Semarang – SMK Negeri 10 Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Japan Indonesian Economic Center (PT JIAEC). Penandatanganan yang berlangsung pada Selasa, 21 Oktober 2025 itu menjadi momentum penting bagi sekolah vokasi tersebut dalam membuka akses pelatihan dan pemagangan bagi para alumninya di berbagai industri di Jepang. Kerja sama ini memberikan jalur resmi bagi lulusan untuk mengikuti proses seleksi, pelatihan persiapan kerja di Indonesia, hingga penempatan magang ke Jepang sesuai kriteria yang ditetapkan PT JIAEC.
Acara penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT JIAEC, Maya Aryanti, S.S., dan Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd. Penandatanganan tersebut tidak hanya menegaskan hubungan kemitraan kedua institusi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya lulusan sekolah menengah kejuruan. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman budaya kerja Jepang, pelatihan teknis, serta pembekalan disiplin dan etos kerja sebelum peserta diberangkatkan ke lokasi industri.
Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan optimisme atas terjalinnya kolaborasi internasional tersebut. “Alhamdulillah, MoU ini menjadi langkah nyata kami dalam memperluas peluang kerja lulusan hingga ke tingkat internasional. Kami berkomitmen menyiapkan alumni dengan kompetensi terbaik agar mampu bersaing di industri global,” ujar Ardan. Ia menegaskan, sekolah telah menyiapkan perangkat kurikulum, pelatihan, serta dukungan pendampingan agar peserta dapat memenuhi standar yang dibutuhkan industri Jepang.
Di sisi lain, Direktur Utama PT JIAEC, Maya Aryanti, S.S., mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga kerja terampil di Jepang masih sangat tinggi, terutama dari Indonesia yang dinilai memiliki karakter kerja positif. “Kami melihat potensi besar dari lulusan SMK, termasuk dari SMKN 10 Semarang. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan mereka, tetapi juga membuka pengalaman kerja di luar negeri yang sangat berharga,” tutur Maya. Ia menambahkan bahwa PT JIAEC akan melakukan monitoring intensif selama peserta menjalani pemagangan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan mereka.
Selain membuka akses pemagangan, MoU ini juga memuat peluang dukungan pengembangan sarana pendidikan bagi SMK Negeri 10 Semarang. Kerja sama ini berlaku selama tiga tahun, mulai 21 Oktober 2025 hingga 20 Oktober 2028, dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan serta hasil evaluasi kedua belah pihak. Kehadiran program internasional tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi lulusan sekaligus memperkuat hubungan pendidikan vokasi Indonesia dengan industri global.
Dengan terjalinnya kemitraan strategis ini, SMK Negeri 10 Semarang semakin mengukuhkan posisinya sebagai sekolah vokasi yang siap mencetak lulusan berdaya saing global. Kolaborasi ini sejalan dengan visi mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, di mana generasi muda diharapkan memiliki kemampuan unggul, perspektif internasional, serta kesiapan menghadapi tantangan industri masa depan.
Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, S.Pd, Waka Humas SMK Negeri 10 Semarang

Mantaaabb’s . . ..
Bersinergi semoga selalu terjalin dan terlaksana dengan baik 👍👍👍
Beri Komentar