan secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, Penilaian Kinerja Guru di SMK Negeri 10 Semarang menilai empat kompetensi utama guru, yakni kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Kompetensi pedagogik mencakup kemampuan guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang bermakna, melakukan penilaian hasil belajar, serta memanfaatkan hasil evaluasi untuk perbaikan pembelajaran.

Sementara itu, kompetensi profesional menekankan pada penguasaan materi ajar dan kemampuan guru dalam melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Kompetensi kepribadian mencerminkan keteladanan, etos kerja, integritas, dan kedisiplinan guru dalam menjalankan tugas. Adapun kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama secara efektif dengan siswa, rekan sejawat, orang tua, serta seluruh warga sekolah.

Ardan menambahkan bahwa seluruh proses penilaian kinerja di SMK Negeri 10 Semarang dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip objektif, adil, transparan, dan akuntabel. Penilaian juga diarahkan sebagai sarana pembinaan melalui pendekatan coaching dan mentoring, sehingga hasilnya benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sekolah.

“Kami ingin budaya penilaian kinerja di SMK Negeri 10 Semarang menjadi budaya belajar. Dari hasil penilaian, kita bisa saling menguatkan, saling membimbing, dan bersama-sama meningkatkan mutu pembelajaran,” ungkapnya.

Dengan rampungnya Penilaian Kinerja Guru akhir tahun 2025 ini, SMK Negeri 10 Semarang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada peningkatan kompetensi dan kesejahteraan peserta didik. Penilaian kinerja diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan sekolah yang profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Waka Humas SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar