SALATIGA-Sosialisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik SMK Tahun Anggaran 2025 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah berlangsung selama dua hari pada 18 dan 19 September 2025 di Ballroom Hotel Grand Wahid, Salatiga. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan SMK penerima bantuan DAK dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah, dengan tujuan memastikan pemahaman yang menyeluruh mengenai pemanfaatan dana pemerintah untuk mendukung peningkatan mutu lulusan sekolah menengah kejuruan.
Dalam acara tersebut, Ainur Rojik, S.Pd., M.Eng. selaku narasumber menyampaikan paparan mengenai strategi pemanfaatan DAK Fisik 2025. Ia menekankan bahwa bantuan pemerintah ini harus digunakan secara tepat sasaran agar benar-benar berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan vokasi. “DAK ini bukan sekadar bantuan sarana atau prasarana, melainkan sebuah instrumen untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Lulusan SMK harus mampu bersaing dengan keterampilan yang relevan, dan itulah yang menjadi target utama kita,” ujar Ainur dalam sambutannya.
Ainur menambahkan, tantangan besar yang dihadapi SMK saat ini adalah ketidaksesuaian fasilitas belajar dengan perkembangan teknologi industri. Oleh karena itu, DAK Fisik diarahkan untuk memperkuat ruang praktik, laboratorium, serta peralatan pendukung pembelajaran. “Kalau kita ingin lulusan SMK diterima industri, maka pembelajarannya harus sejalan dengan standar yang berlaku di dunia kerja. Itulah kenapa dana ini harus diprioritaskan untuk sarana yang menunjang pembelajaran berbasis kompetensi,” jelasnya.
Sosialisasi ini juga memberikan ruang bagi peserta untuk bertanya dan berdiskusi mengenai teknis pengelolaan dana, termasuk aspek akuntabilitas, pelaporan, dan pengawasan. Pihak dinas berharap, dengan adanya pemahaman yang baik, tidak terjadi kesalahan dalam implementasi program di lapangan. Ainur menekankan pentingnya transparansi. “Dana yang digelontorkan pemerintah cukup besar, dan itu harus dikelola dengan penuh tanggung jawab. Jangan sampai ada penyimpangan karena ini menyangkut masa depan pendidikan anak-anak kita,” katanya.
Peserta yang hadir menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai sosialisasi sangat membantu dalam memberikan gambaran nyata terkait arah kebijakan DAK Fisik 2025. Salah satunya diungkapkan oleh Andhika Wildan Krisnamurti, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMK Negeri 10 Semarang. Menurutnya, dukungan pemerintah melalui DAK sangat penting untuk meminimalisasi kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri. “Kami di sekolah sangat membutuhkan bantuan semacam ini. Gap teknologi antara sekolah dengan industri masih terasa, dan melalui DAK kami bisa melengkapi fasilitas agar siswa lebih siap menghadapi tantangan kerja,” tutur Andhika.
Ia menambahkan bahwa dengan adanya fasilitas yang lebih modern, guru pun akan lebih mudah menyampaikan materi yang sesuai kebutuhan industri. Hal ini pada akhirnya akan mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu berinovasi. “Industri bergerak cepat, dan tanpa dukungan pemerintah, sekolah akan tertinggal. Dengan adanya DAK, kami bisa beradaptasi lebih baik,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung dua hari ini ditutup dengan harapan agar semua SMK penerima DAK Fisik Tahun Anggaran 2025 dapat mengimplementasikan program dengan optimal. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pendidikan vokasi sebagai motor penggerak pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, diharapkan lulusan SMK mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global.
Penulis : Nasi’in Samsul Huda, Staf Sarana dan Prasarana SMK Negeri 10 Semarang.

Beri Komentar