Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Talkshow Apresiasi GTK 2025 Hadirkan Praktik Terbaik

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SURAKARTA-Pembukaan Kegiatan Talkshow Pendidikan Apresiasi GTK Tahun 2025 resmi digelar pada Rabu, 19 November 2025 pukul 08.00 WIB di Hotel Lorin Solo, Jl. Adi Sucipto No. 47, Kenaiban, Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Acara yang diselenggarakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah ini menghadirkan para pendidik dari berbagai daerah di Jawa Tengah untuk mendengarkan praktik baik pendidikan global dan implementasinya di tingkat lokal.

Ketua Tim Kerja Kemitraan dan Fasilitasi BBGTK Jawa Tengah, Aulia Nurul Huda, mewakili Kepala BBGTK, membuka talkshow dengan tema “Partisipasi Semesta dalam Pendidikan: Berpikir Global, Bertindak Lokal.” Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan yang bermutu harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. “Pendidikan adalah hak semua. Kita harus memastikan setiap anak memperoleh layanan yang aman, nyaman, dan berkualitas,” ujar Aulia. Ia menambahkan bahwa konsep pendidikan untuk semesta menjadi pijakan untuk memperkuat kolaborasi lintas budaya dan lintas negara.

Talkshow ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Mrs. Park Meong Suk, guru asal Korea Selatan yang mengajar di SDN Cemara 2 Surakarta; Eni Idayati, S.Pd., M.Pd., Kepala SDN Cemara 2 Surakarta; serta Kucisti Ike Retnoningtyas, Kepala SMPN 3 Surakarta. Diskusi dipandu oleh moderator Mita Hapsari dari BBGTK Provinsi Jawa Tengah.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah pemaparan Mrs. Park Meong Suk terkait Program Indonesia–Korea Teacher Exchange. Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat enam guru Korea yang sedang menjalani tugas di beberapa sekolah di Surakarta. “Setiap pagi saya mengikuti upacara bersama siswa, kemudian mengikuti kegiatan agama, membaca buku Korea bersama mereka, hingga membuat buku kecil. Saya juga mengajari cara memegang sumpit, mengenalkan permainan ganggang sullae, mengajarkan lagu Korea menggunakan pianica, serta memasak hidangan Korea untuk guru-guru,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa pengalaman di Indonesia memberikan wawasan baru, terutama karena lingkungan SDN Cemara 2 dianggapnya sangat hangat. “Keluarga SD Cemara 02 sangat menyenangkan. Saya belajar banyak dari budaya Indonesia sekaligus mengajarkan budaya Korea,” katanya.

Kepala SDN Cemara 2 Surakarta, Eni Idayati, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan kerja sama resmi antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pertukaran guru. “Program Indonesia–Korea Teacher Exchange bukan hanya tentang mengajar bahasa atau budaya, tetapi tentang berbagi praktik terbaik, teknologi pendidikan, dan strategi pembelajaran modern,” ujar Eni. Ia menyebut manfaat yang dirasakan sekolah sangat besar, terutama dalam meningkatkan wawasan global siswa.

Sementara itu, Kepala SMPN 3 Surakarta, Kucisti Ike Retnoningtyas, memaparkan praktik pembelajaran mendalam berbasis inquiry kolaboratif yang diterapkan di sekolahnya. Ia menjelaskan bahwa pendekatan tersebut mendorong siswa untuk aktif bertanya, meneliti, dan bekerja sama dalam memecahkan masalah. “Pembelajaran tidak lagi sekadar menerima informasi. Siswa harus mencari, mengolah, dan memaknai sendiri. Di sinilah peran guru sebagai fasilitator menjadi sangat penting,” tutur Ike.

Talkshow berlangsung meriah dengan banyak pertanyaan yang diajukan peserta, mulai dari strategi implementasi program pertukaran guru hingga penerapan model pembelajaran global di sekolah daerah. Antusiasme ini mencerminkan harapan kuat para pendidik untuk terus memperkuat kualitas pendidikan nasional melalui kolaborasi internasional dan inovasi pembelajaran.

Acara ditutup dengan penegasan kembali bahwa dunia pendidikan membutuhkan semangat kolaborasi lintas bangsa agar para guru dan tenaga kependidikan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus membawa pengalaman global ke ruang-ruang kelas di Indonesia.

Penulis : Nur Kholifah, Staf Humas SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar