Semarang – Upacara bendera di SMK Negeri 10 Semarang pada Senin, 1 September 2025, terasa berbeda dari biasanya. Lapangan utama sekolah yang biasanya dipenuhi dengan barisan rapi para siswa kali ini mendapat perhatian lebih, karena pembina upacara bukan berasal dari jajaran guru maupun kepala sekolah, melainkan dari pihak kepolisian. IPDA Anak Agung Putu Widyastuti, Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara, hadir sebagai pembina upacara dan memberikan amanat penting kepada seluruh peserta didik.
Dalam amanatnya, IPDA Anak Agung Putu Widyastuti menekankan agar para pelajar tidak mudah terprovokasi dengan ajakan-ajakan unjuk rasa yang marak beredar di media sosial. Menurutnya, banyak isu yang disebarkan tanpa dasar jelas, bahkan sengaja diciptakan untuk memancing reaksi emosional para remaja.
“Anak-anak harus cerdas dan hati-hati menyikapi informasi di media sosial. Jangan sampai terprovokasi dengan ajakan-ajakan demo yang belum tentu jelas tujuan dan dampaknya. Fokuslah pada belajar, karena masa depan kalian ditentukan dari prestasi, bukan dari ikut-ikutan hal yang bisa merugikan diri sendiri,” ujar IPDA Putu di hadapan ribuan siswa.
Suasana hening menyelimuti lapangan ketika pesan tersebut disampaikan. Para siswa terlihat menyimak dengan serius. Selain memberi peringatan, IPDA Putu juga memberikan motivasi agar siswa terus meningkatkan prestasi di bidang akademik maupun non-akademik. “Saya ingin adik-adik semua bisa berprestasi, mengharumkan nama sekolah, bahkan membanggakan orang tua dan bangsa. Jangan sia-siakan kesempatan belajar ini,” tambahnya.
Kepala SMK Negeri 10 Semarang, menyampaikan apresiasi atas kehadiran pihak kepolisian sebagai pembina upacara. Menurutnya, langkah ini menjadi bentuk sinergi positif antara sekolah dan aparat penegak hukum untuk membentuk karakter disiplin dan waspada pada siswa. “Kami berterima kasih atas dukungan Polsek Semarang Utara, khususnya Ibu IPDA Putu yang sudah memberikan amanat sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Pesan agar siswa tidak terlibat dalam hal-hal negatif di luar sekolah sangat relevan dengan kondisi saat ini,” ungkapnya.
Upacara yang berlangsung khidmat ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh dua guru, Muslim Anwar dan Beni Legowo. Doa dipanjatkan untuk keselamatan seluruh warga sekolah sekaligus permohonan agar bangsa Indonesia selalu diberi perlindungan dari segala mara bahaya. “Kami memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga bangsa dan negara kita selalu dalam lindungan-Nya, terhindar dari hal-hal yang merugikan generasi muda,” ujar Muslim Anwar saat memimpin doa.
Kegiatan doa bersama ini membuat suasana semakin khusyuk. Siswa, guru, hingga tenaga kependidikan tampak menundukkan kepala dengan penuh khidmat. Doa bersama tersebut menjadi simbol kebersamaan keluarga besar SMK Negeri 10 Semarang dalam menjaga lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Upacara bendera kali ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter siswa agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan menjaga fokus pada pendidikan. Kehadiran aparat kepolisian juga memberi pesan kuat bahwa sekolah dan penegak hukum berjalan beriringan dalam mendidik generasi muda, bukan hanya untuk pintar secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan mental.
Dengan amanat yang disampaikan, pihak sekolah berharap seluruh siswa semakin menyadari pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan sekitar, terutama provokasi di media sosial yang kerap menjerat remaja. Doa bersama yang mengakhiri kegiatan menambah kekuatan moral bagi seluruh warga sekolah agar tetap bersatu, menjaga persaudaraan, dan menjunjung tinggi nilai kebangsaan.
Penulis : Dini Riyani, Staf Kesiswaan SMK Negeri 10 Semarang.

Beri Komentar