Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Natal dan Ret-reat Guru dan Siswa Nasrani SMK Negeri 10 Semarang

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Bandungan — Sebanyak 70 siswa  dan guru pendamping Nasrani mengikuti kegiatan Natal dan Ret-reat yang diselenggarakan pada 5–6 Desember 2025 di Wisma El-Shaddai Bandungan. Kegiatan bertema “Diperbaharui dalam Kristus” ini mengangkat refleksi dari 1 Yohanes 4:9 yang menekankan kasih Allah melalui pengutusan Yesus Kristus sebagai sumber kehidupan dan pembaruan bagi manusia. Ret-reat ini menjadi momen penting bagi peserta untuk memperkuat iman sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan sekolah.

Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan dua pembicara utama, yakni Pdm. Deby Yohanes Kristyanto, S.E., M.Th., dan Pdm. Novian Putra Kharisma Sugianto, S.Th. Keduanya memberikan pemaparan mendalam mengenai makna pembaruan dalam Kristus, proses pertumbuhan rohani, serta bagaimana kasih Allah menjadi dasar dari transformasi hidup seorang percaya. Peserta yang didominasi oleh siswa, termasuk Nathanael Arya Julian Putra dari kelas XI RPL, mengikuti sesi demi sesi dengan penuh antusias.

Dalam sesi pembukaan, Pdm. Deby menjelaskan bahwa tema “Diperbaharui dalam Kristus” sangat relevan dengan pesan yang terkandung dalam 1 Yohanes 4:9. Menurutnya, kasih Allah merupakan sumber pembaruan sejati. “Ayat ini menegaskan bahwa kasih Allah dinyatakan melalui pengutusan Anak-Nya yang tunggal supaya kita hidup oleh-Nya. Hidup oleh Kristus berarti hidup dalam pembaruan, meninggalkan manusia lama, dan menjadi ciptaan baru,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pembaruan rohani bukan proses instan, melainkan perjalanan seumur hidup bersama Tuhan.

Sementara itu, Pdm. Novian menekankan bahwa pembaruan dalam Kristus berdampak nyata pada perilaku dan karakter seseorang. Ia mencontohkan bagaimana Firman Tuhan, doa, dan persekutuan menjadi sarana bagi jemaat untuk terus bertumbuh. “Ketika seseorang mengalami kasih Kristus, ia tidak hanya diselamatkan, tetapi juga diubahkan. Hidup yang diperbaharui memancarkan kasih, kejujuran, dan ketekunan,” ungkapnya dalam salah satu sesi renungan malam.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari para guru agama Kristen, seperti Digna Palupi, M.Pd., Susanti, S.Pd., Elmina Ita K, M.Si., Arimurti Asmoro, M.Pd., dan Ribka Trimuryani, S.Th. Mereka mendampingi siswa dalam setiap sesi, mulai dari ibadah bersama, diskusi kelompok, hingga penyampaian refleksi pribadi. Menurut Digna Palupi, ret-reat ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga sarana pembentukan karakter spiritual bagi siswa. “Anak-anak butuh ruang untuk mengolah hati dan iman mereka. Ret-reat seperti ini membantu mereka memahami kasih Allah dengan lebih mendalam,” katanya.

Salah satu peserta, Nathanael Arya Julian Putra, mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan. Ia merasa bahwa tema pembaruan dalam Kristus sangat menyentuh kehidupannya sebagai remaja. “Saya belajar bahwa hidup baru dalam Kristus bukan hanya soal ibadah, tetapi bagaimana saya bersikap setiap hari. Saya ingin menjadi pribadi yang lebih sabar dan peduli,” ungkapnya.

Selain sesi ibadah dan pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan permainan kelompok, malam keakraban, dan sesi kesaksian yang memberi ruang bagi peserta untuk saling menguatkan. Suasana sejuk kawasan Bandungan turut menambah kekhidmatan dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung. Para siswa terlihat semakin akrab satu sama lain dan lebih berani mengungkapkan isi hati mereka lewat diskusi dan refleksi rohani.

