Semarang – Suasana antusias dan penuh semangat tampak memenuhi Aula SMK Negeri 10 Semarang pada Kamis (6/11/2025). Sejumlah guru mengikuti kegiatan Bunka Shoukai atau pengenalan budaya Jepang yang digelar untuk kedua kalinya di sekolah tersebut. Dalam kesempatan ini, peserta diajak langsung mempraktikkan pembuatan dango, camilan tradisional Jepang berbahan dasar tepung beras.
Kegiatan yang dipandu oleh Okubo Reiko Sensei dan didampingi oleh guru bahasa Jepang SMK Negeri 10 Semarang, Nur Kholifah, ini menjadi pengalaman baru yang menyenangkan bagi para peserta. Sebelum sesi praktik dimulai, Reiko Sensei terlebih dahulu memberikan paparan melalui PowerPoint mengenai sejarah dan jenis-jenis dango yang populer di Jepang. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan interaktif, ia menjelaskan bahwa dango bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari tradisi dan simbol kebersamaan dalam masyarakat Jepang.
“Dango sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan sering disajikan pada berbagai musim dan perayaan di Jepang. Bentuknya sederhana, tapi sarat makna budaya. Setiap jenis dango memiliki cerita dan filosofi tersendiri,” ujar Reiko Sensei di hadapan para peserta yang tampak menyimak dengan penuh perhatian.
Setelah sesi penjelasan, para guru diajak untuk membuat dango secara langsung. Mereka membentuk adonan tepung beras ketan menjadi bulatan kecil, merebusnya, lalu menyiapkan saus khas Jepang yang menjadi pelengkap rasa. Suasana aula pun berubah menjadi dapur besar yang dipenuhi aroma manis gurih khas mitarashi dango—varian paling populer yang dilapisi saus berbahan dasar kecap asin, gula, dan tepung kanji.
“Awalnya saya pikir membuat dango itu sulit, ternyata sangat menyenangkan. Kami bisa belajar sekaligus menikmati hasilnya bersama,” ungkap Ribka, salah satu guru peserta kegiatan, sambil tersenyum memegang tusukan dango hasil buatannya. Ia menambahkan, kegiatan seperti ini tidak hanya menambah wawasan tentang budaya Jepang, tetapi juga mempererat hubungan antar guru. “Semoga ke depan bisa ada lagi kegiatan serupa, mungkin kami juga bisa mengenalkan budaya Indonesia kepada Reiko Sensei, misalnya cara membuat klepon atau jajanan tradisional lain,” imbuhnya.
Kegiatan Bunka Shoukai ini juga mendapat apresiasi dari Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, yang turut hadir menyaksikan jalannya acara. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk kerja sama budaya yang bernilai tinggi dan sejalan dengan visi sekolah dalam memperkuat karakter global para pendidik. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena tidak hanya mempererat hubungan dengan mitra Jepang, tetapi juga membuka wawasan internasional bagi guru dan siswa kami. Melalui interaksi budaya, kita bisa belajar nilai kedisiplinan, keuletan, dan rasa hormat yang menjadi ciri khas masyarakat Jepang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ardan menilai bahwa Bunka Shoukai merupakan langkah nyata dalam memperkuat diplomasi pendidikan melalui jalur kebudayaan. “Guru-guru yang ikut hari ini bukan sekadar belajar membuat makanan, tapi juga memahami filosofi di baliknya. Dari hal sederhana seperti dango, kita bisa belajar makna kesabaran, kebersamaan, dan ketekunan,” katanya.
Menurut Nur Kholifah, selaku pendamping sekaligus guru bahasa Jepang di SMK Negeri 10 Semarang, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama pertukaran budaya antara sekolah dan mitra Jepang. “Kami ingin mengenalkan budaya Jepang secara lebih mendalam kepada para guru agar mereka bisa merasakannya langsung, tidak hanya melalui teori di kelas. Dengan begitu, semangat memahami budaya asing bisa menular kepada siswa,” jelasnya.
Ia juga berharap kegiatan Bunka Shoukai dapat menjadi agenda rutin sekolah setiap tahun. Selain belajar tentang budaya Jepang, para guru juga bisa memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada tamu dari Jepang. “Pertukaran budaya ini seharusnya berjalan dua arah. Kami ingin memperkenalkan batik, gamelan, dan kuliner Indonesia agar mereka juga bisa mengenal keindahan budaya kita,” tambahnya.
Dango sendiri dikenal luas sebagai camilan klasik Jepang yang terbuat dari tepung beras ketan (mochiko), dibentuk bulat kecil, kemudian direbus atau dikukus. Biasanya dango disajikan dalam tusukan seperti sate dan dinikmati bersama teh hijau. Teksturnya kenyal dan lembut, dengan rasa yang netral sehingga cocok dipadukan dengan berbagai saus atau topping. Salah satu varian terkenal lainnya adalah hanami dango—tiga warna dango (merah muda, putih, dan hijau) yang kerap disantap saat musim semi untuk menemani tradisi menikmati bunga sakura (hanami).
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman kuliner, tetapi juga pemahaman lebih dalam tentang nilai-nilai budaya Jepang yang terkandung di balik setiap hidangan tradisionalnya. “Budaya itu bukan hanya tentang bahasa atau pakaian, tapi juga cara kita menghargai proses dan makna di balik sesuatu yang sederhana,” kata Reiko Sensei sebelum menutup kegiatan dengan sesi foto bersama dan mencicipi dango buatan para guru.
Dengan semangat pertukaran budaya ini, SMK Negeri 10 Semarang terus menunjukkan komitmennya untuk menjadi sekolah berwawasan global yang menghargai keberagaman dan memperkuat hubungan antarbangsa melalui jalur pendidikan dan kebudayaan. Kegiatan Bunka Shoukai menjadi bukti nyata bahwa belajar bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, penuh makna, dan membangun jembatan persahabatan antara Indonesia dan Jepang.
Penulis : Nur Kholifah, S.S., Guru Bahasa Jepang SMK Negeri 10 Semarang

Mantaaabb’s…….
praktikk pembuatan dango camilan tradisional Jepang oleh Reiko Sense sangat bermanfaat. Terimakasih Reiko sense & Bu Olif🥰
Sangat bermanfaat
Arigatou Bapak Ibu mau belajar budaya Jepang
Snack ala Jepang
Snack ala Jepang enak…
Snack ala Jepang enak
Snack ala Jepang …mantap
Hebat… Terbaik
楽しかったです。オリフ先生とれいこ先生、ありがとうございます✨
Dango memang lezat
Semangat kuliner semangat sehat👍
Semoga ilmunya bisa dikembangkan di sinii
Menyala🔥
DANGO…. enakkk 👍👍
Luar biasa🔥🔥🔥
Alhamdulillah dapat ilmu kuliner 👍
Mantap sangat bermanfaat
Mantap …sangat bermanfaat
Hebat. Belajar tanpa batas.
Melalui pembuatan dango, guru SMKN 10 Semarang menjalin keakraban dan memahami makna budaya Jepang
Pengenalan peradapan jepang, salah satunya kulinernya
Maju terus SMK 10…
Keren 👍👍👍
Kereeen 👍👍
Beri Komentar