Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Pelatihan PM Hari Ketiga Kupas Prinsip dan Asesmen Pembelajaran Mendalam

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG-Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi guru SMK memasuki hari ketiga dengan pembahasan materi yang semakin substansial dan relevan bagi peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 2 September 2025, bertempat di SMK Negeri 6 Semarang sebagai lokus pelaksanaan. Sejak pagi, para guru peserta tampak antusias mengikuti sesi yang dipandu oleh fasilitator berpengalaman dari berbagai bidang.

Materi pertama tentang Prinsip dan Pengalaman Belajar disampaikan oleh Nika Dewi Indriati, S.Pd, M.Pd. Dalam pemaparannya, Nika menekankan pentingnya prinsip pembelajaran sebagai landasan utama yang memastikan proses belajar berjalan efektif dan berkesinambungan. “Ada tiga prinsip utama dalam pembelajaran mendalam yang harus dipahami guru, yaitu berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Ketiganya menjadi fondasi dalam menciptakan suasana belajar yang tidak hanya fokus pada pengetahuan, tetapi juga pengalaman yang utuh bagi peserta didik,” jelasnya di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, Nika menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam tidak cukup hanya dengan menyampaikan materi, tetapi harus melibatkan siswa dalam proses memahami, mengaplikasikan, hingga merefleksikan setiap pengetahuan yang diperoleh. Menurutnya, pengalaman belajar adalah proses nyata yang dialami individu dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, maupun nilai yang akan melekat dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. “Guru harus mampu merancang pengalaman belajar yang autentik sehingga siswa merasa belajar bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan,” tambahnya.

Setelah itu, giliran Ice Faulia, S.Pd, M.Si yang membawakan materi Asesmen Pembelajaran Mendalam. Materi ini dipandang sangat penting karena menyangkut bagaimana guru dapat mengetahui sejauh mana siswa benar-benar memahami pembelajaran yang mereka ikuti. Ice menguraikan ruang lingkup modul asesmen, mulai dari pengertian dan prinsip asesmen, bentuk dan fungsi asesmen, hingga teknik, instrumen, serta rancangan implementasinya di kelas.

“Asesmen dalam pembelajaran mendalam tidak hanya soal angka atau nilai, melainkan bagaimana mengukur perkembangan pemahaman siswa secara menyeluruh. Guru harus bisa melihat proses, bukan hanya hasil akhir,” ungkap Ice. Ia juga menambahkan bahwa asesmen yang tepat akan membantu guru melakukan refleksi terhadap metode mengajar yang digunakan, sehingga pembelajaran berikutnya dapat lebih efektif.

Suasana pelatihan semakin hidup ketika fasilitator dari BBPPMPV Seni Budaya turut memberikan pendampingan. Kehadiran mereka memberikan perspektif tambahan mengenai bagaimana pembelajaran mendalam dapat diintegrasikan dalam berbagai mata pelajaran, termasuk seni dan budaya. Para guru pun aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menyusun rancangan asesmen yang dapat mereka terapkan langsung di sekolah masing-masing.

Kegiatan hari ketiga ini menjadi bagian penting dari rangkaian pelatihan yang bertujuan membekali guru dengan keterampilan merancang pembelajaran yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membangun pemahaman yang lebih dalam pada diri peserta didik. Salah satu peserta, Susanti, guru SMK Negeri 10 Semarang, mengaku mendapat banyak wawasan baru. “Saya merasa materi hari ini sangat membuka pikiran. Selama ini asesmen sering dianggap sebatas ujian atau tes, padahal ada banyak cara untuk melihat sejauh mana siswa benar-benar belajar. Dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, saya yakin bisa membawa perubahan di kelas saya,” ujarnya.

Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi guru SMK ini sendiri merupakan inisiatif untuk meningkatkan kapasitas pendidik dalam menghadapi tantangan zaman. Seiring dengan perubahan kurikulum dan kebutuhan kompetensi abad 21, guru dituntut untuk mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa. Oleh karena itu, materi yang disampaikan dalam pelatihan ini diharapkan mampu memberikan bekal nyata dalam praktik mengajar.

Dengan adanya pelatihan di SMK Negeri 6 Semarang, para guru mendapatkan kesempatan tidak hanya untuk menambah ilmu, tetapi juga berjejaring dengan sesama pendidik dari berbagai sekolah. Hari ketiga ini pun menjadi momentum penting untuk menyadarkan bahwa pembelajaran mendalam adalah investasi jangka panjang dalam dunia pendidikan. Seperti ditegaskan salah satu fasilitator, “Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pencipta pengalaman belajar. Dari pengalaman itulah lahir generasi yang berpikir kritis, kreatif, dan memiliki karakter kuat.”

Penulis : Anis Indri Hastuti, S.Pd, Peserta Pelatihan PM dari SMK Negeri 10 Semarang

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar