Semarang – Masjid Baitul Iman SMK Negeri 10 Semarang kembali menyelenggarakan Sholat Jumat berjamaah secara rutin pada Jumat (7/11/2025). Kegiatan ibadah mingguan ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan sekolah, tetapi juga momentum pembinaan karakter dan spiritualitas bagi seluruh warga sekolah. Khatib Jumat kali ini, Yulianto, dalam khotbahnya menyerukan pentingnya memakmurkan masjid sebagai pusat pembentukan akhlak mulia, terutama bagi generasi muda yang sedang menempuh pendidikan.
Dalam khotbah yang berlangsung khusyuk, Yulianto menegaskan bahwa masjid sekolah memiliki makna dan fungsi yang lebih luas dibandingkan masjid pada umumnya. “Masjid di lingkungan pendidikan bukan sekadar tempat shalat, tetapi laboratorium akhlak. Di sinilah karakter siswa dibentuk, hati mereka diarahkan, dan nilai-nilai spiritual ditanamkan,” ujarnya dengan penuh penekanan di hadapan ratusan jamaah yang terdiri dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Ia menambahkan bahwa memakmurkan masjid sekolah bukan hanya tugas pengurus rohis, tetapi tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah. “Kalau masjidnya hidup, maka kehidupan spiritual sekolah juga akan hidup. Kalau masjidnya sepi, maka pendidikan kita kehilangan ruh ketuhanan,” katanya mengutip pandangan Imam Al-Ghazali tentang makna pendidikan sejati sebagai proses tazkiyat al-nafs atau penyucian jiwa.
Kegiatan Sholat Jumat di Masjid Baitul Iman sudah menjadi tradisi yang mengakar di SMK Negeri 10 Semarang. Sekolah tersebut bahkan telah mengatur jadwal agar siswa dapat melaksanakan ibadah berjamaah tanpa mengganggu proses belajar. Kepala SMK Negeri 10 Semarang, dalam kesempatan terpisah, menyebut bahwa keberadaan masjid di lingkungan sekolah menjadi pusat nilai dan pembentukan karakter siswa. “Kami ingin masjid menjadi jantung kehidupan sekolah. Di sini para siswa belajar bukan hanya ilmu dunia, tetapi juga ilmu hati,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yulianto dalam khotbahnya menyampaikan beberapa cara konkret dalam memakmurkan masjid sekolah secara utuh. Ia menyebutkan bahwa langkah pertama adalah menjadikan masjid sebagai bagian dari budaya sekolah. Hal ini bisa dilakukan dengan mengintegrasikan kegiatan keagamaan dalam rutinitas harian, seperti shalat Dzuhur dan Ashar berjamaah, serta menanamkan niat ibadah dalam setiap aktivitas siswa. “Kita ajak anak-anak datang ke masjid bukan karena disuruh, tapi karena sadar bahwa ini rumah Allah, tempat mereka menenangkan hati,” jelasnya.
Selain itu, Yulianto juga menekankan pentingnya menghadirkan aktivitas keilmuan yang menarik di sekitar masjid agar siswa merasa terlibat. Ia mencontohkan kegiatan seperti kajian singkat pasca-shalat Dzuhur atau Jumat dengan tema-tema aktual, seperti etika bermedia sosial, ujian sebagai ujian iman, hingga makna kejujuran dalam kehidupan pelajar. “Kegiatan seperti majelis filsafat dan akhlak bisa melatih siswa berpikir kritis sekaligus reflektif. Mereka belajar bahwa Islam bukan sekadar ritual, tapi juga cara berpikir yang mendalam,” tutur pria yang dikenal sebagai ahli filsafat Muslim itu.
Khatib juga menyoroti aspek kebersihan dan kenyamanan fisik masjid sebagai bagian tak terpisahkan dari kemakmuran. Ia mengajak siswa untuk turut serta menjaga kebersihan masjid, mulai dari menyapu, menata sandal, hingga memastikan sajadah selalu bersih. “Rasa hormat kepada rumah Allah dimulai dari hal sederhana seperti menjaga kebersihan dan tidak menggunakan masjid untuk kegiatan yang tidak pantas,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengajak jamaah menjadikan masjid sebagai ruang refleksi dan ketenangan di tengah tekanan akademis. Menurutnya, siswa yang sedang menghadapi ujian atau beban belajar sebaiknya meluangkan waktu sejenak untuk berdiam di masjid, berdoa, dan menenangkan diri. “Masjid bukan hanya tempat sujud, tapi juga tempat kembali kepada diri sendiri di hadapan Allah. Di sini kita belajar sabr dan tawakkul,” ucapnya penuh makna.
Peran guru dan pembina rohani juga menjadi sorotan penting dalam khotbah tersebut. Yulianto mengimbau agar para pendidik menjadi teladan dalam memakmurkan masjid. Ia mengapresiasi guru yang aktif mengikuti shalat berjamaah bersama siswa, karena hal itu memberi contoh nyata tentang nilai keteladanan spiritual. “Ketika guru ikut sujud bersama muridnya, di situlah pendidikan sejati terjadi,” katanya. Ia juga menyarankan agar kegiatan seperti peringatan Isra’ Mi’raj, Nuzulul Qur’an, dan Pesantren Kilat terus dilaksanakan di masjid sebagai sarana memperkuat ukhuwah dan semangat ibadah.
Sebagai penutup, Yulianto mengutip sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muslim: “Allah tidak memandang pada tubuh dan hartamu, tetapi memandang pada hatimu dan amalmu.” Ia menegaskan bahwa kemakmuran masjid sekolah bukan diukur dari megahnya bangunan, melainkan dari hidupnya hati para penghuninya. “Jika siswa, guru, dan seluruh warga sekolah menanamkan cinta kepada masjid, maka di sanalah benih iman, akal, dan akhlak tumbuh bersama di tanah pendidikan,” pungkasnya.
Dengan semangat itu, Masjid Baitul Iman SMK Negeri 10 Semarang bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pembinaan moral, spiritual, dan intelektual bagi generasi muda. Di tengah hiruk pikuk dunia pendidikan yang serba kompetitif, masjid hadir sebagai oase ketenangan yang mengingatkan bahwa ilmu sejati bukan hanya soal kepandaian, tetapi juga kebeningan hati dan kedekatan kepada Sang Pencipta.
Penulis : Muslim Anwar, S.Ag, Ketua Takmir Masjid Baitul Iman SMK Negeri 10 Semarang

Mantaaabb’s . . . .
Alhamdulillah. Sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu, tapi juga tempat memperkuat iman. Terus semangat memakmurkan Masjid Baitul Iman💥
Alhamdulillah. Sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu, tapi juga tempat memperkuat iman.
Tuhan baik
Hebat… Terbaik
Alhamdulillah, mantap
Barakallah.. 🤲
Alhamdulillah semoga bermanfaat dan.membawa keberkahan utk semua warga sekolah
Alhamdulillah semoga bermanfaat utk warga sekolah dan mendapat keberkahan.
Menyala🔥
Memakmurkan masjid menambah keberkahan dan ladang pahala bagi jamaah SMKN 10 Semarang
kemakmuran masjid sekolah bukan diukur dari megahnya bangunan, melainkan dari hidupnya hati para penghuninya🔥🔥🔥
Alhamdulillah 🤲
Alhamdulillah…
Alhamdulillah semoga bermanfaat dan.membawa keberkahan bagi warga sekolah. Aamiin.
Semangat beribadah tetap menyala merupakan wujud siswa SMK Negeri 10 Semarang kuat imannya
Maju terus SMK 10…
Alhamdulilah🤲
Luar biasa👍👍👍
Beri Komentar