Info Sekolah
Minggu, 01 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Membaca Ulang Pendidikan di Era Generasi Z

Diterbitkan :

Generasi Z semakin menjadi sorotan utama dalam dunia pendidikan karena keberadaan mereka yang kini mendominasi bangku sekolah, perguruan tinggi, hingga pendidikan informal di masyarakat. Mereka bukan sekadar kelompok usia baru, tetapi juga representasi dari perubahan sosial dan teknologi yang berlangsung cepat. Banyak pendidik mulai menanyakan alasan di balik perubahan cara belajar, pola pikir, serta preferensi komunikasi yang terasa berbeda dibanding generasi sebelumnya. Mengapa Gen Z begitu berpengaruh dalam lanskap pendidikan modern? Jawabannya terletak pada karakteristik unik mereka sebagai generasi yang lahir dalam pusaran teknologi, informasi, dan budaya digital yang terus berkembang. Generasi Z, yang umumnya didefinisikan sebagai individu yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, tumbuh sebagai digital nativesโ€”mereka yang tidak pernah mengenal dunia tanpa internet, telepon pintar, dan akses instan terhadap informasi global. Karakteristik inilah yang kemudian membentuk cara mereka belajar dan berinteraksi dengan pengetahuan.

Secara umum, Generasi Z dikenal kritis dalam menyaring informasi, menghargai otentisitas, memiliki fleksibilitas tinggi dalam menghadapi perubahan, serta menaruh perhatian besar terhadap isu kesehatan mental. Mereka terbiasa berpindah dari satu platform ke platform lain, mengolah banyak informasi dalam waktu singkat, dan menuntut kejelasan tujuan dari setiap proses pembelajaran. Di sisi lain, mereka juga memiliki kepekaan yang mendalam terhadap keberagaman, keadilan sosial, serta perlunya ruang belajar yang aman dan inklusif. Perpaduan antara kecerdasan teknologi dan harapan terhadap transparansi membuat Gen Z membawa dampak besar bagi sistem pendidikan, terutama terkait dengan metode pengajaran yang harus lebih interaktif, relevan, dan bermakna.

Ciri utama Generasi Z sangat erat kaitannya dengan pengalaman teknologi sejak lahir. Sebagai digital natives, mereka tidak hanya menggunakan teknologi sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai bagian dari identitas keseharian. Mereka merasa nyaman belajar melalui video singkat, modul interaktif, dan berbagai platform e-learning yang bisa diakses kapan saja. Kecenderungan ini menuntut materi pembelajaran yang ringkas, visual, serta mudah dihubungkan dengan kehidupan nyata. Selain itu, mereka dikenal cerdas dalam memilih informasi. Dalam era banjir data, Gen Z menjadi lebih skeptis terhadap sumber yang tidak kredibel. Mereka terbiasa memverifikasi kebenaran suatu informasi dan menolak menerima pernyataan tanpa bukti.

Generasi ini juga menghargai otentisitas dan inklusivitas. Mereka tumbuh dalam lingkungan yang menghormati keberagaman, sehingga mereka lebih memiliki empati sosial dan menolak diskriminasi dalam bentuk apa pun. Dalam pembelajaran, mereka menginginkan lingkungan yang memungkinkan setiap orang untuk dihargai dan didengar. Di sisi lain, Gen Z cenderung berorientasi pada hasil. Mereka lebih fokus pada output nyata daripada sekadar proses panjang yang tidak memberikan kejelasan. Mereka ingin tahu apa manfaat suatu tugas, mengapa materi itu penting, dan bagaimana hal tersebut diterapkan dalam kehidupan nyata. Meski mandiri dalam mencari sumber belajar, mereka tetap menghargai bimbingan yang jelas dan terarah.

Namun ada aspek lain yang perlu dipahami: Gen Z cepat beradaptasi tetapi juga rentan mengalami burnout. Kemampuan mereka untuk mengelola banyak hal sekaligus terkadang berbenturan dengan tekanan akademik dan ekspektasi sosial yang tinggi. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesehatan mental menjadi prioritas utama dalam pendidikan modern. Guru dan tenaga pendidik harus mampu menciptakan ruang belajar yang aman, tidak hanya dari segi akademik tetapi juga emosional.

