Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Guru SMK Negeri 10 Semarang Ikut Evaluasi Implementasi Pembelajaran Mendalam

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang, 27 Oktober 2025 — Ratusan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai daerah di Jawa Tengah mengikuti Kegiatan IN.2 Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) yang digelar di SMK Negeri 6 Semarang, Senin (27/10/2025). Kegiatan ini menjadi lanjutan dari rangkaian pelatihan sebelumnya yang berfokus pada penerapan strategi pembelajaran inovatif berbasis pengalaman nyata di kelas.

Pelatihan yang berlangsung sehari penuh ini menghadirkan tiga fasilitator berpengalaman, yaitu Ice Faulia, S.Pd., M.Si, Nika Dewi Indriati, S.Pd., M.Pd, serta fasilitator dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya), R. Haryadi Purnomo R., S.T., M.Sc. Mereka memberikan pendampingan langsung kepada para peserta dalam mengevaluasi hasil implementasi pembelajaran mendalam yang telah dilakukan selama pelatihan kerja (On the Job Training/OJT) sebelumnya.

Menurut Ice Faulia, kegiatan ini menjadi momen penting bagi para guru untuk merefleksikan praktik pembelajaran yang sudah diterapkan di sekolah masing-masing. “Tahap evaluasi ini bukan sekadar menilai apa yang sudah dilakukan, tetapi juga mencari tahu apa yang bisa diperbaiki. Kami ingin memastikan konsep pembelajaran mendalam benar-benar hidup di ruang kelas, bukan hanya menjadi teori di atas kertas,” ungkapnya.

Materi utama pelatihan IN.2 kali ini adalah “Evaluasi Hasil Implementasi Pembelajaran Mendalam”. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk meninjau kembali penerapan strategi PM selama OJT, khususnya saat pelaksanaan open class ketiga yang menjadi ajang praktik langsung di sekolah. Peserta kemudian berdiskusi untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi serta merumuskan solusi strategis agar proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di masa depan semakin efektif dan relevan.

“Guru-guru berkesempatan berbagi praktik baik dan menerima umpan balik dari rekan sejawat maupun fasilitator. Pendekatan kolaboratif ini memperkaya wawasan dan membantu menemukan strategi yang paling sesuai dengan karakteristik peserta didik di SMK,” jelas Nika Dewi Indriati, fasilitator kedua.

Ruang lingkup kegiatan IN.2 mencakup orientasi kegiatan, identifikasi praktik baik PM serta kendala yang muncul saat OJT, diskusi penyamaan persepsi tentang praktik yang menunjukkan ciri pembelajaran mendalam, hingga persiapan bahan berbagi praktik implementasi di sekolah. Setiap sesi difasilitasi oleh tim pengajar yang memastikan peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengadaptasikannya sesuai dengan konteks pembelajaran masing-masing.

Salah satu peserta pelatihan, Susanti, guru dari SMK Negeri 10 Semarang, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini. “Kami jadi bisa melihat kembali apakah metode yang kami pakai selama OJT sudah benar-benar mencerminkan pembelajaran mendalam. Dengan adanya diskusi dan refleksi bersama, kami bisa memperbaiki rancangan pembelajaran agar lebih bermakna bagi siswa,” tuturnya.

Sementara itu, R. Haryadi Purnomo R. dari BBPPMPV Seni dan Budaya menekankan pentingnya kesinambungan antara pelatihan dan praktik di lapangan. Menurutnya, guru perlu terus memantau dan mengevaluasi dampak pembelajaran yang diterapkan agar benar-benar mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. “Pembelajaran mendalam itu hakikatnya mengajarkan siswa untuk berpikir, bukan hanya menghafal. Maka, guru juga harus terus belajar dan beradaptasi agar proses belajar menjadi aktif, reflektif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Kegiatan evaluasi ini juga menjadi wadah bagi para guru untuk menyiapkan bahan berbagi praktik baik yang nantinya akan dipresentasikan di sekolah masing-masing. Hasil identifikasi praktik terbaik dan strategi pemecahan masalah selama implementasi PM akan menjadi rujukan bagi peningkatan mutu pembelajaran di tingkat provinsi.

Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan BBPPMPV Seni Budaya dalam memperkuat kompetensi pedagogik guru vokasi. Melalui pelatihan berkelanjutan seperti IN.2 ini, diharapkan para pendidik dapat menjadi agen perubahan di sekolah, menghadirkan proses belajar yang tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, kreativitas, dan keterampilan abad ke-21.

“Guru adalah ujung tombak pendidikan vokasi. Dengan pelatihan seperti ini, kami ingin membangun budaya reflektif di kalangan guru agar mereka senantiasa melakukan perbaikan berkelanjutan,” tutup Ice Faulia dalam sesi akhir kegiatan.

Kegiatan IN.2 Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Guru SMK Provinsi Jawa Tengah di SMK Negeri 6 Semarang ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak berhenti pada pelatihan teknis semata, tetapi juga membutuhkan proses refleksi, kolaborasi, dan komitmen untuk terus belajar demi menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi generasi muda Indonesia.

Penulis : Dian Primayanto, S.Pd, Guru SMK Negeri 10 Semarang dan Peserta Pelatihan Pembelajaran Mendalam 

Artikel ini memiliki

3 Komentar

arimurti asmoro
Selasa, 28 Okt 2025

Pelatihan pembelajaran mendalam, memberikan semangat kepada guru untuk menjadi agen perubahan dalam proses pembelajaran yang bermakna bersama murid

Balas
Helmi Yuhdana H., S.Pd., M.M.
Selasa, 28 Okt 2025

Mantaaabb’s. .. ..

Balas
Antar subandana
Rabu, 29 Okt 2025

Keren

Balas

Beri Komentar