Semarang — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah terus menggaungkan kampanye Green Industry ke berbagai sekolah menengah kejuruan di wilayahnya. Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 8 Oktober 2025, di SMK Negeri 10 Semarang. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Ikhwan Joko Istarto, SP., M.Si., didampingi oleh Mohammad Sophal Jamil. Melalui sosialisasi bertema “Green Industry”, tim Disperindag mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor industri hijau demi masa depan yang berkelanjutan.
Konsep Green Industry atau industri hijau sendiri merupakan upaya pengembangan sektor industri yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta bertanggung jawab secara sosial. Prinsipnya adalah meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sambil tetap menjaga produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan manusia. Dalam paparannya, Ikhwan Joko Istarto menjelaskan bahwa industri hijau bukan sekadar menghijaukan lingkungan pabrik dengan menanam pohon, melainkan juga menyangkut perubahan cara berpikir dan berproduksi.
“Green industry itu bukan hanya tentang menanam pohon di area industri, tetapi bagaimana kita bisa menciptakan proses produksi yang efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan. Ini juga tentang bagaimana kita memanfaatkan kembali barang bekas menjadi sesuatu yang berguna,” ungkap Ikhwan Joko Istarto di hadapan ratusan siswa SMK Negeri 10 Semarang.
Ikhwan menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Disperindag Jateng untuk membangun generasi hijau menuju generasi emas. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan pelajar dalam menjaga lingkungan, karena masa depan industri Indonesia berada di tangan mereka. “Kami ingin para siswa memahami bahwa menjaga bumi bukan hanya tugas aktivis lingkungan, tapi juga tanggung jawab kita semua, termasuk calon tenaga kerja dan wirausahawan muda,” imbuhnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut, para siswa tampak antusias mengikuti pemaparan materi. Suasana semakin meriah ketika Ikhwan mengadakan kuis ringan seputar materi green industry. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar diberi hadiah cokelat sebagai bentuk apresiasi. Cara ini terbukti efektif menarik perhatian siswa sekaligus menumbuhkan semangat belajar tentang pentingnya gaya hidup berkelanjutan.
Pendamping kegiatan, Mohammad Sophal Jamil, menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah konkret pemerintah provinsi dalam menanamkan kesadaran industri hijau sejak dini. “Sekolah adalah tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai keberlanjutan. Kami berharap anak-anak SMK bisa menjadi pionir yang membawa perubahan di dunia industri kelak,” ujar Sophal.
Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, mengapresiasi langkah Disperindag Jateng yang telah memilih sekolahnya sebagai salah satu lokasi kampanye. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan semangat sekolah dalam membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan dan adaptif terhadap perkembangan global. “Kita hidup di era globalisasi yang menuntut semua orang, terutama generasi muda, memahami konsep green industry. Dengan pemahaman ini, mereka bisa menjadi bagian dari solusi untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan,” ujar Ardan.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 10 Semarang, Helmi Yuhdana, menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan zaman. Ia mengatakan bahwa generasi muda harus diberi ruang untuk berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. “Kegiatan ini keren sekali. Anak muda sekarang perlu diajak berkontribusi terhadap lingkungan, karena merekalah yang akan menentukan arah masa depan bumi ini,” tutur Helmi.
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memperoleh wawasan baru tentang green industry, tetapi juga diajak berpikir kritis mengenai peran mereka sebagai calon pelaku industri masa depan. Konsep seperti efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan penerapan teknologi bersih menjadi topik menarik yang membuka wawasan peserta.
Ikhwan menutup sesi dengan pesan inspiratif agar para siswa terus berinovasi sekaligus menjaga harmoni antara kemajuan teknologi dan kelestarian alam. “Industri yang maju adalah industri yang bertanggung jawab. Mari kita mulai dari hal kecil, seperti mendaur ulang barang bekas atau menghemat energi. Dari kebiasaan sederhana itu, masa depan hijau akan lahir,” pungkasnya.
Dengan kampanye yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan, Disperindag Provinsi Jawa Tengah berharap gerakan Green Industry dapat tumbuh subur di kalangan pelajar, khususnya di sekolah kejuruan yang mencetak calon-calon pelaku industri masa depan. Semangat membangun generasi hijau menuju generasi emas pun diharapkan menjadi tonggak lahirnya industri yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan dan penuh tanggung jawab sosial.
Penulis : Sofiatul Nadziyah, S.Pd, Staf Kesiswaan SMK Negeri 10 Semarang

Mantaaaaaabb’s……….
Semoga dengan pemahaman akan green industry, siswa kelak menjadi pelaku usaha yang menerapkan sustainability dalam praktik usahanya dengan penuh tanggung jawab.
semoga bisa tercapai apa yg menjadi cita-cita K.10 menjadi Green Industry …. keren
Beri Komentar