SEMARANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMK Negeri 10 Semarang. Dalam ajang Lomba Peneliti Belia (LPB) dan International Scientific Paper Competition (LKTI) yang digelar Rabu (3/9/2025) di Auditorium PUtech Semarang, dua siswa berhasil mengukir prestasi dengan meraih juara 3 tingkat nasional.
Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) ini menjadi magnet bagi ratusan pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia. Tercatat, PUtechnovation 2025 berhasil menghimpun 226 tim peserta, termasuk 16 tim LKTI dari berbagai sekolah menengah dan perguruan tinggi. Di tengah persaingan ketat tersebut, nama SMK Negeri 10 Semarang muncul sebagai satu-satunya sekolah kejuruan yang sukses menembus final 10 besar.
Dua siswa SMK Negeri 10 Semarang, yakni Maya Novita Sari (kelas XI RPL 3) dan Arshavin Bintang Wibowo (kelas X RPL 2), tampil percaya diri dengan karya inovatif mereka. Produk yang diperlombakan berjudul Early Warning System AI – UMKM, hasil penelitian yang menyoroti dampak inflasi, ketergantungan impor, dan kurs terhadap daya tahan UMKM. Dari hasil riset tersebut, keduanya menawarkan solusi sistem berbasis kecerdasan buatan yang mampu memantau kurs rupiah, harga barang, serta memberikan mitigasi risiko bagi pelaku UMKM menghadapi volatilitas global.
“Melalui sistem ini, kami berharap UMKM bisa lebih siap menghadapi gejolak ekonomi yang cepat berubah. Teknologi yang kami kembangkan dapat membantu memprediksi potensi risiko dan memberikan rekomendasi strategi bagi pelaku usaha kecil dan menengah,” jelas Maya Novita Sari seusai penyerahan penghargaan.
Arshavin Bintang Wibowo menambahkan bahwa penelitian ini lahir dari keprihatinan melihat UMKM yang sering terdampak krisis global. “Kami ingin membuktikan bahwa siswa SMK juga bisa memberikan solusi nyata berbasis riset. Harapannya, sistem ini bisa dikembangkan lebih jauh dan dimanfaatkan secara luas,” katanya.
Guru pembimbing tim, Hikma Nurul Izza, mengaku bangga dengan capaian siswanya. Ia menegaskan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa semangat penelitian dapat tumbuh sejak jenjang sekolah menengah. “Sangat bangga dengan anak-anak karena SMK Negeri 10 Semarang menjadi satu-satunya perwakilan SMK yang masuk finalis 10 besar dari seluruh Indonesia dan alhamdulillah mendapat juara 3. Harapannya, prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lain agar tertarik di bidang penelitian sejak dari sekolah,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala SMK Negeri 10 Semarang, Ardan Sirodjuddin, M.Pd. Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya membanggakan sekolah, tetapi juga menjadi penanda bahwa siswa SMK mampu bersaing di ranah riset mendalam yang biasanya didominasi SMA dan perguruan tinggi. “Prestasi ini membuktikan bahwa siswa SMK Negeri 10 Semarang bisa bermain dalam riset mendalam. Kami berharap karya seperti ini terus bermunculan, sehingga siswa SMK semakin percaya diri berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegasnya.
Acara penyerahan penghargaan berlangsung meriah di Auditorium PUtech, dengan dihadiri jajaran akademisi, praktisi, serta peserta dari berbagai daerah. Keberhasilan Maya dan Arshavin meraih juara 3 menambah catatan prestasi SMK Negeri 10 Semarang, sekaligus memperkuat reputasi sekolah kejuruan sebagai pusat inovasi dan kreativitas siswa.
Dengan semangat riset yang terus ditumbuhkan, SMK Negeri 10 Semarang berharap prestasi ini menjadi pemicu lahirnya generasi peneliti muda lain yang siap menjawab tantangan zaman.
Penulis : Susanti, S.Pd, Guru Bahasa Inggris SMK Negeri 10 Semarang

Mantaaabb’s . . .
Beri Komentar