Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Guru SMK Negeri 10 Semarang Mengikuti OJT 1 Pembelajaran Mendalam

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang – Upaya peningkatan kompetensi guru di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus dilakukan melalui berbagai program pendampingan. Pada Kamis, 18 September 2025, sebanyak 24 guru SMK di Kota Semarang mengikuti kegiatan Pendampingan On-the Job Training (OJT) yang berlangsung di SMK Negeri 6 Semarang.

Kegiatan yang menghadirkan fasilitator berpengalaman, yakni Ice Faulia, S.Pd., M.Si. dan Nika Dewi Indriati, S.Pd., M.Pd., ini menjadi ruang belajar sekaligus refleksi bagi para pendidik untuk mengasah keterampilan merancang, mengamati, serta mengevaluasi praktik pembelajaran.

Dalam pelaksanaannya, para peserta diajak untuk mencermati dan menganalisis video pembelajaran mendalam yang diambil dari dua sekolah terpilih secara acak, yaitu SMK Negeri Jateng dan SMK Ibu Kartini. Melalui video tersebut, guru-guru dilatih mengamati detail proses belajar mengajar, termasuk interaksi antara guru dan siswa, penggunaan metode pembelajaran, serta strategi penyampaian materi.

Tahapan berikutnya adalah memberikan umpan balik terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan video sampel pembelajaran berbasis inkuiri kolaboratif. Para fasilitator mendorong peserta agar berani mengemukakan pendapat sekaligus menyampaikan kritik konstruktif yang dapat memperkaya praktik pembelajaran. “Guru perlu terbiasa melakukan refleksi dan memberikan masukan yang membangun. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas,” jelas Ice Faulia saat mendampingi sesi diskusi.

Selain itu, kegiatan ini juga membahas rencana tindak lanjut untuk pelaksanaan open class pertama. Open class dimaksudkan sebagai ruang terbuka di mana guru dapat mempraktikkan pembelajaran yang sudah dirancang, sementara rekan sejawat berperan sebagai pengamat yang memberikan evaluasi. Menurut fasilitator, keberanian guru membuka praktik pembelajarannya menjadi kunci utama untuk membangun budaya saling belajar di sekolah.

Fasilitator lain, Nika Dewi Indriati, menegaskan bahwa kegiatan OJT bukan hanya formalitas, melainkan wadah nyata untuk menumbuhkan profesionalisme guru. “Guru SMK harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Melalui OJT ini, kami ingin membiasakan guru melakukan observasi, refleksi, dan perbaikan berkelanjutan. Hal itu penting agar pembelajaran semakin relevan dengan kebutuhan siswa dan dunia kerja,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Dian Primayanto dari SMK Negeri 10 Semarang, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini. Menurutnya, OJT memberi kesempatan untuk belajar langsung dari praktik nyata sekaligus memperluas pengalaman dalam memperbaiki strategi mengajar.

“Pada kegiatan ini saya belajar bagaimana melakukan observasi implementasi dan refleksi terhadap praktik pembelajaran yang dilakukan. Selain itu, saya juga mendapat pengalaman baru dalam memperbaiki pembelajaran berdasarkan hasil umpan balik dan masukan dari guru lain,” tutur Dian.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Guru-guru tampak aktif menyampaikan pandangan saat sesi analisis video, mulai dari cara guru mengelola kelas, memancing keaktifan siswa, hingga efektivitas media pembelajaran yang digunakan. Diskusi pun mengalir hangat, dengan semangat kolaboratif yang menjadi inti dari program pendampingan ini.

Dengan jumlah peserta yang terbatas hanya 24 orang, suasana OJT menjadi lebih fokus. Setiap guru mendapatkan kesempatan luas untuk menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan, serta menerima masukan langsung dari fasilitator. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak lebih nyata ketika para guru kembali menerapkan hasil pembelajaran ke sekolah masing-masing.

Pendampingan OJT di SMK Negeri 6 Semarang ini menjadi bagian dari rangkaian upaya peningkatan kualitas guru SMK di Kota Semarang. Melalui proses berkelanjutan mulai dari analisis video, refleksi bersama, hingga open class, guru diharapkan semakin terampil dalam merancang pembelajaran yang efektif, inovatif, dan menyenangkan.

“Kalau guru terbiasa membuka diri terhadap masukan, maka budaya belajar sepanjang hayat benar-benar terwujud. Inilah yang kami dorong melalui OJT, agar kualitas pendidikan vokasi di Semarang semakin unggul,” pungkas Ice Faulia.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga langkah nyata dalam memperkuat peran guru sebagai pembelajar sepanjang hayat yang siap mendampingi siswa menuju masa depan yang lebih kompetitif.

Penulis : Anis Indri Hastuti, S.Pd, Peserta Pelatihan Pembelajaran Mendalam SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

1 Komentar

Antar subandana
Senin, 22 Sep 2025

Alhamdulillah .. luar biasa ..
SMK N 10 Semarang The Best ..

Balas

Beri Komentar