Perbedaan Gen Z dengan generasi sebelumnyaโ€”Millennials dan Gen Alphaโ€”juga memberikan tantangan tersendiri. Millennials tumbuh dalam masa transisi teknologi, sedangkan Gen Z lahir dalam era teknologi yang telah matang. Hal ini membuat Gen Z lebih cepat memahami aplikasi baru dan lebih kritis terhadap konten digital dibanding Millennials. Di sisi lain, Gen Alpha, generasi setelah Gen Z, bahkan lebih terintegrasi dengan teknologi karena sejak balita sudah berinteraksi dengan perangkat digital. Perbedaan ini berdampak besar terhadap pola belajar. Gen Z lebih menyukai pembelajaran mandiri, fleksibel, dan berbasis proyek, dibandingkan metode ceramah tradisional. Mereka juga memiliki ekspektasi lebih tinggi terhadap transparansi guru, komunikasi yang cepat, dan umpan balik yang jelas.

Dalam proses belajar, Gen Z menunjukkan beberapa kecenderungan khas. Mereka adalah fast learners yang mampu memahami konsep baru dengan cepat, terutama jika disertai media visual dan teknologi. Mereka juga sangat inklusif, menghargai perbedaan pendapat, serta mendukung suasana kolaboratif dalam kelas. Mereka menghargai hasil dan menyukai tugas yang memiliki kejelasan tujuan. Salah satu ciri paling mencolok adalah kebutuhan mereka untuk mengetahui alasan di balik suatu konsepโ€”Explain the Why. Bagi mereka, memahami โ€œmengapaโ€ sama pentingnya dengan mengetahui โ€œapaโ€ dan โ€œbagaimanaโ€.

Gen Z juga nyaman berkomunikasi secara digital. Pesan singkat, chat, atau video pendek seringkali lebih efektif daripada pengumuman panjang lebar. Mereka membutuhkan fleksibilitas dalam jadwal belajar dan cara menyelesaikan tugas. Mereka juga memiliki keinginan untuk memperbaiki sistem, sering mengajukan pertanyaan kritis, serta menunjukkan keinginan kuat untuk melakukan inovasi. Pada saat yang sama, mereka jelas dalam batasan: mereka menghargai privasi, ruang personal, dan komunikasi yang tidak bertele-tele.

Di sisi guru, terdapat beberapa tantangan dalam mengajar Generasi Z. Pertama, guru perlu menyesuaikan diri dengan ekspektasi fleksibilitasโ€”baik dalam metode pengajaran maupun penilaian. Kedua, guru harus mampu mengelola komunikasi digital, termasuk penggunaan platform learning management system dan kanal komunikasi informal. Ketiga, guru dituntut menjaga motivasi siswa serta kepekaan terhadap kesehatan mental. Gen Z membutuhkan bimbingan yang empatik, bukan otoriter.

Untuk menjawab tantangan tersebut, terdapat beberapa strategi yang terbukti efektif dalam mengajar Gen Z. Salah satu yang paling penting adalah menjelaskan alasan di balik materi atau tugasโ€”Explain the Why. Ketika mereka memahami konteks dan relevansinya, mereka cenderung lebih terlibat dan termotivasi. Selain itu, memberikan umpan balik awal dan sering dapat membantu mereka memperbaiki kesalahan lebih cepat. Tawarkan fleksibilitas dalam cara belajar, seperti pilihan metode presentasi, format tugas, atau media yang digunakan.

Guru juga dapat melibatkan siswa dalam menilai proses, misalnya melalui refleksi diri atau peer assessment. Memanfaatkan teknologi secara cerdas juga menjadi keharusan, bukan sekadar tren. Gunakan alat digital yang benar-benar menambah nilai pada proses belajar, bukan hanya sebagai pemanis. Ciptakan lingkungan inklusif dan aman, sehingga siswa merasa nyaman untuk berpendapat. Hindari mikromanajemen yang membuat siswa merasa diawasi berlebihan; beri mereka ruang untuk berkembang secara mandiri. Fokus pada hasil dan relevansi, bukan sekadar prosedur yang panjang.

