Info Sekolah
Senin, 02 Feb 2026
  • SMK Negeri 10 Semarang menjadi Terbaik I Kelembagaan dengan Prestasi Terbanyak Jenjang SMK Cabdin I

Guru Didorong Terapkan Growth Mindset untuk Tingkatkan Prestasi Siswa

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG-Materi pertama setelah pembukaan dalam kegiatan Pelatihan Pembelajaran Mendalam Guru SMA Kota Semarang Tahap 4 adalah tentang Growth Mindset atau Pola Pikir Bertumbuh. Materi ini menjadi perhatian utama karena diyakini mampu mendorong perubahan signifikan baik bagi guru maupun siswa. Dalam sesi tersebut, peserta diharapkan mampu memahami konsep pola pikir bertumbuh, menerapkannya dalam pembelajaran mendalam, memahami perannya dalam kreativitas, serta mengaitkannya dengan pengetahuan nilai dan karakter. Lebih jauh, peserta juga diajak untuk memetakan profil pola pikir di sekolah atau kelas, yang hasilnya dapat dijadikan dasar merancang program pengembangan agar perubahan dari Pola Pikir Tetap (PPT) menjadi Pola Pikir Bertumbuh (PPB) benar-benar terwujud.

Urgensi materi ini semakin terasa jika merujuk pada data internasional. Berdasarkan survei PISA 2018, Indonesia termasuk dalam enam negara dengan persentase murid yang memiliki pola pikir bertumbuh paling rendah dari 79 negara peserta. Dua dari tiga murid Indonesia menyatakan setuju atau sangat setuju dengan pernyataan bahwa kecerdasan adalah sesuatu yang tidak bisa banyak diubah. Analisis menunjukkan adanya korelasi kuat antara persentase murid dengan pola pikir bertumbuh dan capaian akademik. Negara dengan proporsi murid berpola pikir bertumbuh tinggi cenderung meraih nilai akademik yang tinggi pula. OECD juga menegaskan bahwa pola pikir murid sangat dipengaruhi oleh pola pikir guru.

Dalam sesi pembahasan, peserta diperkenalkan dengan konsep penting mengenai “suara dalam diri”. Suara PPT biasanya memunculkan kekhawatiran saat menghadapi kendala, sementara suara PPB mendorong optimisme ketika berhadapan dengan tantangan. Karena itu, kemampuan mengubah suara PPT menjadi suara PPB dianggap sebagai keterampilan penting yang harus dimiliki kepala sekolah, pengawas, maupun guru. Empat langkah perubahan pola pikir yang dirumuskan oleh Prof. Carol Dweck menjadi rujukan utama, dengan fokus pada teknik mengalihkan suara tetap menjadi suara bertumbuh.

Intervensi pola pikir sendiri telah diteliti oleh Project for Education Research That Scales (PERTS) di Universitas Stanford dan terbukti efektif. Banyak institusi pendidikan di berbagai negara mengadopsi pendekatan ini. Melalui intervensi, guru didorong menggunakan komunikasi efektif dalam menghadapi murid yang cenderung berpola pikir tetap. Dalam buku In Other Words: Phrases for Growth Mindset (2018), Brock dan Hundley menekankan pentingnya pujian pada proses dan strategi. Pendekatan ini diyakini mampu memperkuat hubungan guru dan murid, sekaligus menumbuhkan motivasi intrinsik.

Manfaat materi pola pikir bertumbuh ini turut dirasakan langsung oleh para peserta. Fauziah Asri, guru SMA Negeri 13 Semarang, menilai bahwa pembahasan tersebut memberi wawasan baru yang sangat berharga. “Menurut pendapat saya, materi yang didapat dari kegiatan ini tentang pola pikir bertumbuh sangat bermanfaat. Pola pikir bertumbuh harus dimulai dari guru. Guru harus mempunyai pola pikir bertumbuh agar dapat memotivasi dan menginspirasi siswa untuk juga memiliki pola pikir yang sama. Karena pola pikir akan memengaruhi tindakan, dan tindakan akan memengaruhi hasil,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Benedictus Singgih Prasetyo dari SMA Kolese Loyola. Ia menilai konsep pola pikir bertumbuh relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. “Dengan menerapkan pola pikir ini, murid diajak untuk percaya bahwa kemampuan mereka dapat berkembang melalui usaha, latihan, dan ketekunan. Ini mendorong mereka untuk melihat tantangan sebagai kesempatan untuk belajar, bukan hambatan. Sebagai pendidik, kita juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pola pikir bertumbuh dengan memberikan feedback positif, merayakan proses, dan mengajarkan murid untuk fokus pada perbaikan diri, bukan hanya hasil akhir,” jelasnya. Ia menambahkan, prinsip ini mampu memperkuat motivasi murid sekaligus membangun ketangguhan mental yang sangat penting bagi masa depan.

Sementara itu, Ririn Masrikhah, M.Si dari SMAN 4 Semarang, mengaku sangat antusias dengan materi yang disampaikan. “Hari ini sangatlah menyenangkan karena kami telah mendapat pengetahuan baru tentang Pola Pikir Bertumbuh. Bagi kami para guru, hal ini sangatlah berarti karena kami berperan penting dalam menghidupkan mindset bertumbuh ini baik pada murid maupun kepada teman sejawat di sekolah. Teman-teman peserta pelatihan juga semangat dan antusias dalam menerima materi, melaksanakan penugasan, dan diskusinya sangat luar biasa. Semoga ibu bapak guru yang saat ini menerima ilmu tentang pola pikir bertumbuh ini nanti mampu membagikannya kepada teman sejawat, bahkan harapannya dapat berbagi ilmu ini di MGMP masing-masing sehingga pola pikir bertumbuh ini segera diimplementasikan di seluruh warga sekolah,” tuturnya.

Melalui materi Growth Mindset ini, penyelenggara berharap para kepala sekolah, pengawas, dan guru tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak dalam menanamkan pola pikir bertumbuh di sekolah masing-masing. Dengan intervensi yang tepat, pola pikir bertumbuh diyakini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat karakter, serta mengangkat prestasi akademik siswa Indonesia di kancah internasional.

Penulis : Ardan Sirodjuddin, M.Pd, Kepala SMK Negeri 10 Semarang dan Fasilitator Pembelajaran Mendalam BBGTK Provinsi Jawa Tengah

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar