Dalam pemaparannya, Ardan Sirodjuddin menjelaskan pentingnya pemanfaatan e-Rapor sebagai sistem pelaporan hasil belajar berbasis digital. Ia menekankan bahwa e-Rapor merupakan aplikasi resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang dirancang untuk menggantikan format rapor manual. “E-Rapor membantu guru bekerja lebih efisien. Semua proses penilaian, mulai dari penginputan nilai hingga pencetakan rapor, kini bisa dilakukan secara digital dan terintegrasi dengan Dapodik,” ujar Ardan. Ia menambahkan bahwa inovasi ini selaras dengan upaya pemerintah mendorong transformasi digital di sekolah. “Tujuan utamanya adalah mengubah pola kerja manual menjadi digital agar pelaporan hasil belajar semakin cepat, akurat, dan mudah dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.
Ardan juga memaparkan sejumlah fitur utama e-Rapor, seperti akses berbasis web yang memungkinkan guru menggunakan berbagai perangkat, integrasi otomatis dengan Dapodik, penilaian digital untuk ranah pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta fasilitas rekapitulasi dan analisis capaian belajar siswa. Ia menegaskan bahwa manfaat aplikasi ini sangat dirasakan oleh guru maupun siswa. “Bagi guru, e-Rapor mengurangi beban administrasi. Bagi siswa dan orang tua, data hasil belajar bisa diakses dengan lebih cepat dan transparan,” tuturnya.
Setelah pemaparan dari kepala sekolah, giliran Andhen Priyono, M.Kom., memberikan penjelasan teknis terkait pengisian e-Rapor. Ia memandu guru-guru untuk memahami langkah-langkah penginputan nilai, sinkronisasi data dengan Dapodik, serta pengecekan kelengkapan unsur penilaian. “Kami ingin memastikan semua guru tidak hanya memahami cara mengisi, tetapi juga mengetahui cara memeriksa konsistensi data agar tidak terjadi kesalahan saat rapor dicetak,” terang Andhen.
Sementara itu, Lulus Wisnuadi Mulyawan menyampaikan teknis pelaksanaan Asesmen Akhir Semester yang akan dimulai pada Senin mendatang. Ia menjelaskan mekanisme pembagian ruang, jadwal pelaksanaan, prosedur pengawasan, serta tata tertib bagi siswa. “AAS harus berjalan tertib, objektif, dan sesuai standar evaluasi. Semua panitia dan guru pengawas sudah kami siapkan untuk memastikan pelaksanaannya lancar,” kata Lulus.
Briefing yang berlangsung selama hampir satu jam tersebut berjalan efektif dan komunikatif. Guru-guru tampak aktif bertanya dan memastikan setiap instruksi dapat diterapkan dengan tepat. Melalui kegiatan ini, SMK Negeri 10 Semarang berharap pelaksanaan e-Rapor dan Asesmen Akhir Semester dapat berlangsung lebih optimal, sekaligus mendukung peningkatan mutu layanan pembelajaran di sekolah.
Penulis : Dini Riyani, Guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 10 Semarang
Alhamdulillah selalu mendapat arahan atas kegiatan atau hal yang akan dilaksanakan di SMKN 10 Semarang….
Alhamdulillah selalu mendapat arahan dan bimbingan untuk kegiatan atau hal2 yg akan dilaksanakan….
Beri Komentar