Pada akhirnya, menghadapi Generasi Z membutuhkan guru yang adaptif, transparan, dan kolaboratif. Pendidikan untuk Gen Z bukan hanya tentang penyampaian materi, tetapi juga memberikan makna, fleksibilitas, serta kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar. Di tengah dunia yang semakin digital, sudah saatnya paradigma pengajaran berubah mengikuti kebutuhan zaman. Guru perlu membuka diri terhadap pendekatan baru, memanfaatkan teknologi, dan menciptakan pembelajaran yang relevan dengan dunia nyata. Dengan begitu, sistem pendidikan dapat tumbuh seiring dengan generasi yang akan menjadi pemimpin masa depan.

Penulis :ย Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Kepala SMK Negeri 10 Semarang
Artikel ini memiliki

56 Komentar

Aprilia Dwi Asriani
Minggu, 7 Des 2025

Menata ulang mimpi bukan hanya menambah pelajaran, tapi memperbesar harapan dan peluang lapangan kerja

Balas
Nindar
Minggu, 7 Des 2025

Gen Z membawa perubahan besar dalam pendidikan, menuntut pembelajaran yang lebih fleksibel, relevan, dan berbasis teknologi, sehingga guru perlu lebih adaptif dan empatik dalam mengajar.

Balas
Verry Wijaya
Minggu, 7 Des 2025

Seiring berkembangnya zaman dengan teknologi digital maka seorang GTK harus bisa mengikutinya sesuai dengan program pemerintah ” jangan lupa” pembelajaran akhlak tetap kita terapkan kepada mereka

Balas
Mohammad Suparjo
Minggu, 7 Des 2025

Tugas Guru di era ini adalah menyesuaikan dg segala informasi disertai dg bukti karena : Mereka Generasi Z terbiasa memverifikasi kebenaran suatu informasi dan menolak menerima pernyataan tanpa bukti.

Balas
Nasi'in Samsul Huda
Minggu, 7 Des 2025

Gen Z, lebih cepat menerima informasi namun lebih cepat pula mereka lupa,..oleh karena itu gen Z harus belajar konsep.

Balas
Joko Suwignyo
Minggu, 7 Des 2025

Karakteristik generasi ke generasi perlu adanya penanaman etika dan prilaku budaya yang bisa digunakan untuk membentuk moral dan karakter dalam menyiapkan generasi yang akan datang lebih bagus untuk mempersiapkan kecakapan hidup dalam menyesuaikan perkembangan zaman dan teknologi

Balas
Dian Primayanto
Minggu, 7 Des 2025

Sukses selalu SMK 10…

Balas
Djoko saputro
Minggu, 7 Des 2025

Inovatif

Balas
Digna Palupi
Minggu, 7 Des 2025

Dalam menghadapi Generasi Z membutuhkan guru yang adaptif, transparan, dan kolaboratif. Pendidikan untuk Gen Z harus memberikan makna, fleksibilitas, serta kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar.

Balas
ERWIN SETIAWAN
Minggu, 7 Des 2025

menghadapi Generasi Z membutuhkan guru yang adaptif, transparan, dan kolaboratif. Pendidikan untuk Gen Z bukan hanya tentang penyampaian materi, tetapi juga memberikan makna, fleksibilitas, serta kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar

Balas
Harry
Minggu, 7 Des 2025

Ketika sekolah berani beradaptasi, menggabungkan nilai-nilai karakter dengan pemanfaatan teknologi dan kreativitas, maka pendidikan akan semakin mampu menjawab kebutuhan serta tantangan zaman bagi generasi ini… Kereen

Balas
Rodhatin
Minggu, 7 Des 2025

Secara umum, Generasi Z dikenal kritis dalam menyaring informasi, menghargai otentisitas, memiliki fleksibilitas tinggi dalam menghadapi perubahan, serta menaruh perhatian besar

Balas
Tutik
Minggu, 7 Des 2025

Menata ulang mimpi bukan hanya menambah pelajaran, tapi memperbesar harapan dan peluang lapangan kerja.

Balas
ELMINA
Minggu, 7 Des 2025

Generasi ke generasi…

Balas
Suwarni
Minggu, 7 Des 2025

Gen Z Menyukai cara belajar yang inovatif, kolaborasi, dan proyek yang relevan dengan kehidupan nyata. ๐Ÿ‘

Balas
Af'idatin
Minggu, 7 Des 2025

Terima kasih sudah berbagi ๐Ÿ™

Balas
Sofiatul Nadziyah
Minggu, 7 Des 2025

Guru perlu mengintegrasikan teknologi, membuat materi singkat dan menarik (video, infografis), serta membangun lingkungan positif dan personal seperti teman.

