Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Rakor MKKS SMK Jawa Tengah Perkuat Sinergi Wujudkan Lulusan Berstandar Nasional dan Siap Go Global

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang — Upaya peningkatan mutu pendidikan vokasi terus diperkuat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hal tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (Rakor MKKS) SMK Provinsi Jawa Tengah yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan MKKS SMK se-Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini mengusung tema “Bersinergi untuk Mewujudkan Lulusan SMK Provinsi Jawa Tengah Berstandar Nasional dan Go Global”.

Rakor yang berlangsung di Ballroom Hotel Grasia Semarang ini dilaksanakan pada hari Selasa, 16 Desember 2025 mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh 534 peserta. Peserta terdiri atas Pengurus MKKS SMK Provinsi Jawa Tengah, Ketua MKKS SMK Kabupaten dan Kota, serta Kepala SMK negeri dan swasta dari seluruh wilayah Jawa Tengah. Kehadiran ratusan kepala sekolah dan pengambil kebijakan ini mencerminkan kuatnya komitmen kolektif dalam menjawab tantangan pendidikan vokasi di era global dan revolusi industri.

Kegiatan dibuka dengan paparan dari Ainur Rojik, S.Pd., M.Eng., Kepala Bidang SMK, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, S.Pd., S.Sos., S.Ipem., M.Eng., dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menempatkan SMK sebagai garda terdepan dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul, terampil, dan siap memasuki dunia kerja sesuai dengan konsentrasi keahlian masing-masing.

Ia menyampaikan bahwa dukungan pemerintah terhadap pengembangan SMK diwujudkan secara nyata melalui berbagai Bantuan Pemerintah (Bantah), baik yang menyasar peningkatan kompetensi guru, penguatan sarana dan prasarana pembelajaran, maupun pengembangan kompetensi murid. Bantuan tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas layanan pendidikan di SMK. Namun demikian, ia juga menekankan bahwa keberhasilan SMK tidak hanya bertumpu pada dukungan pemerintah, melainkan harus diiringi dengan langkah proaktif sekolah dalam membangun kemitraan berkelanjutan dengan dunia usaha, dunia kerja, dan industri.

Sesi utama Rakor diisi oleh Dr. Arie Wibowo Khurniawan, S.Si., M.Ak., Direktur SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa peningkatan mutu SMK merupakan kunci strategis dalam menyiapkan talenta vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. Menurutnya, tantangan yang dihadapi SMK saat ini tidak hanya berkaitan dengan kurikulum, tetapi juga mencakup kualitas kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi guru, lingkungan belajar, serta kompetensi murid yang harus mampu menjawab dinamika teknologi dan standar kerja global.

Lebih lanjut, Dr. Arie memperkenalkan konsep SMK Bermutu yang dibangun melalui empat pilar utama. Keempat pilar tersebut meliputi kepemimpinan kepala sekolah yang visioner dan adaptif terhadap perubahan, guru yang kompeten dan memiliki kedekatan dengan dunia industri, lingkungan belajar yang produktif, aman, dan mendukung pembelajaran berbasis praktik, serta murid yang memiliki sertifikasi kompetensi dan pengalaman kerja nyata. Implementasi keempat pilar ini diyakini tidak hanya menghasilkan lulusan siap kerja, tetapi juga melahirkan agen perubahan yang mampu mendorong inovasi daerah, meningkatkan produktivitas industri, dan menciptakan nilai tambah ekonomi. Talenta lulusan SMK diharapkan menjadi kekuatan baru Indonesia dalam mewujudkan daya saing global.

Sementara itu, suasana Rakor semakin hidup dengan sesi motivasi yang disampaikan oleh Drs. Joko Sutrisno, Founder Bukit Sekipan Grup sekaligus Ketua PHRI Surakarta. Dalam sesi tersebut, ia memberikan motivasi kepada para kepala sekolah untuk tetap optimis dan berani berinovasi dalam mengembangkan SMK di tengah pesatnya perkembangan teknologi global. Ia mendorong kepala sekolah agar memastikan proses pembelajaran di SMK bersifat realistis, kontekstual, dan selaras dengan kebutuhan dunia usaha, industri, dan dunia kerja.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarmata pelajaran agar peserta didik tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki daya analisis yang kuat, berpikir kritis, serta mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan teknologi yang sangat cepat.

Secara keseluruhan, Rakor MKKS SMK Provinsi Jawa Tengah berlangsung dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Diskusi yang konstruktif dan semangat kolaboratif yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara SMK, pemerintah, dunia industri, dan masyarakat. Dengan sinergi tersebut, SMK di Jawa Tengah diharapkan semakin mampu menjaga keseimbangan antara supply dan demand tenaga kerja melalui lulusan yang unggul, kompeten, berkarakter, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Penulis : Arimurti Asmoro, S.Pd, M.Pd, Pelaksana Tugas Kepala Tata Usaha SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

3 Komentar

Helmi Yuhdana H., S.Pd., M.M.
Sabtu, 20 Des 2025

Mantaaabb’s……

Balas
Joko Suwignyo
Sabtu, 20 Des 2025

Cerminan kebijakan untuk Kuatkan komitmen kolektif dalam menjawab tantangan global vokasi

Balas
Susanti
Sabtu, 20 Des 2025

Semoga diskusi yang konstruktif dan semangat kolaboratif yang terbangun dalam kegiatan ini mampu memperkuat sinergi antara SMK, pemerintah, dunia industri, dan masyarakat, sehingga lulusan SMK dapat bersaing di tingkat global.

Balas

Beri Komentar