Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Disdikbud Gelar Desk DAK Fisik SMK 2025 Untuk Dorong Transparansi dan Tata Kelola Bantuan yang Baik

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SALATIGA — Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Anggaran 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah menggelar Desk Peralatan Praktik Utama DAK Fisik SMK 2025 dan Bantuan Revitalisasi SMK (Tipe Swakelola). Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 29–30 Oktober 2025, bertempat di Laras Asri Hotel, Jalan Jenderal Sudirman No.335, Kota Salatiga.

Acara yang diikuti oleh para kepala SMK penerima bantuan dan para pengawas pembina SMK ini menjadi ajang penting untuk memperkuat pemahaman teknis sekaligus mendorong transparansi pengelolaan bantuan pendidikan kejuruan di Jawa Tengah. Tercatat sebanyak 61 kepala SMK penerima DAK Fisik 2025, 37 di antaranya juga menerima Bantuan Revitalisasi SMK, serta 44 pengawas pembina SMK hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam laporan pembukaannya, Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ainur Rojik, menyampaikan bahwa pelaksanaan desk ini bertujuan agar sekolah memahami dengan baik mekanisme pengelolaan bantuan. “Kami ingin memastikan setiap kepala sekolah dan pengawas pembina memperoleh informasi yang utuh tentang pelaksanaan bantuan, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Dengan begitu, bantuan yang diterima dapat dikelola dengan benar dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ainur menambahkan, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga terkait seperti Inspektorat, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan pemahaman menyeluruh mengenai aspek akuntabilitas, administrasi, hingga pengawasan penggunaan dana bantuan. “Kami ingin semua pihak memahami bahwa transparansi dan integritas adalah kunci dalam pengelolaan bantuan pendidikan. Dengan pendampingan lintas instansi ini, kami ingin memastikan tidak ada kesalahan administrasi maupun penyimpangan di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, M. Eng dalam sambutannya menekankan pentingnya pemerataan bantuan pendidikan dan kejujuran dalam pelaksanaannya. Ia menyebut bahwa distribusi bantuan DAK Fisik SMK dilakukan secara merata, dengan syarat data sekolah yang tercantum di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) benar dan valid. “Bantuan kita ratakan untuk semua sekolah yang memenuhi syarat. Kuncinya ada di keakuratan data Dapodik. Maka dari itu, kepala sekolah harus memastikan datanya selalu diperbarui dan sesuai kondisi sebenarnya,” ujarnya.

Kepala dinas juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah yang telah melaksanakan bantuan tahun sebelumnya dengan baik dan penuh tanggung jawab. “Kami berterima kasih kepada seluruh kepala SMK yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mengelola bantuan. Tahun ini, kami berharap pengelolaannya bisa lebih baik lagi, lebih tertib, dan tepat sasaran,” katanya.

Ia juga berpesan agar seluruh kepala sekolah dapat mengelola bantuan dengan jujur dan penuh semangat. “Kelola bantuan ini dengan baik, jujur, dan gembira. Jadikan setiap rupiah bantuan negara ini bernilai manfaat bagi anak-anak kita di SMK. Ini bukan sekadar bantuan alat, tetapi investasi masa depan bagi tenaga kerja muda yang kompeten,” tutur Kepala Dinas.

Lebih lanjut, ia menekankan peran penting pengawas pembina SMK dalam memastikan pelaksanaan bantuan berjalan sesuai prosedur. “Tugas pengawas sangat penting. Mereka harus memantau langsung penggunaan bantuan di sekolah-sekolah binaannya. Dengan pengawasan yang intensif, kita bisa memastikan bahwa alat dan sarana yang dibeli benar-benar dimanfaatkan untuk praktik pembelajaran,” ujarnya menegaskan.

Dari kegiatan ini diharapkan, sekolah penerima bantuan DAK Fisik 2025 dapat melaksanakan seluruh tahapan secara tertib, mulai dari pengadaan, penggunaan, hingga pelaporan. Selain itu, sekolah juga diimbau untuk memasukkan rencana pemeliharaan alat ke dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) tahun berikutnya agar keberlanjutan pemanfaatan sarana dapat terjamin.

Menutup kegiatan, Ainur Rojik menegaskan kembali pesan moral yang menjadi semangat utama kegiatan ini. “Kami ingin semua pihak mengawal bantuan DAK ini dengan jujur dan gembira. Karena pada akhirnya, keberhasilan program ini bukan diukur dari besarnya anggaran, tetapi dari seberapa besar manfaatnya dirasakan oleh peserta didik,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, pengawas, dan pihak sekolah, kegiatan Desk DAK Fisik SMK 2025 di Salatiga ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan tata kelola bantuan pendidikan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas—demi terciptanya SMK yang tangguh, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.

Penulis : Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Kepala SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar