BATAM-Kunjungan Industri peserta Bimbingan Teknis Pengelolaan Sarana dan Prasarana bagi SMK penerima Bantuan Revitalisasi 2025 dilaksanakan di PT Labtech Penta International, Batam, pada Sabtu, 13 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh peserta bimtek SMK penerima bantuan revitalisasi dari berbagai daerah secara bergiliran.
Kegiatan ini diselenggarakan sejalan dengan kebijakan Program Revitalisasi SMK 2025 yang menekankan peningkatan mutu pembelajaran melalui penguatan sarana dan prasarana praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. PT Labtech Penta International Batam dipilih sebagai lokasi kunjungan karena merupakan perusahaan multinasional penyedia peralatan pendidikan teknik dan vokasi berstandar internasional yang telah bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan di dalam dan luar negeri.
Kunjungan industri dan bimbingan teknis ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SMK dalam mengelola sarana dan prasarana agar sesuai dengan standar industri serta mampu mendukung implementasi program revitalisasi secara optimal. Selain tujuan umum tersebut, kegiatan ini juga diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai standar industri dalam proses pengadaan, instalasi, serta perawatan peralatan praktik, mengidentifikasi best practice pengelolaan laboratorium dan bengkel teknik, menyusun strategi optimalisasi pemanfaatan bantuan sarpras revitalisasi, sekaligus membangun jejaring kerja sama dengan PT Labtech Penta International.
Peserta kegiatan terdiri atas perwakilan SMK penerima Bantuan Revitalisasi 2025, termasuk dua guru dari SMK Negeri 10 Semarang, yakni Muhammad Yunan Setyawan dan Andika Wildan Krisnamurti. Keduanya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, mulai dari sesi pemaparan materi hingga kunjungan langsung ke area produksi.
Agenda kegiatan diawali dengan sambutan dari manajemen PT Labtech Penta International yang memperkenalkan profil perusahaan, sejarah pendirian, serta peran strategis Labtech dalam mendukung pengembangan sarana dan prasarana pendidikan teknik dan vokasi. Dalam sesi materi dan diskusi, peserta memperoleh penjelasan mendalam mengenai standar industri untuk sarana dan prasarana pendidikan teknik, meliputi spesifikasi peralatan praktik, penerapan standar keselamatan dan ergonomi, serta sistem manajemen laboratorium dan workshop yang efektif.
Pada sesi best practice, tim Labtech memaparkan studi kasus implementasi peralatan Labtech di sejumlah SMK, termasuk tantangan yang dihadapi di lapangan serta solusi yang dapat diterapkan oleh sekolah. Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait pengelolaan peralatan bantuan revitalisasi agar dapat digunakan secara maksimal dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan factory tour atau kunjungan pabrik. Peserta diajak mengamati secara langsung proses produksi peralatan pendidikan teknik, mulai dari tahap perancangan, perakitan, hingga quality control. Selain itu, peserta juga menyaksikan demonstrasi penggunaan berbagai trainer dan simulator pembelajaran, serta berdialog langsung dengan para engineer dan tim produksi untuk memahami standar manufaktur yang diterapkan.
Salah satu peserta dari SMK Negeri 10 Semarang, Muhammad Yunan Setyawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi guru SMK. “Kami mendapatkan gambaran nyata bagaimana standar industri diterapkan, mulai dari desain peralatan hingga pengelolaan laboratorium. Ini sangat membantu kami dalam mengelola sarana dan prasarana bantuan revitalisasi di sekolah,” ujarnya.
Senada dengan itu, Andika Wildan Krisnamurti menilai kunjungan industri ini memperluas wawasan guru tentang pentingnya pemeliharaan dan optimalisasi peralatan praktik. “Tidak hanya soal memiliki alat yang canggih, tetapi bagaimana mengelolanya agar aman, efektif, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan pembelajaran dan dunia kerja,” katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan SMK penerima Bantuan Revitalisasi 2025 mampu mengelola sarana dan prasarana secara lebih profesional dan berorientasi pada standar industri. Guru diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan bengkel dan laboratorium, sehingga kualitas pembelajaran praktik meningkat dan lulusan SMK semakin siap memasuki dunia kerja.






Users Today : 941
Users Yesterday : 1001
This Month : 1942
This Year : 46421
Total Users : 697503
Views Today : 3569
Total views : 3711748
Who's Online : 13





Mantab…luar biasa 💪💪💪💪💪🙏🙏🙏
Beri Komentar