Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Fildzah Amimah Paparkan Inovasi Story Book dan ADLX Terpadu di Talkshow Pembelajaran Mendalam Kota Semarang

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang, 17 Oktober 2025 — Aula SMP Negeri 39 Semarang siang itu dipenuhi semangat para pendidik dari berbagai sekolah yang tergabung dalam Pelatihan Pembelajaran Mendalam tahap 2 (IN 2) Kota Semarang. Salah satu momen yang paling menarik perhatian peserta adalah saat Fildzah Amimah, guru dari SMA Islam Terpadu (SMAIT) Harapan Bunda Semarang, tampil sebagai wakil kelas G untuk berbagi praktik baik melalui sebuah talkshow bertema “Pembelajaran Mendalam dan Active Deep Learner eXperience (ADLX)”.

Dalam paparannya, Fidzah menjelaskan secara runtut bagaimana SMAIT Harapan Bunda mengembangkan inovasi pembelajaran melalui integrasi antara Pembelajaran Mendalam (PM), Active Deep Learner eXperience (ADLX), dan Kecerdasan Artifisial (AI). Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk adaptasi sekolah terhadap perubahan zaman yang menuntut kreativitas, digitalisasi, dan kolaborasi.

“SMAIT Harapan Bunda sebagai bagian dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) memiliki pendekatan khas dalam pengembangan pembelajaran. Namun, di era digitalisasi saat ini, kami perlu mengolaborasikan pendekatan khas JSIT dengan pembelajaran mendalam dan pemanfaatan teknologi digital agar siswa dapat belajar secara utuh, baik secara intelektual, sosial, maupun spiritual,” jelas Fidzah.

Ia kemudian memperkenalkan konsep ADLX sebagai model pembelajaran yang menekankan pada keaktifan, kedalaman berpikir, refleksi, dan penerapan nilai. Fildzah memaparkan bahwa dalam ADLX, proses belajar tidak berhenti pada memahami materi, tetapi dilanjutkan hingga tahap eksplorasi, perumusan, presentasi, aplikasi, serta refleksi duniawi dan ukhrawi. Struktur ini diintegrasikan dengan prinsip Pembelajaran Mendalam (PM) agar siswa tidak hanya menguasai konsep, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan nyata.

Dalam kesempatan itu, Fidzah menunjukkan bahwa salah satu media yang efektif dalam mengimplementasikan ADLX dan PM adalah penggunaan Story Book digital. Melalui media ini, siswa dapat mengasah keterampilan literasi, berpikir kreatif, serta memahami nilai-nilai kehidupan melalui narasi dan visual yang kontekstual. “Story Book bukan hanya alat bantu belajar, tetapi juga jembatan yang menghubungkan aspek kognitif, emosional, dan sosial peserta didik. Dengan cara ini, proses belajar menjadi lebih bermakna,” ujarnya.

Fildzah juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial dalam pembelajaran, khususnya melalui platform Google Gemini Storybook — sebuah produk AI generatif yang memungkinkan pembuatan buku cerita interaktif dengan teks dan gambar otomatis. Ia menjelaskan secara rinci cara penggunaannya, mulai dari membuka situs https://gemini.google.com/gem/storybook, mengetik perintah (prompt), hingga menghasilkan cerita bergambar yang dapat diedit, disesuaikan, dan dibagikan.

“Melalui penerapan pembelajaran mendalam dan Active Deep Learner eXperience yang dipadukan dengan kegiatan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), murid tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata. Inilah pembelajaran yang kontekstual dan berorientasi pada keterampilan abad ke-21,” terang Fidzah di hadapan peserta talkshow.

Salah satu contoh implementasi yang dipaparkan Fidzah adalah proyek “Petualangan Akuntansi”, sebuah karya berbasis digital storytelling yang dikembangkan dalam pembelajaran ekonomi. Proyek tersebut menggabungkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif siswa melalui media storybook yang mereka buat sendiri menggunakan Gemini AI. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang teori akuntansi, tetapi juga mengemasnya dalam bentuk cerita menarik yang dapat diakses publik melalui tautan https://gemini.google.com/share/2fb600fde30c.

Fildzah mengakui bahwa kolaborasi antara PM, ADLX Terpadu, dan KKA bukan hanya sekadar inovasi teknis, tetapi juga langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

“Saya merasa bersyukur dapat dipercaya sebagai narasumber dalam talkshow pembelajaran mendalam ini. Menurut saya, kolaborasi antara PM, ADLX Terpadu, dan KKA merupakan langkah strategis untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami konsep secara mendalam, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan pengalaman nyata serta mengembangkan kompetensi abad 21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Peserta talkshow tampak antusias menanggapi presentasi Fildzah. Beberapa guru dari sekolah lain bahkan menyatakan ketertarikan untuk menerapkan model pembelajaran serupa. Mereka menilai pendekatan ini relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini, terutama dalam membangun karakter dan kecakapan digital siswa.

Talkshow yang berlangsung interaktif ini menjadi ajang inspirasi bagi para pendidik di Kota Semarang. Dari pemaparan Fildzah Amimah, peserta menyadari bahwa transformasi pendidikan tidak selalu memerlukan perubahan besar, tetapi bisa dimulai dari langkah kecil yang berdampak luas — seperti menghadirkan story book digital yang menggabungkan teknologi, nilai spiritual, dan kreativitas.

Dengan semangat “Menganyam Cerita, Menanam Makna”, SMAIT Harapan Bunda Semarang menunjukkan bahwa pembelajaran abad ke-21 dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai keislaman dan prinsip humanistik. Di akhir sesi, Fidzah menegaskan pesan penting bagi semua guru.

“Teknologi hanyalah alat. Kunci utamanya ada pada guru yang mau belajar dan beradaptasi. Jika kita memaknai setiap proses dengan niat yang benar, maka pembelajaran akan menjadi ibadah sekaligus inspirasi,” pungkasnya.

Kegiatan berbagi praktik baik ini diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah lain untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran yang mendalam, adaptif, dan penuh makna di era digital.

Penulis : Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Fasilitator Pembelajaran Mendalam BBGTK Jawa Tengah
Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar