Semarang – Upaya pemerintah dalam mendorong percepatan transformasi pendidikan berbasis teknologi terus digencarkan. Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi bersama Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus menggelar Bimbingan Teknis Pemanfaatan Digitalisasi Pembelajaran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun 2025 yang berlangsung di Hotel MG Setos Semarang pada 17–19 September 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh 230 peserta dari 230 SMK yang mewakili berbagai daerah. Kehadiran mereka menjadi bagian dari rangkaian besar program nasional yang menargetkan ribuan SMK di seluruh Indonesia untuk memasuki era digital dalam sistem pembelajaran.
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Direktorat SMK, Dr. Arie Wibowo Khurniawan, S.Si., M.Ak bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, S.Pd., M.Eng. Dalam sambutannya, Dr. Arie menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi dunia pendidikan, khususnya SMK yang menyiapkan siswa agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja modern.
“Melalui kegiatan Bimbingan Teknis ini, kami berkomitmen melakukan pendampingan pemanfaatan digitalisasi pembelajaran secara bertahap dengan sasaran kurang lebih 4.477 SMK di seluruh Indonesia. Program ini akan kami laksanakan di 13 region dengan target 2.784 SMK melalui bimbingan teknis, dan 37 klaster dengan sasaran 1.693 SMK melalui program pendampingan,” ujar Dr. Arie Wibowo.
Ia menambahkan bahwa implementasi program ini sudah dimulai sejak Agustus 2025 melalui Bimbingan Teknis di Region Jakarta. Sementara itu, pelaksanaan di Region Semarang menjadi langkah lanjutan yang strategis karena Jawa Tengah dianggap memiliki peran penting dalam peta pendidikan vokasi nasional. “Semarang menjadi region kedua, dan kami berharap hasil dari kegiatan ini dapat menjadi katalisator bagi SMK lain dalam mengadopsi digitalisasi pembelajaran,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif pemerintah pusat dalam mengembangkan digitalisasi pendidikan di SMK. Menurutnya, program ini sangat relevan dengan perkembangan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan dunia industri.
“Peserta didik SMK harus siap menghadapi era industri 4.0 bahkan menuju society 5.0. Dengan adanya digitalisasi pembelajaran, guru dan siswa tidak hanya akan terbantu dalam proses belajar mengajar, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing lulusan SMK di pasar kerja,” kata Sadimin.
Ia juga menegaskan bahwa Jawa Tengah siap mendukung program nasional ini dengan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, serta dunia usaha dan industri.
Antusiasme peserta juga terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Salah satunya disampaikan oleh Hikma Nurul Izza, guru dari SMK Negeri 10 Semarang yang menjadi salah satu peserta. Ia menilai bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan sekolah dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran.
“Kami menyambut dengan senang hati adanya pelatihan ini. Harapannya, setelah mendapatkan bimbingan teknis, sekolah kami bisa segera menerapkan digitalisasi pembelajaran secara maksimal. Selain itu, adanya bantuan perangkat digital nantinya akan sangat menunjang kegiatan belajar mengajar di kelas,” ungkap Hikma.
Selama tiga hari kegiatan, para peserta mendapatkan materi terkait pemanfaatan platform digital, strategi pembelajaran berbasis teknologi, hingga praktik penggunaan perangkat lunak dan aplikasi yang relevan dengan kurikulum SMK. Tidak hanya itu, peserta juga didampingi oleh fasilitator untuk merancang model pembelajaran digital yang sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing.
Dengan kehadiran 230 SMK di Semarang ini, pemerintah berharap program Bimbingan Teknis Pemanfaatan Digitalisasi Pembelajaran dapat menjadi pintu masuk bagi sekolah-sekolah lain agar segera melakukan transformasi digital. Ke depan, seluruh tahapan program akan terus dipantau agar benar-benar mampu meningkatkan kualitas pendidikan vokasi Indonesia.
“Digitalisasi bukan sekadar soal perangkat atau aplikasi, tetapi bagaimana kita memanfaatkannya untuk menghasilkan pembelajaran yang lebih efektif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan zaman. SMK harus berada di garis depan dalam transformasi ini,” pungkas Dr. Arie Wibowo.
Dengan demikian, melalui program ini pemerintah menegaskan komitmennya untuk membawa SMK menuju era baru pendidikan yang lebih adaptif dan kompetitif, sekaligus memperkuat posisi pendidikan vokasi sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Penulis : Muhammad Yunan Setyawan, Waka Humas SMK Negeri 10 Semarang

Semangat buat Bu Nurul…smoga sukses sll
Mantaaabb’s . . . .
Semangat Bu Nurul, semoga ilmu yg diperoleh membawa manfaat buat kemajuan sekolah .aamiin
Semoga sukses dan bermanfaat ilmunya.
Semangat dan sukses
Mantap👍👍
Program nasional yang luar biasa sehingga dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, serta dunia usaha dan industri.
Semangat smoga Ilmunya bermanfaat
Semoga memberi manfaat baik untuk kemajuan sekolah.
Joooss
Semangat Bu Nurul
Alhamdulillah terimakasih kemendikdasmen yang akan memberikan bantuan smart tv untuk digitalisasi pembelajran
Siipppp
SMKN 10 Semarang semakin mantapp
Luar biasa🔥
Mantap,luarbiasa…
Sipz bu
Digitalisasi pembelajaran SMK Negeri 10 Semarang dapat maksimal
Istimewa👍
SANGAT ISTIMEWA
Sipp
Hebat,….
Selamat dan sukses selalu Bu Nurul. SMKN 10 Semarang semakin jaya.
Semoga benar terealisasi dan bermanfaat meningkatkan kualitas pembelajaran di SMKN 10 Semarang.
Selamat belajar Bu Nurul💪 lalu ajarkan ke kita.💪
Alhamdulillah, menambah sarpras pemanfaatan digital
Semangat bu Nurul
Alhamdulillah… Keren
Semangat bu Nurul yang selalu keren
Wahh bu nurul keren sekali
Keren bu Nurul semoga bermanfaat ilmunya
Keren Bu Nurul… Sukses selalu
Alhamdulillah,..
Semakin sukses selalu untuk SMKN 10 Semarang dan guru² nya 👍
Sukses selalu Bu Nurul 👍👍👍
Istimewa
Luar biasa 👍
menghebatkan
Kereen…
Hebat keren💯
Beri Komentar