JAKARTA-Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) menggelar kegiatan Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) pada Mata Pelajaran Fase F SMK tahap I. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis, 25 September hingga Sabtu, 27 September 2025, bertempat di Hotel Park 5 Simatupang, Jalan Intan RSPP Utara No. C.5, Cilandak, Jakarta Selatan.
Acara yang menghadirkan guru-guru SMK dari berbagai konsentrasi keahlian, praktisi pendidikan, perwakilan dinas pendidikan, serta tim dari Puskurjar ini resmi dibuka oleh Kepala Puskurjar, Dr. Laksmi Dewi, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran ATP sebagai panduan utama dalam mewujudkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di era modern.
“Untuk mewujudkan pembelajaran yang kreatif, menantang, dan membuat anak senang, para pembuat panduan pembelajaran agar membuat panduan yang jelas tujuan, langkah, dan asesmennya. Harapannya guru bisa merepresentasikan aktivitas belajar sehingga siswa cinta belajar dan menjadi pembelajar sepanjang hayat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Laksmi Dewi menekankan bahwa dalam penyusunan ATP, guru harus mampu memilah materi esensial. Menurutnya, materi yang dipilih hendaknya memiliki nilai keterpakaian jangka panjang. “Pembelajaran harus melihat materi esensial yang cirinya ilmu yang dipelajari siswa memiliki keterpakaian jangka panjang sehingga akan membekali kemudahan siswa dalam menghadapi kehidupan mendatang,” tambahnya.
Kegiatan penyusunan ATP ini menjadi momen penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya untuk jenjang SMK. Dengan adanya ATP, guru dapat lebih mudah merancang pembelajaran yang terarah, sistematis, serta sesuai dengan tujuan kurikulum. Selain itu, ATP juga diharapkan menjadi sarana untuk menumbuhkan kolaborasi antarguru sehingga tercipta keselarasan pembelajaran di berbagai konsentrasi keahlian.
Suasana kegiatan berlangsung dinamis. Para peserta yang datang dari berbagai daerah saling bertukar gagasan dan pengalaman. Mereka terlibat dalam diskusi intensif untuk menyusun ATP sesuai bidang masing-masing, baik yang berkaitan dengan teknologi, seni, maupun layanan. Proses kolaborasi ini tidak hanya memperkuat pemahaman mengenai struktur kurikulum, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan antarpendidik.
Salah satu peserta dari SMK Negeri 10 Semarang, Hesti Sulistyowati, mengungkapkan rasa syukurnya bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia hadir sebagai bagian dari tim penyusun ATP untuk konsentrasi Teknik Pemesinan Kapal. “Saya sangat senang bisa ikut penyusunan ATP untuk konsentrasi Teknik Pemesinan Kapal, karena ATP memberikan arah yang jelas untuk pembelajaran, memfasilitasi kolaborasi antar guru, dan memungkinkan penyesuaian materi dengan kebutuhan siswa. Dengan begitu, proses belajar menjadi lebih efektif, terstruktur, dan sesuai dengan tujuan Kurikulum,” tutur Hesti.
Menurutnya, pengalaman ini bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga memberi ruang baginya untuk terlibat langsung dalam membangun arah pendidikan vokasi di Indonesia. “Ini kesempatan berharga karena kami bisa menyumbangkan pemikiran dan sekaligus memastikan bahwa apa yang kami ajarkan di sekolah benar-benar sesuai dengan kebutuhan siswa maupun dunia kerja,” imbuhnya.
Kegiatan ini disambut positif oleh para praktisi pendidikan yang hadir. Mereka menilai penyusunan ATP menjadi salah satu langkah konkret untuk menjembatani kebijakan kurikulum dengan pelaksanaan di kelas. Dengan panduan yang jelas, guru dapat merancang asesmen, strategi, serta aktivitas belajar yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga menumbuhkan kompetensi penting seperti keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.
Penyusunan ATP Fase F tahap I ini juga menjadi wadah untuk menyelaraskan persepsi antar pemangku kepentingan di dunia pendidikan. Puskurjar menegaskan bahwa proses ini bukan hanya soal teknis penulisan dokumen, tetapi juga bagaimana memastikan implementasi kurikulum benar-benar berpihak pada peserta didik.
Di akhir kegiatan, para peserta menyampaikan komitmen untuk meneruskan hasil penyusunan ATP ini ke satuan pendidikan masing-masing. Harapannya, ATP yang telah disusun dapat segera diimplementasikan dalam pembelajaran sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan vokasi.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Puskurjar optimistis ATP yang dihasilkan akan menjadi fondasi kuat dalam mendukung Kurikulum Merdeka. Lebih dari sekadar dokumen, ATP diharapkan menjadi panduan hidup yang membantu guru menciptakan pembelajaran bermakna, relevan, dan menyenangkan, sehingga siswa SMK siap menghadapi tantangan kehidupan dan dunia kerja di masa depan.
Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Waka Humas SMK Negeri 10 Semarang

Mengembangkan kurikulum pembelajaran…
Keren Bu Hesti 👍 Semangat sehat selalu terus berkarya.
Alhamdulillah semoga bisa bermanfaat utk kemajuan K.10
Menyusun alur, merancang tujuan, menyiapkan masa depan. Guru SMK Negeri 10 Semarang hadir dalam ATP Fase F untuk melahirkan pembelajaran yang bermakna
Luar biasa,
Keren 👍👍
Joss
Mantab Bu Hesti sukses selalu 👍👍👍
Langkah bagus nih, andai pemerintah mengumpulkan para ahli utk membuat dokumen² pembelajaran, tidak harus ditetapkan 100%, namun disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan lokal. Setidaknya ada alternatif² yang bisa dijadikan pedoman/acuan bagi guru² daerah.
Mantap…
mantap…
Alhamdulillah
Mantaaabb’s . . . .
Semangat bu
Kontribusi positif. Smk n 10 semakin berkualitas.
Maju terus SMK10..
Best..
Sipp
Mantap👍👍
mantap
Semangat terus berkarya tingkatkan kualitas SMKN 10 Semarang.
Mantab 👍
Senang rasanya bisa ikut berperan dalam penusunan ATP, semoga bermanfaat . SMKN 10 Semarang HEBAT
Luar biasa🔥
Semangat💪
Peningkatan kompetensi guru yang unggul dan bermanfaat…sukses Bu Hesti
Menyala🔥
Keren Bu Hesti , semoga bermanfaat untuk kemajuan sekolah , khususnya jurusan TPK .
Bagus
Istimewa
Luaar biasa bu Hesti.. semangatt dan sukses selalu ibu..
Mantap👍👍👍
Mantap luar biasa
Mantap luar biasa…
Beri Komentar