BATAM-Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Sarana dan Prasarana (Sarpras) bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) penerima Program Revitalisasi 2025 secara resmi ditutup pada Sabtu, 13 Desember 2025, pukul 19.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 11 hingga 13 Desember 2025, tersebut digelar di Hotel Grand View Batam dan berjalan lancar serta kondusif hingga akhir acara.
Penutupan bimtek dilakukan oleh Kepala Subdirektorat Fasilitasi Sarana Prasarana dan Tata Kelola Direktorat SMK, Dr. Hernita, S.T., M.Si. Kegiatan ini diikuti oleh Waka Sarpras, Guru Produktif dan Operator SMK penerima program revitalisasi dari berbagai daerah di Indonesia. Bimtek bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekolah dalam mengelola sarana dan prasarana secara efektif, akuntabel, dan berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan revitalisasi SMK tahun 2025.
Acara penutupan diawali dengan paparan dari Presiden dan Pendiri (President & Founder) PT Labtech Penta International, Dr. Steven McKee. Dalam pemaparannya, Dr. McKee menjelaskan peran strategis industri dalam mendukung penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis teknologi atau Technical and Vocational Education and Training (TVET). Ia menegaskan bahwa Labtech Penta International berkomitmen mendukung pengembangan pendidikan vokasi global melalui inovasi peralatan praktik dan konten pembelajaran digital. “Batam kami pilih sebagai pusat produksi dan pengembangan karena potensinya yang besar sebagai penghubung industri dan pendidikan teknik di kawasan Asia,” ujar Steven McKee.
PT Labtech Penta International Batam merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang desain dan produksi sistem pelatihan teknologi untuk institusi pendidikan teknik dan kejuruan di berbagai negara. Perusahaan ini fokus pada pengembangan peralatan praktik untuk berbagai bidang, seperti otomotif dan heating, ventilation, and air conditioning (HVAC), yang digunakan di laboratorium maupun ruang kelas. Selain itu, Labtech juga aktif menjalin kolaborasi dengan institusi pendidikan teknik, seperti Politeknik Negeri Batam dan Institut Teknologi Batam, guna menjembatani kebutuhan industri dan dunia pendidikan. Dalam bidang pembelajaran digital, Labtech menghadirkan Labtech Academy yang menyediakan konten interaktif dan kaya grafis untuk mata pelajaran teknik dan vokasi secara daring. Kantor pusat produksi dan pusat pengembangan perusahaan ini berlokasi di Sekupang Industrial Park, Batam, dengan jaringan pemasaran dan distribusi di sejumlah negara, antara lain Singapura, Malaysia, dan Yordania.
Dalam sambutan penutupan, Dr. Hernita menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya PT Labtech Penta International sebagai mitra industri. “Terima kasih kepada Labtech yang telah mendukung kegiatan ini. Bimtek ini tidak hanya bersifat teknis semata, tetapi juga merupakan upaya pengembangan sarana dan prasarana secara menyeluruh,” kata Hernita. Ia menambahkan bahwa Program Revitalisasi SMK tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia pengelola. “Program revitalisasi tidak hanya membangun gedung dan peralatan, tetapi juga membangun SDM pengelola agar mampu mengelola sarpras secara optimal,” ujarnya. Atas nama Direktorat SMK, Hernita menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para narasumber, panitia, dan peserta, serta menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar besar untuk mengintegrasikan pengembangan SMK dengan pembangunan wilayah.
Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, bimtek ini memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat bagi pengelolaan sarana dan prasarana di sekolah. “Ini acara yang luar biasa, dengan materi baru tentang manajemen pengelolaan sarana dan prasarana. Kami merasa mendapatkan penguatan yang sangat relevan dengan kebutuhan sekolah,” ujar Ardan. Ia menegaskan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti hasil bimtek di satuan pendidikan yang dipimpinnya. “Kami siap melaksanakan Rencana Tindak Lanjut dari kegiatan ini di sekolah, agar sarana dan prasarana benar-benar mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan lulusan SMK,” katanya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pengelolaan sarana dan prasarana di sekolah masing-masing, sehingga Program Revitalisasi SMK 2025 dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan vokasi di Indonesia.







Users Today : 935
Users Yesterday : 1001
This Month : 1936
This Year : 46415
Total Users : 697497
Views Today : 3555
Total views : 3711734
Who's Online : 7





Beri Komentar