SALATIGA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Anggaran 2025 sebagai upaya memastikan optimalisasi pemanfaatan bantuan pemerintah pusat sekaligus pengamanan aset negara. Kegiatan evaluasi ini dilaksanakan selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 17–18 Desember 2025, bertempat di Wahid Prime Hotel Salatiga, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 95, Kota Salatiga, dan diikuti oleh 196 peserta dari berbagai unsur pengelola pendidikan SMK di Jawa Tengah.
Evaluasi tersebut dihadiri Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan, Kepala SMK penerima DAK Tahun 2025, Ketua Jurusan atau Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, serta petugas penginput aset dari SMK negeri dan swasta penerima bantuan. Kegiatan ini dimulai setiap hari pukul 14.00 WIB hingga selesai dan menjadi forum strategis untuk menilai capaian, kendala, serta langkah perbaikan dalam pelaksanaan DAK Fisik SMK.
Ketua Panitia kegiatan, Ainur Rojik, M.Eng., dalam laporan pembukaannya menyampaikan bahwa Jawa Tengah menunjukkan capaian signifikan dalam penerimaan bantuan DAK Fisik SMK dari Direktorat SMK. “Sebanyak 60 persen SMK di Jawa Tengah mendapatkan bantuan dari Direktorat SMK. Ini menunjukkan kepercayaan pemerintah pusat terhadap kesiapan dan kinerja daerah,” ujar Ainur. Ia menambahkan bahwa pada tahun 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah mengalami kemajuan nyata dalam penerimaan bantuan, baik dari sisi jumlah maupun pemerataan sekolah penerima.
Menurut Ainur, tujuan utama pelaksanaan evaluasi ini adalah untuk pengamanan aset bantuan DAK agar seluruh sarana dan prasarana yang dibangun atau disediakan dapat tercatat, terkelola, dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pembelajaran. “Evaluasi ini penting agar aset yang berasal dari DAK Fisik benar-benar aman secara administrasi dan memberi manfaat maksimal bagi peningkatan kualitas pendidikan vokasi,” katanya.
Kegiatan evaluasi secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, S.Pd., S.Sos., S.IPem., M.Eng. Dalam sambutannya, Sadimin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir dan berkomitmen mengikuti kegiatan evaluasi. “Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran bapak dan ibu semua. Kegiatan ini penting untuk memastikan bantuan yang kita terima benar-benar memberikan dampak positif bagi SMK di Jawa Tengah,” tuturnya.
Sadimin menegaskan bahwa Jawa Tengah saat ini tengah “panen prestasi” di tingkat nasional, termasuk dalam bidang pendidikan vokasi. Banyaknya bantuan yang diterima oleh SMK di Jawa Tengah, menurutnya, merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Meski demikian, ia mengingatkan agar sekolah terus melakukan perbaikan dan pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai basis utama penyaluran bantuan. “Sekolah-sekolah diminta untuk terus memperbaiki dan melengkapi Dapodik, karena data yang valid menjadi kunci utama keberlanjutan bantuan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sadimin juga menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan DAK Fisik secara tepat sasaran. Ia meminta agar sarana dan prasarana yang diperoleh benar-benar digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran di SMK. Selain itu, aspek administrasi juga harus dilaksanakan dengan baik dan tertib agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. “Bantuan harus dimanfaatkan secara optimal untuk pembelajaran, dan secara administrasi harus dilaksanakan dengan baik, transparan, serta akuntabel,” tegasnya.
Salah satu peserta kegiatan, Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah yang dinilainya luar biasa. Menurut Ardan, capaian prestasi dan keberhasilan dalam meraih berbagai bantuan nasional merupakan hasil kepemimpinan yang kuat dan visioner. “Luar biasa kinerja Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah sehingga mampu meraih prestasi yang membanggakan. Ini menjadi motivasi bagi kami di satuan pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan evaluasi ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah berharap pelaksanaan DAK Fisik SMK Tahun Anggaran 2025 dapat berjalan semakin efektif, tertib, dan berdampak langsung pada peningkatan mutu lulusan SMK. Evaluasi ini sekaligus menjadi sarana refleksi dan perbaikan berkelanjutan agar SMK di Jawa Tengah semakin siap mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.







Users Today : 935
Users Yesterday : 1001
This Month : 1936
This Year : 46415
Total Users : 697497
Views Today : 3557
Total views : 3711736
Who's Online : 6





Beri Komentar