Menurut panitia, pemilihan tema “Diperbaharui dalam Kristus” didasarkan pada kebutuhan rohani siswa yang menghadapi banyak tantangan dalam dunia modern. Nilai-nilai pembaruan dianggap penting untuk memperkuat karakter, mencegah perilaku negatif, dan membangun relasi yang sehat di lingkungan sekolah. “Kami ingin siswa memahami bahwa pembaruan itu berawal dari kasih Allah. Ketika mereka merasakan kasih itu, maka perubahan-perubahan baik akan muncul dalam hidup mereka,” jelas Susanti.

Makna ayat 1 Yohanes 4:9 turut menjadi fokus utama selama ret-reat berlangsung. Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah menunjukkan kasih-Nya dengan mengutus Yesus ke dunia agar manusia hidup oleh-Nya. Pengertian ini menjadi dasar bahwa pembaruan tidak dimulai oleh usaha manusia, tetapi oleh kasih karunia Allah. Materi yang disampaikan para pembicara juga menghubungkannya dengan ayat-ayat lain seperti 2 Korintus 5:17, Roma 12:2, dan Kolose 3:10 tentang manusia baru dalam Kristus.

Ret-reat ini ditutup dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh para pembicara. Para peserta berkomitmen untuk meneruskan nilai-nilai pembaruan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah. Kehangatan dan kebersamaan yang terbangun selama dua hari kegiatan menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah pembinaan iman dan karakter.

Dengan terlaksananya kegiatan Natal dan Ret-reat ini, para guru dan siswa semakin dipersatukan dalam kasih Kristus, serta dibekali pemahaman baru tentang hidup sebagai ciptaan baru. Pembaruan itu diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan rohani, tetapi juga tercermin dalam tindakan nyata di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Penulis : Arimurti Asmoro, M.Pd, Guru Produktif TKR SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

8 Komentar

Mikhael
Senin, 8 Des 2025

Wih kerenn, besok ikut lagi ahh

Balas
Susanti
Senin, 8 Des 2025

Senang dan bersyukur sekali untuk kesempatan kami dapat retreat bersama anak-anak. Semoga semakin memupuk iman dan percaya kami dan terus menjadi ‘terang dan garam’ dimanapun berada. Terimakasih untuk semua pihak yang terlibat membantu terlaksananya acara ini. God bless.

Balas
Giovanni XI KKB
Senin, 8 Des 2025

Retreat yang sangat seru, selain mendapat teman dan pengalaman hidup kita diperbarui oleh Kristus. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari retreat ini, semoga tahun esok dan seterusnya selalu ada retreat.

Balas
Elmina Ita Kusumawardani
Senin, 8 Des 2025

Puji Tuhan…

Balas
Elmina Ita Kusumawardani
Senin, 8 Des 2025

Puji Tuhan…seruu

Balas
Ribka Tri Muryani
Senin, 8 Des 2025

Segala Kemuliaan hanya bagi Tuhan. Sangat bersyukur kegiatan natal dan Ret-ret yang sudah di rencanakan dan didoakan selama 1 tahun ini, akhirnya bisa berjalan dengan lancar dan semua terberkati. Kerinduan saya sebagai guru Agama Kristen dan katolik adalah supaya anak-anak hidupnya diperbaruhi dan semakin dekat pada Tuhan. Trimakasih kepada pak Ardan selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 10 Semarang yang memberikan kesempatan kepada Kami, Tuhan yesus memberkati kita semua.

Balas
Immanuel
Senin, 8 Des 2025

semoga tahun depan ada lagi

Balas
Digna Palupi
Senin, 8 Des 2025

Terima kasih Pak Ardan sudah mendukung kegiatan retret Kristen dan Katolik. Semoga dengan kegiatan retret dapat memperdalam iman setiap peserta retret.

Balas

Beri Komentar