TUNTANG-SMAN 1 Tuntang menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertajuk IHT Peningkatan Kapabilitas Guru SMAN 1 Tuntang pada Rabu, 17 Desember 2025, pukul 08.00–10.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di ruang Foding SMAN 1 Tuntang ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan (tendik) dengan tujuan utama membangun growth mindset serta meningkatkan kapabilitas guru agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.
IHT menghadirkan narasumber Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Fasilitator Pembelajaran Mendalam BBGTK Jawa Tengah yang juga menjabat sebagai Kepala SMK Negeri 10 Semarang. Dalam paparannya, Ardan menekankan pentingnya perubahan pola pikir guru sebagai fondasi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Menurutnya, growth mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan seseorang bukanlah sesuatu yang tetap, melainkan dapat dikembangkan melalui usaha, pembelajaran, strategi yang tepat, serta bantuan dari orang lain.
“Konsep growth mindset yang dikembangkan oleh Carol Dweck membedakan antara fixed mindset dan growth mindset. Guru perlu menyadari bahwa dirinya selalu bisa berkembang, tidak berhenti pada kemampuan yang ada saat ini,” ujar Ardan di hadapan peserta IHT. Ia menambahkan bahwa guru dengan growth mindset akan lebih terbuka terhadap umpan balik, memiliki semangat belajar sepanjang hayat, serta mampu memperbarui pengetahuan dan keterampilan mengajarnya di tengah perubahan dunia pendidikan yang sangat cepat.
Lebih lanjut, Ardan menjelaskan bahwa growth mindset penting bagi guru karena menjadikan guru sebagai teladan bagi siswa. Ketika guru berani menunjukkan proses belajar dan tidak takut gagal, siswa akan lebih termotivasi untuk berusaha dan tidak mudah menyerah. “Guru yang percaya dirinya bisa memperbaiki praktik mengajar akan lebih inovatif, reflektif, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik,” katanya. Selain itu, growth mindset juga berperan dalam mengurangi burnout karena tantangan dipandang sebagai peluang belajar, bukan ancaman.
Dalam sesi tersebut, Ardan juga memaparkan berbagai cara meningkatkan kapabilitas guru melalui growth mindset, antara lain dengan melakukan refleksi diri dan evaluasi berkala terhadap praktik pembelajaran, mengikuti pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan, serta memperkuat kolaborasi dengan rekan sejawat. “Budaya umpan balik yang konstruktif perlu dibangun di sekolah. Masukan dari kepala sekolah, sesama guru, bahkan dari siswa dapat menjadi bahan berharga untuk pengembangan diri,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya merangkul kesalahan sebagai bagian dari proses belajar serta menetapkan tujuan pembelajaran yang spesifik dan terukur.
Kegiatan IHT ini mendapat respons positif dari para peserta. Agung Riyadi, guru SMAN 1 Tuntang, mengaku terkesan dengan materi dan cara penyampaian narasumber. “IHT terasa cepat berlalu meskipun berlangsung beberapa jam. Sejak 2019 saya mengikuti Bapak Ardan di Facebook dan membaca tulisan-tulisan beliau yang representatif. Suatu kehormatan bisa berjumpa langsung. Materi yang disampaikan sangat menarik tentang bagaimana guru merekonstruksi pola pikir agar penyelesaian masalah di sekolah lebih solutif, dengan pemaparan yang kuat, berkarakter, berdialektika, dan komunikatif,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Lilik Sugiyani. Menurutnya, perubahan mindset guru sangat penting agar tidak terjebak pada pola pembelajaran yang monoton. “Dengan melakukan analisis SWOT, guru bisa melihat tantangan sebagai peluang. Guru juga perlu mau belajar hal-hal baru sesuai perkembangan zaman sehingga tetap kreatif dan inovatif dalam pembelajaran,” ujarnya.
Sementara itu, Taufiq Harpan Aldila menilai IHT ini relevan dengan kondisi pendidikan saat ini. “Di era yang serba cepat berubah, kita perlu selalu berpikir secara bertumbuh dan berani keluar dari zona nyaman sebagai guru. Pada IHT kali ini, semua dibahas tuntas. Terima kasih Bapak Ardan,” katanya.
Di akhir sesi, panitia melaksanakan refleksi peserta melalui pengerjaan soal. Dari 40 peserta, terpilih tiga peserta terbaik, yakni juara 1 Yoga Indrajatmoko, juara 2 Bagus Kendhit J., dan juara 3 Ahmad Ihya Ulumuddin. Masing-masing juara mendapatkan hadiah dari narasumber yang diserahkan oleh Dudy Istiyarto, Alvin Widyarto, dan Trubus sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif peserta.
Panitia IHT SMAN 1 Tuntang, Dwi Endarto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap IHT ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. “Secara keseluruhan, IHT ini sangat bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi guru dan sekolah. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini, tetapi ditindaklanjuti dengan penerapan nyata di kelas serta saling berbagi praktik baik agar kualitas pembelajaran terus meningkat,” ujarnya.
Melalui IHT Peningkatan Kapabilitas Guru SMAN 1 Tuntang ini, sekolah berharap terbangun budaya growth mindset yang kuat di kalangan pendidik, sehingga mampu mendorong terwujudnya pembelajaran mendalam dan berkelanjutan demi peningkatan mutu pendidikan.






Users Today : 381
Users Yesterday : 1559
This Month : 43738
This Year : 43738
Total Users : 694820
Views Today : 844
Total views : 3702695
Who's Online : 16





Beri Komentar