Semarang — Pelaksanaan In-Service Training 2 Pembelajaran Mendalam (PM) bagi Guru SMA Kelas F Tahap Keempat resmi digelar di SMP Negeri 5 Semarang pada 19–22 November 2025. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, khususnya melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam yang menekankan pemahaman konseptual, analisis kritis, serta keterampilan abad ke-21.
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini difasilitasi oleh tiga pengajar, yakni Rochimudin dari SMA Negeri 9 Semarang, Fanny Firmansyah dari SMA Negeri 1 Semarang, dan Ardan Sirodjuddin dari SMK Negeri 10 Semarang. Mereka mendampingi peserta untuk merefleksikan implementasi Pembelajaran Mendalam yang telah diterapkan selama masa On the Job Training (OJT) di sekolah masing-masing.
Pada hari pertama, peserta mengikuti rangkaian kegiatan evaluasi implementasi, mulai dari orientasi pelatihan, identifikasi praktik baik PM, hingga diskusi mengenai strategi menghadapi kendala yang muncul selama penerapan di kelas. Para pengajar membantu peserta menyiapkan materi berbagi praktik baik agar dapat dipresentasikan secara sistematis.
Memasuki hari kedua, kegiatan berfokus pada presentasi praktik implementasi Pembelajaran Mendalam. Peserta memaparkan bukti penerapan di kelas, perubahan perilaku belajar murid, serta dampak terhadap hasil belajar. Sesi tanya jawab dan umpan balik berlangsung dinamis, memungkinkan setiap guru memperkaya perspektif dan menemukan cara baru untuk menyempurnakan praktik mereka. Kegiatan ditutup dengan pengecekan kesiapan peserta untuk sesi berbagi praktik yang lebih luas.
Pada hari ketiga, suasana pelatihan semakin hidup dengan diselenggarakannya ajang berbagi praktik baik. Para peserta berinteraksi dengan rekan sejawat, pengajar, hingga pemangku kepentingan pendidikan yang hadir sebagai panelis. Mereka memamerkan inovasi pembelajaran, berdiskusi secara mendalam, dan menerima umpan balik konstruktif untuk meningkatkan profesionalisme sebagai pendidik. Presentasi yang menarik, interaktif, serta berbasis pengalaman lapangan menjadi ciri penting sesi ini.
Hari terakhir diisi dengan kegiatan refleksi bersama. Pengajar membuka sesi dengan merumuskan tujuan utama, yaitu memperkuat pemahaman peserta mengenai tindak lanjut implementasi Pembelajaran Mendalam di sekolah. Peserta kemudian menyimpulkan umpan balik yang diperoleh pada hari sebelumnya dan mengidentifikasi masukan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Di penghujung kegiatan, seluruh peserta menyusun rencana tindak lanjut untuk memastikan praktik Pembelajaran Mendalam dapat diterapkan secara optimal di satuan pendidikan masing-masing.
Dewi Setyaningsih, peserta dari SMA Negeri 3 Semarang, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman berharga. “Pelaksanaan IN 2 Pembelajaran Mendalam sangat berkesan buat kami. Dengan berbagi praktik baik dari masing-masing sekolah, tentu menambah pengetahuan dan wawasan, terutama tentang praktik baik. Kita sebagai guru bisa menggali lebih dalam melalui diskusi bersama tentang bagaimana mengimplementasikan pembelajaran mendalam,” ujarnya. Ia juga menyoroti antusiasme para guru saat pameran gelar karya siswa. “Kami sangat setuju apabila kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan agar pengalaman guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam semakin baik dan dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing,” tambahnya.
Peserta lain, Benedictus Singgih Prasetyo dari SMA Loyola, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberinya banyak inspirasi. “Dalam IN 2 ini saya merasa mendapat inspirasi dan berbagi. Inspirasi dari presentasi praktik baik Bapak/Ibu guru satu kelas maupun berbeda kelas, dan berbagi praktik baik yang ada di sekolah kami. Hal itu membuat saya lebih mampu mengelola pembelajaran yang mengajak murid berkesadaran dalam belajar, bermakna dalam mendalami materi, dan menggembirakan ketika menemukan momen inspiratif,” tuturnya.
Peserta dari SMA Daniel Creative, Erin Priskilla mengapresiasi pelaksanaan IN 2 berjalan dengan baik dan lancar. “seluruh peserta antusias terlebih dalam mempersiapkan dan mengikuti gelar karya. Dari kegiatan ini guru banyak mendapat ide-ide projek atau media pembelajaran yang menarik untuk menunjang pembelajaran mendalam”, Ujarnya.
Sementara itu, fasilitator Rochimudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. “Terima kasih atas kerja sama dan komitmen Bapak/Ibu sehingga pelatihan ini dapat berjalan lancar sampai penutupan,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, para guru diharapkan semakin mampu merancang pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengajak murid berpikir kritis, menganalisis, serta menghubungkan konsep dalam konteks nyata. Dengan begitu, Pembelajaran Mendalam dapat menjadi jembatan untuk menciptakan proses belajar yang lebih aktif, bermakna, dan relevan bagi generasi masa depan.
Penulis : Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Fasilitator Pembelajaran Mendalam BBGTK dari SMK Negeri 10 Semarang

Beri Komentar