Semarang, 3 Oktober 2025 – Upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kota Semarang terus dilakukan melalui berbagai kegiatan pengembangan kompetensi guru. Salah satunya adalah Pelaksanaan OJT 3 Kelas G Pelatihan Pembelajaran Mendalam, yang digelar pada Jumat (3/10) pukul 13.00 hingga 15.15 WIB di SMA PL Don Bosco Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru dari sepuluh SMA di Kota Semarang dan fasilitator Sugeng Nugroho dari SMA Kesatrian 1, Rochimudin dari SMA Negeri 9 dan Ardan Sirodjuddin dari SMK Negeri 10 Semarang.
OJT (On-the-Job Training) Pelatihan Pembelajaran Mendalam menjadi bagian penting dalam rangkaian program pelatihan guru. Berbeda dengan pelatihan biasa, OJT lebih menekankan pada praktik langsung di sekolah, di mana guru-guru peserta pelatihan menerapkan dan merefleksikan konsep pembelajaran mendalam yang berfokus pada pemahaman, keterampilan kritis, serta relevansi pembelajaran dengan konteks nyata kehidupan sehari-hari. Melalui siklus kolaborasi, perancangan RPP, praktik mengajar, hingga evaluasi bersama rekan kerja, kegiatan ini bertujuan membentuk guru yang mampu menginspirasi siswanya dengan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Kepala SMA PL Don Bosco Semarang, Heni Widiastuti, dalam sambutan pembukaan menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan. “Atas nama SMA PL Don Bosco, kami mengucapkan terima kasih telah dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan OJT 3. Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi kewajiban dari Dinas Pendidikan, tetapi menjadi kesempatan bagi kita semua untuk menimba pengalaman, memperkaya strategi, dan bersama-sama menghadirkan pembelajaran mendalam di sekolah masing-masing,” ungkapnya di hadapan para peserta.
Dalam pelaksanaannya, OJT 3 melanjutkan tahapan sebelumnya yang telah dilakukan pada OJT 1 dan OJT 2. Jika pada tahap awal peserta diarahkan pada orientasi kegiatan, pendampingan, dan persiapan open class, maka pada OJT 3 peserta diarahkan untuk lebih mendalami praktik nyata pembelajaran, memberikan umpan balik satu sama lain, serta mempersiapkan showcase praktik terbaik. Para guru berkesempatan untuk saling menjadi observer dalam open class, sehingga terjadi proses pembelajaran dua arah: guru model mendapat masukan, sementara observer memperoleh inspirasi dari praktik yang diamati.
Salah satu Fasilitator OJT 3, Ardan Sirodjuddin, memberikan apresiasi atas capaian para guru selama mengikuti pelatihan. Ia menilai, secara umum guru model dalam open class mampu melaksanakan pembelajaran mendalam dengan baik. “Penerapan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan berjalan dengan cukup baik. Proses belajar yang dirancang sudah mampu membawa siswa melalui tiga tahap penting, yakni memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pengalaman belajar,” jelasnya.
Lebih jauh, Ardan menekankan bahwa pembelajaran mendalam tidak hanya sebatas teori yang dipelajari dalam ruang kelas pelatihan, melainkan harus terwujud nyata dalam praktik mengajar sehari-hari. “Guru bukan hanya menyampaikan materi, tetapi memfasilitasi bagaimana siswa bisa menemukan makna dari apa yang mereka pelajari. Dengan begitu, pembelajaran tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi juga mengasah keterampilan hidup dan sikap positif siswa,” tambahnya.
Para peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka aktif memberikan umpan balik terhadap pembelajaran yang ditampilkan guru model, baik dari sisi perencanaan, manajemen kelas, penggunaan media, hingga keterlibatan siswa. Refleksi bersama ini menjadi kekuatan utama OJT, karena guru dapat belajar dari pengalaman nyata rekan sejawat.
OJT 3 sendiri memiliki beberapa tujuan strategis. Pertama, meningkatkan kompetensi guru dalam memahami dan menerapkan konsep pembelajaran mendalam dalam praktik mengajar sehari-hari. Kedua, mewujudkan pembelajaran berpusat pada siswa dengan menekankan kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, serta penerapan pengetahuan dalam konteks nyata. Ketiga, mengembangkan potensi siswa secara holistik melalui pendekatan yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sehingga siswa belajar dengan melibatkan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga.
Dengan keterlibatan sepuluh SMA di Kota Semarang, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas sekolah. Guru-guru dapat saling berbagi strategi, tantangan, dan solusi dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam. Hal ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas mengajar guru, tetapi juga menciptakan atmosfer pendidikan yang lebih kreatif dan inovatif di Kota Semarang.
Kegiatan OJT 3 Kelas G ini ditutup dengan refleksi bersama, di mana setiap peserta menyampaikan kesan dan rencana tindak lanjut setelah kembali ke sekolah masing-masing. Dari hasil diskusi, terlihat adanya komitmen bersama untuk terus mengembangkan praktik pembelajaran mendalam, memperkuat kolaborasi dengan rekan sejawat, serta mengimbaskan pengalaman positif kepada guru-guru lain di lingkungan sekolah.
Dengan semangat kolaborasi, refleksi, dan perbaikan berkelanjutan, OJT Pelatihan Pembelajaran Mendalam diharapkan dapat menjadi salah satu tonggak penting transformasi pendidikan di Kota Semarang. Harapannya, guru semakin profesional dan inspiratif, sementara siswa mendapatkan pengalaman belajar yang benar-benar hidup: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Penulis : Nur Kholifah, Staf Humas SMK Negeri 10 Semarang

Pelatihan pembelajaran
Dengan semangat kolaborasi, refleksi, dan perbaikan berkelanjutan, OJT Pelatihan Pembelajaran Mendalam diharapkan dapat menjadi salah satu tonggak penting transformasi pendidìkan secara umum dengan harapan guru semakin profesional dan inspiratif, siswa akan mendapatkan pengalaman belajar yang benar -benar hidup: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Pelatihan pembelajaran mendalam
Keren 🔥🔥🔥
Mantaaabb’s . . .
Istimewa…
Kegiatan ini sangat baik untuk membangun kolaborasi antar guru dan antar sekolah guna meningkatnya kualitas pembelajaran di masing-masing sekolah yang terlibat.
Selalu belajar untuk terus berkembang
Mantap menginspirasi
OJT 3 KELAS G merupakan pembelajaran mendalam yang mengimbaskan pengalaman positif dilingkungan sekolah
Pelatihan pembelajaran mendalam
OJT 3 Kelas G menjadi ruang kolaborasi bagi guru SMA Kota Semarang untuk memperdalam praktik pembelajaran bermakna di SMA PL Don Bosco
Semoga kegiatan ini menjadi dasar terjun di dunia kerja
Membangun kompetensi diri melalui pelatihan yang saling berkolaborasi transfer knowledge & skill
Mantap menginspirasi
Mantap menginspirasi.
Hebat👍💥
Maju terus SMK 10…
Keren👍👍
Keren👍👍💯
Menyala🔥
Luar biasa
OJT Pelatihan Pembelajaran Mendalam diharapkan dapat menjadi salah satu tonggak penting transformasi pendidikan di Kota Semarangⁿ, guru semakin profesional dan inspiratif, sementara siswa mendapatkan pengalaman belajar yang benar-benar hidup: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Harapannya, guru semakin profesional dan inspiratif, sementara siswa mendapatkan pengalaman belajar yang benar-benar hidup: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Aamiin3x Yaa robbal’alamiin 🤲
Mantap. Luar biasa.
Bagus
Beri Komentar