Balas
SYAYAROH
Minggu, 7 Des 2025

Gen Z Menyukai cara belajar yang inovatif, kolaborasi, dan proyek yang relevan dengan kehidupan nyata. Luar biasa ๐Ÿ‘

Balas
Muslim Anwar
Minggu, 7 Des 2025

Menghadapi generasi Z, membutuhkan guru yang adaptif, transparan dan kolaboratif.

Balas
Beny Legowo, S.Sos.I, S.Pd
Minggu, 7 Des 2025

Istimewa. Sukses selalu

Balas
Muslim Anwar
Minggu, 7 Des 2025

Menghadapi generasi Z, membutuhkan guru yg adaptif, transparan dan kolaboratif.

Balas
RIZKY TEGUH PRASTYA
Minggu, 7 Des 2025

Gen Z Menyukai cara belajar yang inovatif, kolaborasi, dan proyek yang relevan dengan kehidupan nyata. Luar biasa

Balas
Susanti
Minggu, 7 Des 2025

Tantangan guru untuk dapat meningkatkan dan menyesuaikan kompetensi dalam mengajar gen z memang tidak mudah, tapi bukan tidak mungkin untuk dicapai dan dilakukan. Semangat guru masa kini ๐Ÿ’ช๐Ÿป

Balas
Janto
Minggu, 7 Des 2025

Karakteristik Gen Z sebagai digital natives menuntut perubahan paradigma pendidikan dari sekadar transfer pengetahuan menuju pengalaman belajar yang relevan, fleksibel, dan bermakna. Generasi ini kritis dalam menyaring informasi, menghargai otentisitas, serta membutuhkan penjelasan yang jelas tentang relevansi setiap materi. Tantangan terbesar yang diangkat adalah risiko burnout akibat multitasking dan tekanan akademik, sehingga guru dituntut lebih adaptif, transparan, dan empatik dalam membangun lingkungan belajar yang sehat.

Balas
Gatot Nurhadi
Minggu, 7 Des 2025

GenZ istimewa

Balas
Septiyo Ariyanto
Minggu, 7 Des 2025

Sebagai seorang pendidik harus terus berkembang dalam menghadapi dinamika situasi dan kondisi.

Balas
Suginah
Minggu, 7 Des 2025

Mantap dan luar biasa

Balas
Soedjatmiko
Minggu, 7 Des 2025

Pendidik harus mau mengikuti perkembangan jaman.

Balas
Imamul Huda, S.Pd.
Minggu, 7 Des 2025

Menghadapi generasi Z, membutuhkan guru yg adaptif, transparan dan kolaboratif

Balas
Suhermawan, S.Pd.
Minggu, 7 Des 2025

Sepakat dengan ide, bahwa guru tidak cukup menggunakan ilmu pendidikan sewaktu kuliah sj, namun harus menyesuaikan dengan dinamika kemajuan zaman, yang secara tidak langsung harus bisa menyesuaikan dengan generasi siswa yang berbeda, regulasi dan tren pendidikan yang berubah, dengan tetap melibatkan pendidikan dengan hati, empati dan memberi contoh sikap pada murid-murid.

Balas
Dwi Palupi Widyasari, S.Pd, M.Si
Minggu, 7 Des 2025

Luar biasa… inspiratif

Balas
Helmi Yuhdana H., S.Pd., M.M.
Minggu, 7 Des 2025

Mantaaabb’s… .. .. ..

Balas
Miftakhurrofi'i
Minggu, 7 Des 2025

Terinspirasi….
Luar biasa…
Menuju generasi Emas…

Balas
arimurti asmoro
Minggu, 7 Des 2025

Setiap perubahan zaman memiliki kualitas pendidikan sesuai perkembangan teknologi.
Kemanfaatan proses pendidikan dapat terealisasi melalui komunikasi dua arah antara guru dan murid.
Terima kasih, Pak Ardan.
Tuhan memberkati.

