Info Sekolah
Minggu, 01 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Dua Guru SMK Negeri 10 Semarang Raih Sertifikasi Software Engineering Berstandar BNSP

Diterbitkan : - Kategori : Balai Besar / Berita / Pelatihan

Surabaya – Upaya peningkatan kompetensi guru SMK terus didorong melalui berbagai program pengembangan profesional, salah satunya mikro kredensial. Pada Kamis, 20 November 2025, dua guru dari SMK Negeri 10 Semarang, Andhen Priyono dan Sonalita Wiguna, mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Software Engineering yang diselenggarakan LSP TIK di Swiss-Belinn Manyar, Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari program peningkatan mutu pendidik yang mengacu pada standar industri dan kebutuhan dunia kerja.

Pelatihan yang berlangsung sehari penuh tersebut menguji dan mengukur kemampuan para peserta dalam bidang rekayasa perangkat lunak berdasarkan Skema Okupasi BNSP. Program ini merupakan implementasi dari Kebijakan Kredensial Mikro Guru SMK yang diinisiasi Kemendikbudristek. Dalam skema tersebut, peserta menerima pelatihan intensif—baik daring maupun luring—sebelum menjalani asesmen kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional.

Perwakilan LSP TIK Indonesia menjelaskan bahwa program sertifikasi ini dirancang untuk memberikan pengakuan resmi terhadap keterampilan teknis para pendidik. “Kami memastikan bahwa kompetensi yang diuji benar-benar sesuai dengan standar industri. Guru SMK harus terus berkembang mengikuti kebutuhan dunia teknologi yang bergerak cepat,” ungkap salah satu instruktur LSP TIK di sela kegiatan.

Proses sertifikasi dimulai dari pendaftaran dan seleksi administrasi melalui platform resmi Kemendikbudristek, dilanjutkan dengan pelatihan intensif mengenai software engineering, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan perangkat lunak, hingga dokumentasi teknis. Para peserta kemudian menjalani asesmen untuk memastikan penguasaan kompetensi.

Bagi peserta, sertifikasi ini memberikan banyak manfaat, tidak hanya dalam penguatan kompetensi profesional, tetapi juga peningkatan portofolio dan daya saing di dunia kerja. Program mikro kredensial juga memberi peluang kolaborasi lebih luas dengan praktisi industri serta membuka jalan bagi peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.

Andhen Priyono, salah satu peserta dari SMK Negeri 10 Semarang, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. “Saya berharap pelatihan dan sertifikasi ini dapat meningkatkan kompetensi profesional saya di bidang Software Engineering, memperkuat pemahaman terhadap standar industri, serta membuka peluang pengembangan karier dan kolaborasi bersama para praktisi teknologi lainnya,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pengetahuan yang diperoleh akan ia terapkan dalam proses pembelajaran. “Saya ingin memberikan kontribusi lebih besar di sekolah, terutama dalam meningkatkan kualitas pekerjaan dan hasil belajar siswa.”

Sementara itu, Sonalita Wiguna menyampaikan bahwa sertifikasi ini menjadi salah satu cara konkret untuk memastikan guru benar-benar menguasai materi ajar. “Guru perlu kredibilitas, dan sertifikasi seperti ini sangat membantu. Kami bisa memastikan bahwa apa yang kami ajarkan relevan dengan kebutuhan industri,” katanya.

Dari sisi industri, kehadiran guru yang tersertifikasi diyakini dapat memperkuat ekosistem pendidikan vokasi. Para instruktur LSP TIK menilai bahwa peningkatan kapasitas guru akan berdampak langsung pada kompetensi siswa dan kualitas lulusan SMK. “Jika gurunya kompeten, maka siswa akan ikut kompeten. Inilah yang kami dorong,” tegas salah satu asesor.

Program sertifikasi Software Engineering ini juga membuka akses bagi para pendidik untuk memperoleh sertifikasi lanjutan, baik dari BNSP maupun lembaga internasional seperti IEEE maupun platform pembelajaran online. Dengan berbagai pilihan tersebut, guru SMK diharapkan mampu mengembangkan diri mengikuti perkembangan teknologi digital.

Melalui keikutsertaan dua guru SMK Negeri 10 Semarang dalam pelatihan ini, sekolah berharap dapat menghadirkan pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan industri perangkat lunak. Peningkatan kapasitas guru menjadi langkah penting untuk memastikan siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami praktik terbaik dalam rekayasa perangkat lunak modern.

Penulis : Nur Kholifah, Staf Humas SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

1 Komentar

Andhen Priyono
Selasa, 25 Nov 2025

Alhandulillah

Balas

Beri Komentar