Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Lokakarya Penilai Buku Teks Pendamping SMK 2025 Untuk Wujudkan Buku Bermutu untuk Pendidikan Kejuruan Indonesia

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Jakarta, 31 Oktober 2025 — Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menggelar Lokakarya Penilai Buku Teks Pendamping (BTP) Jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun 2025 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, yang berlangsung mulai 30 Oktober hingga 1 November 2025.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Perbukuan, Supriyatno, S.Pd., M.A., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran penilai dalam menjamin mutu buku yang digunakan di satuan pendidikan kejuruan.

“Buku teks pendamping memiliki posisi strategis dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di SMK. Melalui lokakarya ini, kami berharap para penilai dapat memastikan bahwa setiap buku yang dinilai tidak hanya layak secara isi, tetapi juga kontekstual dengan dunia kerja, teknologi, dan kebutuhan peserta didik abad ke-21,” ujar Supriyatno dalam sambutannya.

Lokakarya ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas guru dan dosen dari berbagai bidang keahlian di seluruh Indonesia. Para peserta mendapatkan pembekalan teknis sekaligus melakukan praktik penilaian terhadap naskah-naskah Buku Teks Pendamping untuk berbagai program keahlian di SMK.

Salah satu peserta kegiatan, Sonalita Wiguna dari SMK Negeri 10 Semarang, turut menjadi bagian dari tim penilai untuk program keahlian Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG). Dalam wawancara, ia mengungkapkan pandangannya mengenai pentingnya kegiatan ini bagi peningkatan mutu pendidikan kejuruan.

“Kegiatan ini membuka ruang kolaborasi antara praktisi pendidikan dan akademisi untuk menyamakan persepsi tentang kualitas buku teks yang ideal. Sebagai penilai dari bidang Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim, saya melihat bahwa buku pendamping harus mampu memadukan konsep, praktik industri, dan semangat kreatif yang relevan dengan dunia kerja digital masa kini,” ujar Sonalita Wiguna.

Selama pelaksanaan lokakarya, peserta mendapatkan pendampingan langsung dari Komite Penilaian Buku Teks Pendamping yang terdiri dari para pakar bahasa, pendidikan, dan bidang kejuruan. Salah satunya adalah Prof. Dr. Eva Tuckyta Sari Sujatna, M.Hum. dari Universitas Padjadjaran, Bandung, yang menekankan pentingnya ketelitian dan konsistensi dalam proses penilaian.

“Setiap penilai perlu memiliki kepekaan terhadap aspek isi, bahasa, dan penyajian. Buku teks pendamping bukan sekadar media informasi, tetapi sarana pembentukan pola pikir dan karakter peserta didik. Karena itu, penilaian harus dilakukan dengan pendekatan akademik yang ketat sekaligus pemahaman kontekstual terhadap dunia SMK,” ujar Prof. Eva Tuckyta dalam sesi pendampingan.

Selain Prof. Eva, kegiatan ini juga didampingi oleh Dr. Asep Wahyudin, S.Kom., M.T. dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, yang memberikan penguatan terhadap instrumen dan standar teknis penilaian buku berbasis keahlian teknologi dan informatika.

Selama tiga hari, para peserta mengikuti rangkaian sesi intensif yang meliputi pendalaman pedoman penilaian, analisis instrumen, praktik penilaian naskah, serta diskusi tematik lintas keahlian.

Suasana lokakarya berlangsung aktif dan kolaboratif, mencerminkan semangat profesionalisme para penilai yang berkomitmen mewujudkan bahan ajar SMK yang bermutu, relevan, dan mendukung penguatan 8 Dimensi Profil Lulusan.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pusat Perbukuan dalam menjamin bahwa setiap buku teks pendamping yang beredar di sekolah benar-benar layak, kontekstual, dan mendukung pembelajaran berbasis proyek, karakter, serta kompetensi abad ke-21.

Penulis : Humas SMKN 10 Semarang

Artikel ini memiliki

3 Komentar

Helmi Yuhdana H., S.Pd., M.M.
Kamis, 6 Nov 2025

Mantaaabb’s. .. .. ..

Balas
Susanti
Kamis, 6 Nov 2025

Sukses bagi Pak Sona dan semua peserta… Wujudkan pembelajaran yang senantiasa bermutu dan relevan bagi murid 👍

Balas
Bayu
Jumat, 7 Nov 2025

Looo,.. Kok gak nglegewo ada dr smk10.
Kmrn saya sekelompok dengan smkn11

Balas

Beri Komentar