Balas
noor achmat
Minggu, 7 Des 2025

Harus menyesuaikan

Balas
SUPARMAN, S.Pd
Minggu, 7 Des 2025

Semangat membimbing gen Z๐Ÿ‘๐Ÿ’ฏ

Balas
Mungki Satya
Minggu, 7 Des 2025

Artikel yang sangat relevan dan mencerahkan! Pemikiran ulang tentang pendidikan untuk Generasi Z ini benar-benar perlu, mengingat perubahan cepat dalam cara mereka belajar dan berinteraksi. Sangat setuju bahwa kita harus bergeser dari metode lama menuju pendekatan yang lebih personal, digital-friendly, dan berfokus pada critical thinking.

Balas
Lulus Wisnuadi Mulyawan
Minggu, 7 Des 2025

Gen z adalah cerminan generasi yang modern..dengan arahan serta bimbingan yang tepat dan positif akan menjadikan generasi ini tumbuh dengan pola pikir yang kreatif, bijak, bersahaja dan kesederhanaan yang positif.

Balas
Gesit
Minggu, 7 Des 2025

Genz kritis, tetap perlu pendampingan

Balas
Nyaminah, S.Pd
Minggu, 7 Des 2025

Semangat mendidik gen Z dengan segala tantangan nya๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ

Balas
Ari wijaya
Minggu, 7 Des 2025

Istimewa

Balas
Dwi W
Minggu, 7 Des 2025

Tetap semangat

Balas
Irastuti
Minggu, 7 Des 2025

Semangat membimbing gen Z๐Ÿ‘๐Ÿ’ฏ

Balas
Febtiyaningsih
Minggu, 7 Des 2025

Pendidikan memang perlu berevolusi agar mampu membentuk generasi yang kreatif, kritis, dan siap menghadapi perubahan cepat di masa depan.

Balas
Febtiyaningsih
Minggu, 7 Des 2025

Pendidikan memang perlu berevolusi sehingga mampu membentuk generasi yang kiris, kreatif dan siap menghadapi perubahan cepat di masa mendatang. Semangat untuk berinovasi.

Balas
Hikma Nurul Izza
Minggu, 7 Des 2025

Semangat mendidik gen z dan generasi berikutnya ๐Ÿ”ฅ

Balas
Ferdi
Minggu, 7 Des 2025

Gen z berbeda dengan kami, penyesuaian yg komprehensif sangat diperlukan

Balas
Kuslimanto
Minggu, 7 Des 2025

Dalam menghadapi Generasi Z membutuhkan guru yang adaptif, transparan, dan kolaboratif. Pendidikan untuk Gen Z harus memberikan makna, fleksibilitas, serta kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar.

Balas
Nur Kholifah
Minggu, 7 Des 2025

Empatik bukan otoriter

Balas
Johan
Minggu, 7 Des 2025

Generasi yang inivatif dan adaptif.. Smkn 10 semarang jaya.. ๐Ÿ‘

Balas
Andi Tri Cahyono
Minggu, 7 Des 2025

Alhamdulillah, generasi yang luar biasa

Balas
Mulyo S
Minggu, 7 Des 2025

Gen Z adalah digital natives yang kritis, cepat beradaptasi, menghargai keaslian, inklusif, dan berorientasi hasil. Teknologi membentuk cara mereka belajar yang ringkas, interaktif, dan relevan.
Tetap semangatt bapak ibu guru yang hebat..

Balas
WILER UPIK
Minggu, 7 Des 2025

Gen Z butuh kebermakna, fleksibilitas, kesempatan berpartisipasi aktif dalam proses belajar. Guru perlu membuka diri terhadap pendekatan baru, memanfaatkan teknologi, dan menciptakan pembelajaran yang relevan dengan dunia nyata.

Balas
Slamet Adi
Senin, 8 Des 2025

Tenaga pendidik perlu adaptif, dg metode pengajaran harus interaktif, fleksibel, relevan, dan memanfaatkan teknologi secara bijak

Balas
Yusuf Trisnawan, S.Pd.
Senin, 8 Des 2025

Hal ini membuat Gen Z lebih cepat memahami aplikasi baru dan lebih kritis terhadap konten digital dibanding Millennials

Balas
Much. Rizqi
Senin, 8 Des 2025

Karakteristik generasi ke generasi perlu adanya penanaman etika dan prilaku budaya yang bisa digunakan untuk membentuk moral dan karakter dalam menyiapkan generasi yang akan datang lebih bagus untuk mempersiapkan kecakapan hidup dalam menyesuaikan perkembangan zaman dan teknologi

Balas

Beri Komentar