Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Mendikdasmen Tegaskan Deep Learning Bukan Kurikulum, Kepala SMKN 10 Semarang Siap Jalankan Secara Utuh

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SURAKARTA-Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd., hadir sebagai peserta dalam Seminar Internasional Pendidikan yang diselenggarakan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (20/11/2025). Kegiatan yang menjadi rangkaian Hari Guru Nasional 2025 ini menghadirkan ratusan pendidik terbaik serta para tokoh pendidikan nasional dan internasional untuk memperkuat komitmen peningkatan mutu pendidikan Indonesia.

Dalam seminar tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa deep learning tidak boleh dipahami sebagai sebuah kurikulum baru, melainkan sebagai pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar. “Deep learning itu bukan kurikulum, tetapi pendekatan atau strategi pembelajaran yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas pembelajaran,” ujarnya saat menyampaikan paparan di hadapan para peserta.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pendekatan deep learning yang sedang dikembangkan Kemendikdasmen mendapat dukungan dari berbagai negara mitra, termasuk Australia. Ia mengungkapkan bahwa kolaborasi internasional menjadi sinyal positif atas arah transformasi pendidikan yang tengah ditempuh Indonesia. “Kami pernah teleconference empat negara berbeda, ada dari Kanada, kemudian Amerika, Australia, dan Indonesia. We discuss about how we create deep learning for Indonesia. Dan Alhamdulillah gayung bersambut, kita dapat dukungan dan inovasi dari Australia,” tuturnya.

Ia berharap program deep learning dapat terus berlanjut meski terjadi pergantian kepemimpinan di kementerian. “Mudah-mudahan ini program yang akan berjalan terus. Walaupun nanti menterinya berganti, mudah-mudahan tetap dilanjutkan karena ada banyak yang mendukung kita,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, memaparkan capaian implementasi deep learning di tingkat nasional. Menurutnya, pendekatan ini telah diterapkan di 67.671 sekolah, melibatkan lebih dari 15.000 fasilitator dan 220.000 guru. “Kami akan terus tingkatkan untuk meningkatkan mutu pendidikan sesuai jalurnya menuju Indonesia emas,” ujarnya.

Nunuk menekankan bahwa transformasi pendidikan tidak mungkin tercapai tanpa perubahan signifikan pada peran guru. Guru, katanya, kini tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pendamping, pembimbing, sekaligus teladan bagi murid. “Guru adalah aktivator pembelajaran. Mereka menyalakan semangat berpikir kritis, kreativitas, dan karakter kuat pada anak-anak kita,” paparnya. Ia menambahkan bahwa Kemendikbudristek telah menyiapkan berbagai pelatihan, bahan ajar, video praktik, serta penguatan komunitas guru melalui KKG dan MGMP.

Data Ditjen GTK menunjukkan bahwa pelatihan Pembelajaran Mendalam telah menjangkau 67.871 sekolah, melibatkan 15.000 fasilitator, dan diikuti 220.000 guru hingga Oktober 2025. Selain itu, program Pendidikan Profesi Guru (PPG) telah menghasilkan 90.772 lulusan, sementara penyaluran tunjangan guru ASN mencapai 94 persen secara nasional. Khusus di Jawa Tengah, BBGTK Jateng mencatat sejak Juli 2025 sebanyak 1.660 pengajar telah dilatih dan mengimbaskan pengetahuan kepada 20.911 guru.

Kepala BBGTK Jawa Tengah, Darmadi, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang menekankan pemahaman konsep secara utuh, reflektif, dan kontekstual. “Untuk mewujudkan itu, kepala sekolah dan guru harus memahami mulai dari filosofi, kebijakan, hingga teknis pelaksanaan pembelajaran mendalam,” ujarnya.

Pada kegiatan tersebut, para guru juga menampilkan best practices yang telah mereka terapkan di sekolah masing-masing. Seminar ini turut menghadirkan konselor pendidikan internasional Robert William Randall dan akademisi senior Prof. Ali Saukah sebagai pembicara utama.

Kepala SMK Negeri 10 Semarang sekaligus fasilitator Pembelajaran Mendalam BBGTK Jawa Tengah, Ardan Sirodjuddin, M.Pd., menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Kemendikdasmen dalam penerapan deep learning. “Pendekatan ini relevan untuk menjawab tantangan pendidikan masa kini. Saya menyetujui ide penerapan Pembelajaran Mendalam secara utuh agar guru dan siswa dapat terlibat dalam proses belajar yang lebih bermakna,” ungkapnya.

Menurut Ardan, penerapan deep learning akan mendorong siswa lebih aktif mengeksplorasi konsep dan menghubungkan berbagai disiplin ilmu dengan konteks kehidupan nyata. Ia berharap semakin banyak guru di Jawa Tengah yang dapat mengimbaskan praktik baik tersebut. “Kami di sekolah siap berkolaborasi dan terus belajar agar transformasi ini benar-benar membawa dampak nyata bagi mutu pendidikan,” katanya.

Penulis : Sofiatul Nadziyah, Guru IPAS SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar